
5Tahun berlalu.
Kini Irene tumbuh menjadi Wanita cantik ,pintar dan ahli menembak serta jago dalam beberapa ilmu bela diri.Seperti hari ini ini, Irene sedang dalam pengawasan ketat dari Leo yang menjadi pelatihnya dalam menembak.
"Dor...dor...dor...dor..."
Suara tembakan beruntun keluar dari senjata api milik Irene.
"Prok...prok..prok.."
Suara tepuk tangan Leo menggema diruangan latihan begitu Irene mengeluarkan seluruh isi peluru yang ada disenjata api miliknya.
"Bagus,aku rasa sudah cukup untuk latihan hari ini,dan kau berhasil."Puji Leo, setelah memeriksa papan sasaran tembakan irene,dan semua tepat mengenai lingkaran utama.
"Apa latihanya sudah selesai?."Tanya Brayan yang baru tiba kedalam ruangan latihan.
"Hmm...dan hasilnya sangat bagus".Leo mengangguk lalu menunjukkan papan sasaran tembakan irene pada Brayan.
"Bagus".Puji Brayan, melihat hasil latihan menembak Irene harini dan benar saja hasilnya selalu membuat Brayan bangga."Sekarang cepatlah,pelatih taekwondo mu sudah menunggu". Brayan merangkul bahu Irene dan membawanya menuju ruangan latihan taekwondo.
Irene tersenyum ,perlakuan Brayan padanya sama seperti perlakuan seorang kakak pada adik kandungnya sendiri.
__ADS_1
"Brayan,kapan kita akan memulai rencana kita untuk memusnahkan markas mafia sialan itu?".Terlihat jelas kebencian dan dendam yang selalu membara setiap kali Irene mengingat geng mafia the Tiger.
Sudah lima tahun dia habiskan waktu dengan berlatih mati-matian dan kini kemampuan ilmu bela diri dan tembakanya yang selalu tepat sasaran, menurutnya sudah cukup untuk membalas dendam serta menuntut kematian ketua the Tiger untuk ibu panti serta anak-anak perempuan yang dijual secara paksa.Bila hal itu terjadi maka ketua mafia The TIGER harus mati ditangannya sendiri.
"Kita tidak boleh gegabah."Brayan menepuk bahu Irene lalu merangkulnya kembali menuju ruangan latihan taekwondo."Bersabarlah sedikit lagi".Ucap Bryan memegang kedua bahu Irene seraya menatap Irene dengan intens.
Mata Irene nampak berkaca-kaca kemerahan karena menahan amarah yang selalu membakar hatinya.
"Bagaimana kau bisa memusnahkan mereka jika kau masih cengeng seperti ini!."Brayan menghapus air mata yang sudah jatuh membasahi kedua pipi Irene, sembari tertawa kecil untuk menghibur Irene."Kau masih saja suka menangis walau sudah dewasa."
Irene pun akhirnya tersenyum tipis jika Brayan sudah mengingatkan dirinya yang dulu terbilang cengeng bila bicara berdua saja dengan Brayan.
Itu pula yang membuat Bryan selalu menghindari Irene dari pembicaraan sensitif tentang masa lalu keduanya yang begitu pilu dan menyedihkan.Irene akan selalu menangis dihadapan Brayan dan itu sangat tidak disukai Brayan.
"Cepat sana". Brayan mendorong pelan tubuh Irene kedalam ruang latihan taekwondo.
"Kau tau,aku bersyukur memiliki keluarga sepertimu."Irene berucap dengan tersenyum kearah Brayan lalu berbalik menghadap pelatih taekwondo yang sudah menunggu kedatangannya.
"Dasar,kenapa tuhan tidak melahirkan kita dari rahim ibu yang sama?."Brayan bergumam dengan lirih,lalu meninggalkan Irene dengan latihanya dan Brayan juga akan melanjutkan latihan beratnya.
*
__ADS_1
*
Berlahan tapi pasti,kini nama J-hope sudah mulai dikenal di industri musik.Walau diundang keacara penting dan hanya sebagai pendatang baru tidak menyurutkan samangat j-hope untuk menampilkan yang terbaik.
Tarian dan suaranya selalu bisa memukau.Kini j-hope juga sudah memiliki seorang asisten sekaligus manager pribadi yang bernama Lian.
"Bagaimana penampilan ku barusan?."Tanya j-hope, yang masih berkeringat setelah perform-nya selesai beberapa menit yang lalu .
"Kau selalu berhasil dan memukau."Puji Lian dengan jujur, karena memang itulah kenyataannya."Ini kostum untuk perform terakhir untuk malam ini."Lian menyerahkan baju pada j-hope yang tengah dimake-up kembali oleh beberapa make-up artis diruang ganti yang disediakan khusus untuknya.
J-hope bergegas berganti kostum dibantu para penata rias lainya.j-hope tidak pernah mengeluh sedikitpun. walau rasa letih terlihat jelas diwajahnya, j-hope selalu menuntut diri nya untuk tampil sesempurna mungkin dan penuh energik.
Lian yang sudah mengikutinya selama lima tahun saja tidak habis pikir dengan tenaga yang dimiliki j-hope.
"Setelah ini,kau bisa mengambil libur selama dua hari untuk istirahat."Ucap Lian seakan tidak tega melihat j-hope yang terlalu keras pada dirinya sendiri.
"Tenang saja aku____."
"Kali ini tidak ada bantahan."Potong Lian dengan tegas, karena yang sudah-sudah j-hope akan menolaknya dan akan berakhir dengan infus yang tertancap ditangan ya akibat kelelahan.
__ADS_1
j-hope dengan kostum terakhir untuk perform.