
"Apa semuanya sudah beres?."Tanya J-hope saat melihat Lian menyusun koper besar kedalam bagasi mobil. J-hope sudah bersiap menuju kebandara.
Hari ini J-hope dan Lian akan berangkat ke pulau Bellagio dengan jet pribadi miliknya.
"Hmmm..."Jawab Lian dengan singkat.Sebenarnya Lian tidak ingin menghabiskan liburan ditempat itu,selain pulau itu terpencil dan jauh dari kata mewah.Ya,walau pulau itu terbilang indah dan J-hope menginginkan tempat,dimana orang-orang tidak tau tentang dirinya dan segala popularitasnya.Tapi tetap saja tempat itu bukanlah tempat terpopuler yang sering dikunjungi artis papan atas untuk liburan.
Begitu selesai J-hope dan Lian berangkat menuju ke bandara.
"Tutup semua akses yang bisa membocorkan tempat liburan kali ini.Kau mengerti?."Ucap J-hope yang sudah duduk di jet pribadi mewah miliknya.
"Apa Emily juga termasuk?."Tanya Lian yang duduk tepat disebelah kursi J-hope.
"Hmmm....aku tidak ingin diganggu siapapun kali ini."Seru J-hope,menyandarkan punggungnya sambil memejamkan mata.
Kali ini ia ingin benar-benar lelah dengan semua ketenaran,ia ingin menikmati hidupnya sebagai manusia biasa saja.Dan kali ini juga J-hope tidak mengikutsertakan Emily kekasihnya.J-hope tidak ingin privasinya terganggu karna ulah wanita itu.
Setelah menempuh perjalanan selama 5 jam,akhirnya mereka sampai di bandara kecil.Hanya ada beberapa pesawat kecil saja termasuk jet pribadi J-hope.
"Kau yakin ingin menghabiskan liburanmu di pulau ini?."Tanya Lian,ia tidak yakin dan tidak ingin keselamatan J-hope terancam di Palau kec itu.
__ADS_1
"Sangat yakin."Jawab J-hope datar sembari mengenakan kaca mata hitamnya karna cuaca hari ini sangat cerah.
J-hope melangkahkan kakinya dengan pasti,meninggalkan Lian yang tampak ragu dengan pemandangan di bandara.
"Ini bandara, apa kuburan?."Gumam Lian sambil menggelengkan kepalanya dan segera menyusul J-hope yang sudah dulu masuk kedalam mobil yang akan membawa mereka ketempat penginapan.
*
*
*
"Apa ini semua pesanan dari penginapan sebelah?."Tanya kakek Paul,berjalan memperhatikan setiap hidangan berjejer di atas meja dapur resto.
"Ia kek, sepertinya penginapan sebelah kedatangan tamu penting."Jawab Irene,tengah sibuk memeriksa daftar makanan yang ada di buku kecil miliknya.Ia tidak ingin ada kesalahan dalam pemesanan karena resto mereka dapat kepercayaan pesanan dan juga akan menjadi penyedia makanan selama tiga bulan kedepan.
"Apa Eunsang Masi menanyakan Brayan?."Tanya Irene lagi,sudah sebulan Brayan tidak datang mengunjungi mereka di karenakan tuan Abram sudah sadar dari koma panjangnya.Dan selama itu pula Eunsang selalu menanyakan tentang Brayan.Bahkan setiap malam Eunsang akan terus menangis dan tidak mau disuruh tidur bila Brayan tidak menghubunginya melalui video call.
"Ya.Apa Brayan akan datang?."Kakek Paul balik bertanya ,sebab istrinya masih membujuk gadis kecil itu sepeninggalnya.Kakek tau hari ini resto sangat sibuk, karena itu ia datang untuk membantu Irene dan karyawan lainya.
__ADS_1
"Sepertinya Brayan akan tinggal di Itali dalam waktu lebih lama dari biasanya."Sahut Irene menghela nafas panjang.Irene tau beratnya masalah keluarga Brayan,bahkan hubungan Brayan dengan kakaknya Namjoo belum mencair,walau keduanya tidak pernah lagi terlibat konflik pendapat tapi tetap saja kakak Brayan itu belum bisa menganggapnya sebagai adik.
"Kasihan Eunsang."Kakek Paul tidak tega melihat Eunsang setiap hari akan bertanya kapan Dedy uncle-nya itu akan datang menemuinya.
*
*
*
J-hope tiba di penginapan dengan sambutan hangat dari pemiliknya,maklumlah ini kali pertama penginapan mereka di kunjungi artis ternama.
"Selamat datang di penginapan kami yang sangat sederhana ini,kami akan melayani dengan sepenuh hati,kami harap tuan betah dan bersenang-senang di pulau kecil ini."Ucap pemilik penginapan panjang lebar sembari menunduk hormat bersama pegawainya.Pemilik penginapan juga mengalungkan rangkaian bunga kepada J-hope dan Lian sebagai ucapan selamat datang.
"Trimakasih,saya harap privasi saya sebagai tamu tidak diekspos kemanapun."
"Tentu tuan,privasi anda selama berlibur ditempat ini akan menjadi tugas nomor satu kami."
J-hope dan Lian pun dipersilahkan untuk menyantap hidangan yang sudah disediakan khusus.Karyawan lain di tugaskan untuk membawa koper ke kamar.
__ADS_1