
"Lalu anak buah the Tiger membunuh ibu panti dan menyeret kakak panti dengan paksa, lalu aku memukul salah satu anak buah the Tiger dengan balok kayu, setelah itu mereka mengejar-ku dan akan menggantikan kakak panti untuk dijual dirumah bordir."
Tangan Brayan terkepal dengan keras dan rahang Brayan juga nampak ikut mengeras,begitu Irene menceritakan kisahnya.
"Jadi mereka tetap melakukan hal serendah itu."Sarkas Brayan seperti tidak bisa menahan kekesalannya.
"Sekarang dengarkan aku baik-baik,kau dan aku memiliki musuh yang sama, jadi kita akan membuat perhitungan yang sangat mengerikan untuk the tiger.apa kau setuju?."u
Ucap Brayan dengan tegas.
"Aku takut."Jawab Irene dengan tubuh bergetar bila mengingat kejadian dimana ibu panti dibunuh dengan cara yang cukup sadis.Itu semua terjadi tepat didepan matanya.
"Aku tau apa yang kau rasakan,aku juga sama seperti-mu."Mendekap tubuh Irene,wajar bila Irene memiliki rasa takut seperti itu.Anak yang masih remaja sudah menyaksikan pembunuhan sekeji itu,syukur Irene masih bisa bicara dan melarikan diri.
__ADS_1
Berbeda dengan Brayan saat dihadapkan pada situasi seperti Irene dia bahkan membisu selama berbulan-bulan dan takut pada orang yang baru dilihatnya.
"Jangan takut aku akan menjaga-mu."Bisik Brayan lalu mengusap punggung Irene."Sekarang Istirahatlah besok aku akan mendaftarkan-mu di sekolah yang baru."Ucap Brayan setelah mengurai pelukannya pada Irene dan kini Irene pun sudah terlihat lebih tenang setelah Brayan memberi kekuatan padanya.
Irene mengangguk lalu naik keatas tempat tidur seperti yang diperintahkan Brayan.Baginya ada orang yang mau menampungnya saja sudah cukup.Tapi Brayan memberikannya lebih dari apa yang diharapkan, Brayan bahkan bersedia mendaftar dan membiayai sekolahnya.
"Leo ikut dengan-ku".Seru Brayan pada salah satu anak buah kepercayaan-nya.
Bukan apa,Leo khawatir kehadiran gadis itu bisa membuat hidup Brayan semakin berbahaya dan gadis itu juga tidak akan pernah Lolos dari incaran the Tiger walau berhasil melarikan diri.
"Aku melihat diriku pada gadis itu."Jawab Brayan menyandarkan punggungnya di sofa seraya menutup mata.Ya, Brayan pernah merasakan kekejian dari geng mafia the Tiger dan mengakibatkan ibu kandungnya berakhir dipenjara karena fitnah yang begitu keji dan membuatnya terbuang dan tinggal di- panti asuhan yang sama dengan Irene.
"Kisah-mu dengan gadis itu berbeda,kau tinggal di panti itu untuk keselamatan-mu sendiri."Jelas Leo yang tau betul cerita hidup Brayan karena leo sendiri yang selalu mengawal Brayan.
__ADS_1
"Kau tau kenapa aku tidak ingin menggunakan marga ayahku."Brayan menatap Leo dengan sendu."Kau juga tau betul kebencian hyung-ku Namjoo, karena aku adalah putra dari seorang ibu yang sudah membunuh ibunya dengan keji."Brayan mengusap wajahnya lalu menghembuskan napas yang terasa berat didadanya.
"Tapi ibumu bukan pelakunya."Sahut leo yang tahu kebenaran sesungguhnya.
"Tapi pandangan hyung-ku tidak akan berubah."Brayan ingat betul kemarahan kebencian Namjoo yang selalu mengatakan dirinya anak dari seorang pembunuh dan itu sangat melukai hati Brayan sampai saat ini.
Hal itu pula yang membuatnya menjadi seorang pemimpin dari geng mafia Death blood yang berarti 'Darah kematian'.
Brayan ingin membuktikan kepada dunia kalau ibunya bukanlah pembunuh dan dia bisa membuka mata kakak tirinya tentang kejadian yang sebenarnya dan juga ingin membalaskan dendam-nya pada the Tiger dengan cara yang lebih sadis.

Leo Thomas yang menjadi teman sekaligus pengawal pribadi Brayan sejak kecil hingga sekarang.Leo juga menjadi saksi perjalanan hidup Brayan yang sangat sulit dan berliku.(Sekilas info mengenai Leo ya reader).
__ADS_1