
"Masuklah."Ucap Sara begitu melihat pintu ruangan rawat inap tuan Abram terbuka dan itu adalah putranya Brayan yang baru saja tiba.
Kesal bercampur heran Brayan duduk disebelah Namjoo yang sudah datang lebih dulu darinya.Tapi anehnya pria itu nampak tidak terusik dengan kehadirannya.
Jika sebelumnya Namjoo akan menatapnya dengan tatapan sinis setiap bertemu dengannya,kali ini pria yang juga Hyung-nya itu nampak kalem.
"Kenapa manusia rubah tanpa ekor ini seperti lupa makan obatnya."Lirih Brayan dalam hati.
"Mom akan langsung ke intinya saja."Seru mom sara membuyarkan Bryan dari rasa penasarannya tentang sikap Namjoo.
"Apa hal ini sangat penting sampai kau mengganggu waktuku yang sangat berharga?."Ucap Namjoo menampilkan muka kesalnya pada sara dan juga Brayan.
__ADS_1
"huff...."Brayan menghela nafas dengan kasar seraya menahan amarahnya karena mereka sedang berada dirumah sakit.Bisa dipastikan akan ada duel maut antara Brayan dan Namjoo bila saat ini mereka dalam situasi yang berbeda."Ternyata obatnya terlambat bekerja."Gumam Brayan penuh geram.
"Mom hanya menjalankan amanat dari mom Erika.Mom hanya ingin menyatukan kelurga ini seperti keluarga pada umumnya."Ucap Sarah tanpa mengambil pusing ucapan dan sikap Namjoo padanya dan juga pada Bryan yang merupakan putra tunggalnya.
"Ck... sekarang kalian berdua berani membawa-bawa nama mom ku."Cibik Namjoo dengan raut muka yang sangat menjengkelkan di mata Brayan.
"Namjoo.kau anak tertua di keluarga ini,kumohon jaga sikapmu dan dengarkan sampai Mom menyelesaikan ucapannya, setelah itu terserah kau mau menerimanya atau tidak,itu semua hak mu."Celetuk Brayan menyebut nama tanpa ada sebutan Hyung lagi.
Hari ini Bryan malas untuk berdebat apalagi berkelahi dengan Namjoo.Banyak hal yang lebih penting yang kini ia pikirkan ketimbang beradu otot dengan Hyung-nya sendiri.
"Aku dan tuan Abram tidak pernah berselingkuh di belakang Erika.Kami menikah setelah Erika dan tuan Abram telah resmi menikah saat kau berusia 5tahun____."
__ADS_1
"Omong kosong apa lagi yang kau buat?."Potong Namjoo ketus.
Namun sara tidak menggubris dan tetap melanjutkan ucapannya.
"Erika memohon, mengajukan permintaan pada mom.Ia tidak ingin kau tau tentang perceraian-nya dengan tuan Abram, yang akan berakibat buruk pada mentalmu.Mom saat itu sedang mengandung adikmu,tau bagaimana perasaan seorang ibu dan mom menerimanya."Jelas sara,membuka semua rahasia yang selama ini ditutup-nya rapat.
"Ini surat terakhir yang di tulis Erika untuk mu,bacalah."Sara menyerahkan Sebuah amplop yang terlipat rapi pada Namjoo.Sesuai dengan keinginan sara bahwa surat itu akan ia serahkan bila waktunya tiba.Menurut sara ini adalah hari yang tepat untuknya menyerahkan dan membuka cerita sebenarnya,di tambah lagi keadaan tuan Abram yang saat ini sedang terbaring sakit.
"Apa aku harus percaya dengan kebohongan baru lagi?."
"Apa Kau pikir semua orang berpikir negatif seperti pemikiran mu?."Brayan yang sedari tadi diam dan mendengarkan ucapan momnya sudah tidak bisa menahan geramnya.Namjoo selalu ingin menyudutkan mom Bryan.
__ADS_1
"Sebaiknya kalian berdua juga harus memperbaiki hubungan kalian,itu juga keinginan Ded kalian.Mom harap kalian bisa menjaga ego kalian masing-masing."Tegas sara yang sudah seringkali menyaksikan pertengkaran kedua keturunan Abram itu.
Sara beranjak mendekat ranjang tuan Abram,membiarkan kedua kakak beradik itu sibuk dengan pikirannya sendiri.Namjoo yang tampak memandangi amplop yang diserahkan sara padanya, sedangkan Brayan terlihat mengusap keningnya entah apa yang sedang dipikirkannya.