
Berlahan J-hope mengerakkan pinggulnya setelah berhasil menguasai tubuh Irene kembali.
Kini Irene tidak bisa berbuat apa-apa lagi,kebodohan dan kegilaan pada sang idolanya membuatnya seperti gadis j*l*Ng dan kehilangan mahkota kebanggaannya selama ini.
Tubuhnya kini sudah merespon setiap hentakan dari J-hope, keluar masuk menghujam ke dalam miliknya.
"J..."
Suara d*s*h*n dari mulut mungil Irene membuat semangat J-hope di atas angin.Keringat membanjiri tubuh keduanya berpadu suara kenikmatan saling bersahutan begitu kedua insan itu mendapat pelepasan entah sudah berapa kali.
J-hope menggempurnya tanpa ampun,ia bahkan tidak memberikan waktu untuk irene sekedar memulihkan tenaganya.
"Ini luar biasa."
Hingga akhirnya suara d*s*h panjang di iringi semburan cairan hangat menyembur,memenuhi rahim Irene.J-hope berguling dari tubuh irene lalu berbaring dan memeluk gadis itu sembari tersenyum penuh arti.
Tanpa disadari keduanya kalau mereka tidak memakai alat pengan sejak awal melakukan pergulatan panasnya.
Irene yang sudah tak berdaya karna kelelahan langsung tertidur tanpa membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
*
*
__ADS_1
*
Pagi-pagi sekali Irene sudah terbangun dari tidurnya."Auh..."lenguh-nya merasakan tubuhnya seolah remuk dan bagian intinya sangat perih,berlahan ia menggerakkan tubuhnya,berusaha berjalanan tertatih menuju kamar mandi.
Irene mengguyur tubuhnya dibawah pancuran shower.Sluruh tubuhnya terasa sakit seperti tertimpa benda berat ditambah lagi tanda kepemilikan J-hope memenuhi seluruh dada dan lehernya,membuatnya berdecak kesal."Apa dia melukis abstrak ditubuh ku."
Selesai mandi dan mengenakan bajunya kembali, Irene keluar dari kamar hotel.Kakinya melangkah men-jinjit agar pria itu tidak terbangun dari tidur lelapnya.
"Selamat tinggal."Ucap Irene menatap nanar pria yang masih tertidur diatas ranjang.Sekalipun ia sudah kehilangan sesuatu yang sangat berharga tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Sesuai dengan surat perjanjian,ia tidak bisa menuntut pertanggungjawaban apapun pada pria itu karna keduanya melakukan dalam keadaan sadar sepenuhnya.Untuk itu Irene tidak akan pernah muncul dihadapan pria itu dan mengganggu-nya lagi.
*
*
*
"Kemana dia?."Gumam J-hope dengan mata tertutup sembari meraba.Ia mengedarkan pandangannya setiap sudut kamar,tapi ia tak melihat wanita itu.J-hope menyibak selimutnya hendak mencari Irene di kamar mandi,tapi alangkah terkejutnya ia mendapati noda berwarna merah yang sudah mengering menempel di sprei putih kamar hotel.
"Ouh...sit..."Umpat J-hope terbelalak,kaget melihat sesuatu di sprei.pantas ia begitu susah melakukanya penyatuan dengan gadis itu, ternyata gadis itu masih suci dan ia lah pria pertama yang menyentuhnya."Jadi semua Ucapanya benar."ia merasa telah menjadi pria brengsek, J-hope bahkan mengira kalau selama ini ucapan gadis pengganggu hanya bohong.
J-hope segera beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Begitu selesai dan sudah rapi J-hope keluar dari hotel dengan menggunakan penyamaran.Hatinya kesal karna gadis itu meninggalkannya begitu saja seperti pria bayaran.
__ADS_1
Dalam adegan panas yang terjadi, sebenarnya J-hope lah yang pada akhirnya memperkaos Irene.Meski awalnya gadis itu menyerahkan diri tapi malam itu Irene secara sepihak membatalkannya dan berniat kabur tapi J-hope malah menarik dan akhirnya memperkaos gadis itu.
"Tidak...tidak ..bukan aku yang salah dialah yang mau menyerahkan dirinya padaku".Pria itu berusaha mengalihkan rasa bersalahnya.Ia begitu frustasi dan mengacak-acak rambutnya.
Hingga Sampai di hotel, J-hope masih terus dihantui rasa bersalah.Sekalipun ia berucap pada dirinya sendiri tapi hati nuraninya selalu kalah berdebat dengan pikirannya.
"Lian,cari tahu keberadaan gadis ini."Akhirnya J-hope mengambil keputusan sesampainya di kamar hotel miliknya untuk mencari keberadaan Irene.Berpanduan pada selembar kertas hasil medical checkup yang Irene berikan padanya tempo hari, J-hope memulai pencariannya menugaskan Lian sang asisten sekaligus manager pribadinya itu.
"Kenapa datang-datang kau langsung menyerahkan ini padaku? memangnya apa ini?."Lian merasa bingung begitu J-hope yang baru pulang ke-hotel langsung memberikannya tugas.Entah kemana pria itu tadi malam hingga baru kembali pagi ini.
"Medical checkup milik siapa ini?".Lian kembali bertanya setelah membaca kertas ditangannya.Terlihat bingung sembari menatap J-hope.
"Gadis bertopeng yang selama ini mengganggu ku."
"Lalu untuk apa medical checkup gadis itu ada padamu?."Semakin penasaran.
"Aku sudah melakukan kesalahan besar."J-hope menghembuskan napasnya dengan kasar."Aku merenggut kehormatan gadis itu.Bukan...bukan....bukan seperti itu ceritanya."Bimbang menjelaskan seperti apa pada Lian.
Lian malah semakin bingung dengan keterangan J-hope, detik berikutnya ia malah meralat ucapanya.
"Bicara yang jelas."
"Ya..aku dan dia sudah melakukannya, intinya dialah yang sudah Menyerahkannya dengan suka rela."Lirih J-hope terlihat lesu duduk di tepian ranjang.
__ADS_1