
"Hei, rubah tanpa ekor apa kau tidak punya mata?."Teriak Bryan geram di lorong ruangan pribadi tuan Abram.
Dapat dipastikan tuan Abram mendengar suara teriakan Brayan tapi pria tua itu dipastikan hanya bisa menggelengkan kepala dengan ulah kedua putranya.
Namjoo melambaikan tangan,Puas rasanya telah berhasil membuat adik tirinya itu selalu tersulut emosi.
"Awas kau."Geram Brayan sambil melebarkan langkah kakinya untuk memberikan perhitungan pada Namjoo."Kau_____."
"Kalian ada disini?."
Suara seorang wanita yang sangat dikenali keduanya,Menghentikan aksi keduanya yang ingin baku hantam satu sama lain.Masing-masing kedua pria itu saling menarik kerah baju satu sama lain dan mengangkat tangan yang terkepal bersiap melayangkan tinju.
Keduanya langsung berhenti lalu merapikan maju masing-masing yang nampak kusut.
"Apa Dedy kalian yang membuat kalian kesini?."Tanya wanita yang bernama Sarah yang juga ibu dari Brayan.Memandang Namjoo mencari jawaban.
"Tanya pada sikera itu saja." Dengan wajah kebencian Namjoo mengarahkan pandangannya menunjuk pada Brayan.Lalu pergi dengan acuh tanpa hormat sedikit pun pada sara.
"Hei, rubah tanpa ekor."Teriak Brayan dan ingin kembali mengejar Namjoo untuk menghajar pria itu karena sudah berani memanggilnya kera dan tidak menghargai momnya sama sekali.
Sara menarik tangan Brayan, menghentikannya untuk tidak mengejar Namjoo.
"Kenapa langsung pergi sebelum menemui mom,apa kau tidak rindu pada mom?."Sara sedih melihat sikap putranya Brayan yang setiap datang ke mension hanya karena perintah suaminya yaitu tuan Abram.Brayan akan pergi begitu saja tanpa menemuinya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Bukankah itu semua keinginan mom sendiri."Jawab Brayan dengan datar.
"Brayan.."
"Tinggalkan penjara emas ini mom,ikutlah denganku.Kita berdua akan hidup bahagia."Seru Brayan meskipun ia tau tidak mudah membawa momnya keluar dari kurungan Abram, mengingat pria tua itu lebih gila dari apa yang dibayangkan-nya.
"Brayan,kau tau itu juga menjadi keinginan mom___."
"Tapi mom sudah terlanjur membuat janji dengan seseorang."lanjut Bryan datar, sudah hapal dengan dialog yang hampir setiap bertemu dengan momnya selalu dengan jawaban yang sama."persetan dengan janjimu itu mom."
Kesal dan marah tergambar jelas di-wajah Brayan jika sudah membuka cerita dengan momnya, alasan yang sama yaitu "JANJI" adalah jawaban dari sara.
"Aku pergi mom."Brayan pergi meninggalkan sara dengan kesedihan yang mendalam.
Semakin hari ia semakin jauh dengan putranya itu.sara harus bertahan tinggal di mension dengan semua derita dan perlakuan kasar dari tuan Abram padanya.
"Suatu hari kalian berdua akan mengetahuinya, untuk sekarang biar mom yang memendamnya sendiri."Lirih sara menatap kepergian mobil Brayan sampai menghilang dari pandangannya.
*
*
*
__ADS_1
"Irene,sesuai yang ku janjikan. kali ini kau yang akan memimpin penyergapan kali ini, ingat lakukan seperti yang sudah ku ajarkan."Ucap Leo, begitu selesai menjelaskan susunan rencana penyerangan mereka kali ini."Keberhasilan misi kali ini terletak pada mu."
Irene mengangguk penuh yakin.Sudah lama ia menginginkan berada di posisi ini.Rasanya seru bisa melihat darah segar mengalir dari tubuh para manusia-manusi busuk yang sudah merusak negri ini.
"Leo apa kau gila?kau ingin membuat kita mati konyol kali ini?."Komandan polisi yang bergabung dengan mereka tidak percaya dengan keputusan Leo yang memposisikan seorang yang tidak berpengalaman dan wanita pula yang akan memimpin kali ini.
"Kau pikir kita ini sedang latihan, atau sedang menghadapi mafia jalanan."Protes komandan polisi yang kurang setuju dengan keputusan Leo.
"Apa pernah Death blood pernah gagal?."Tanya Leo balik dengan seringainya.
Benar selama ini Death blood tidak pernah gagal dalam semua misi,baik misi besar sekalipun.komandan polisi mengakui itu dengan diam dan membiarkan Leo dan timnya bergerak sesuai dengan perintah Leo.
"Sekarang atur tim mu pada posisinya masing-masing."
Komandan polisi memberi komando pada seluruh anak buahnya untuk segera bergerak dengan posisinya masing-masing.
"Dan kau pakai ini untuk keselamatan mu kedepannya."Leo memberikan topeng pada Irene untuk menutupi wajah,agar tidak dikenali para geng mafia yang akan Meraka hancurkan.
kostum Irene kalau lagi tugas..biar gak kelihatan wajah cantiknya.
__ADS_1
Sara Abram istri kedua dari Tuan Abram yang juga ibu kandung dari Brayan.