
"Dari mana saja kau?semalaman tidak pulang ke markas?."
Suara bariton seorang pria menghentikan langkah Irene.Menoleh ke sumber suara dimana Brayan sudah berdiri tegak sembari bercak pinggang tepat di belakangnya.
Tatapan Brayan tajam membuat Irene bergidik takut."Anu...itu..."Jawab Irene terbata.
Tak dapat dibayangkan semarah apa Brayan jika mengetahui kalau ia sudah tidur dan menyerahkan kehormatannya dengan artis pria idolanya itu.
"Bicara yang jelas."Sentak Brayan,berjalan mendekat kearah Irene."Apa kau pulang ke apartemen mu?."Tanya Brayan kembali."Apa bos mu yang brengsek itu yang memaksamu kembali ke apartemen?."Lagi dan lagi Brayan mengajukan pertanyaan beruntun pada hal Irene belum menjawab satupun dari pertanyaan-nya.
Ya, Irene hanya tertunduk saat Brayan mengajukan banyak pertanyaan.Ia takut jika ia menjawab salah maka Brayan akan memerintahkan Leo untuk mencari kebenaran dari ucapannya.
"Aku tidak di paksa,aku hanya kelelahan dengan jauhnya perjalanan yang harus aku tempuh dari markas ke tempatku kerja.Ditambah lagi,kalau aku lagi banyak pekerjaan akhir-akhir ini."
Awalnya suara Irene lembut tapi kemudian meninggi kala otak-nya secara cepat mendapatkan alasan tepat.Irene berdalih dengan alasan kalau ia lelah di sebabkan perjalanan panjang dan membosankan setiap hari di lalui-nya 1,5 jam setiap hari.Sementara kalau ia tinggal di apartemen yang diberikan Ghana padanya,ia hanya berkendara selama 10menit saja sampai ke tempat kerja.
"Apa itu alasan yang sebenarnya?."Brayan menatap lekat ke bola mata Irene mencari kebenaran.Tapi ia merasakan ada sesuatu yang ditutupi tapi Brayan tidak tau apa."Aku tidak ingin kau terluka setelah tau kebenarannya."Lirih Brayan memegangi kedua bahu Irene.
Ingatan-nya menerawang kala Leo berhasil menemukan rencana licik ghana pada irene beberapa hari yang lalu.Brayan bahkan berpikir kalau Ghana sudah menjalankan misinya pada Irene.
__ADS_1
"Kebenaran?
Irene mengerutkan dahinya membalas tatapan Brayan,dan kini keduanya saling pandang dengan pikiran yang berbeda.Bryaran belum siap membongkar identitas Ghana yang sebenarnya pada irene, sementara Irene berpikir kalau Brayan sudah mengetahui keinginan gilanya selama ini pada artis pria itu.
"Kebenaran tentang apa?."Irene mengulangi pertanyaannya.
" kau baik-baik saja!pergilah ke kamarmu untuk istirahat."
Brayan berlalu meninggalkan Irene yang masih penasaran tentang ucapanya.Untuk saat ini Brayan belum bisa mengatakan apapun pada Irene.
"Memang apa lagi yang kau sembunyikan dari ku Brayan."Gumam Irene pelan.
*
*
Sudah seminggu J-hope memberi perintah pada asisten-nya itu untuk mencari keberadaan Irene dan hasilnya selalu gagal.
"Apa saja yang kau lakukan Sampai pekerjaan sekecil ini tidak bisa kau lakukan."Bentak J-hope.
__ADS_1
"Aku sudah berusaha,tapi sepertinya nama yang tercantum di medical checkup itu bukan nama yang sebenarnya."Ucap Lian membela diri.
Ia juga sudah berusaha mencari keberadaan wanita yang di maksud J-hope, dengan mendatangi rumah sakit yang telah mengeluarkan hasil medical checkup pemberian J-hope,ternyata nama yang tertera di kertas itu tidak terdaftar secara sipil.
"Lagian untuk apa repot-repot mencarinya!dia sendiri yang telah memberikannya padamu tanpa tuntutan apapun."Jelas Lian tanpa beban.
"Kau sadar dengan ucapanmu?."J-hope menatap tajam pada Lian."Bagaimana kalau dia hamil dan muncul ke publik membeberkan semuanya.Aku tidak mau karier yang kubangun selama ini hancur begitu saja."Ucap J-hope tegas,penuh penekanan di setiap kata.
Segitu egoisnya J-hope bila berkaitan dengan karier-nya.Mungkin karna selama ini ia bekerja sangat keras hingga sampai ketahap ini.Tahap dimana dulunya semua orang meremehkan kemampuannya bahkan memandangnya sebelah mata.Kini semuanya berbalik,semua orang memuja, bersorak histeris menyebut namanya di setiap konsernya.Kekayaan dan ketenaran ternyata bisa membuat seseorang menjadi lupa diri.
"Kalau kau takut,kenapa kau mau menuruti obsesi gila gadis itu?Tanpa pengaman lagi."Tanya Lian tak habis pikir dengan alasan J-hope tak masuk akalnya.
Benar dong?kalau J-hope tidak menuruti obsesi penggemar gilanya itu dan waktu itu ia menggunakan pengaman,maka semua tidak akan seperti ini.Dimana J-hope selalu uring-uringan setiap hari tanpa alasan jelas.
Lebih parahnya lagi, J-hope tidak mau menemui kekasihnya yang bernama Emily.Berlasan banyaknya pekerjaan dan harus latihan dance setiap hari.Pada hal pria itu hanya berdiam diri di mension menghabiskan waktunya sepanjang hari.
Seperti saat ini, J-hope mengabaikan panggilan Emily di ponselnya yang sejak tadi berdering entah sudah yang ke berapa kalinya.
"Kenapa tidak mengangkatnya?."Tanya Lian heran.Biasanya J-hope tidak pernah mengabaikan panggilan Emily dan langsung mengangkatnya."Sudah seminggu ini kau mengabaikannya,apa ada skandal baru lagi?."Lian penasaran.
__ADS_1
Lian hapal betul gelagat licik Emily selama ini,tapi sebagai asisten pribadi sekaligus manajer ia juga tidak mau terlalu masuk dalam asmara j-hope dengan wanita bermuka topeng itu.
Kalau bisa jujur,Lian lebih menginginkan Emily dan j-hope putus.