Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia

Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia
episode 29.


__ADS_3

"Brayan."Lenguh Irene, sesaat terbangun dari koma melewati masa kritisnya.Irene sudah di pindahkan keruang perawatan begitu mendapatkan donor darah.


Gadis itu membuka matanya pelan dan orang pertama dilihatnya ialah Brayan.


"Kau sudah sadar."


"Tuan Ghana!". Irene tidak menanggapi ucapan Brayan karna matanya menangkap sosok pria berdiri di belakang Brayan.


"Syukur lah kau sudah sadar dan melewati masa kritis mu."Ungkap Ghana tersenyum penuh makna.


"Ck."Brayan memutar matanya malas mendengar ucapan Ghana terkesan rada lebay menurutnya."Sebaiknya keluar saja,kau tidak di butuhkan di sini."Ucap Brayan ketus mengusir pria itu.


"Brayan."pekik Irene terdengar lemah tapi masih dapat didengar dengan jelas kedua pria di dekatnya."Tuan Ghana jangan masukin ke hati ucapan Brayan,mulutnya kadang rada-rada keseleo."


"Is ok, yang penting kau lekas sembuh."Ghana menampakkan muka tenang penuh kepalsuan walau sebenarnya kedua pria itu saling menatap tajam.Ghana ingin membalas Brayan,Seandainya ia bisa memperlihatkan wujud aslinya,mungkin sudah terjadi perang antar mafia di tempat itu.


Dokter yang baru masuk kedalam ruangan Irene membuat keduanya saling memutuskan kontak mata.


*

__ADS_1


*


*


J-hope mondar-mandir di kamarnya,menantikan kabar dari Lian asisten pribadinya tentang kondisi gadis yang tertembak tempo hari demi melindungi dirinya.


"Bagaimana mana keadaannya?."Tanya J-hope begitu Lian datang.J-hope sudah tidak sabar menunggu setelah dua hari Lian melarang J-hope untuk menjenguk gadis itu kerumah sakit.


"Gadis itu sudah melewati masa kritisnya."Lian mengungkapkan kenyataan sesuai informasi dari orang kepercayaan-nya.


Ya,Lian memerintahkan bodyguard kepercayaan di rumah sakit tempat Irene di rawat,Setipa hari bodyguard itu harus memberikan informasi kepada Lian terkait dengan perkembangan perawatan Irene.


"Jangan mengambil resiko, untuk sementara kau tidak boleh keluar kemanapun tanpa pengaman ketat."Ungkap Lian.


Lian tidak mau kejadian dua hari lalu kembali terulang dan menambah deretan berita di media tentang nama J-hope dan menjadi trending topik setiap harinya.


J-hope menghela napas mendengar penjelasan lian.Satu sisi ia ingin mengucapkan rasa terimakasih tapi disisi lain ia masih merasa terancam atas kejadian itu.


"Aku akan mengabari mu perkembangan kesehatan gadis itu."Seru Lian dan J-hope menyetujuinya.

__ADS_1


*


*


*


"Kondisinya semakin membaik,kalau tidak ada hal yang serius mungkin besok atau lusa sudah boleh pulang."Ucap dokter setelah memeriksa keadaan Irene.


Mendengar penuturan dokter Brayan merasa lega.Sudah dua hari ia meninggalkan Momnya sendirian dirumah sakit.


"Kau berhutang penjelasan pada ku atas kejadian ini."Tegas Brayan tak terbantahkan, begitu tim medis keluar dari ruangan perawatan Irene setelah menjelaskan keadaan gadis itu.


"Ck,aku tau."Jawab Irene bernada kesal,pasalnya ia harus menceritakan kejadian sebenarnya sekaligus mengakui kalau hatinya telah di penuhi artis idolanya itu."Tuan Ghana, maaf menyusahkan mu."Seru Irene mengalihkan pembicaraan dari Brayan.


"Bukan kau,tapi dialah yang sudah menyusahkan mu."Sentak Brayan menjawab ucapan Irene walau bukan ditujukan untuknya sembari melirik jengah pada pria menyebalkan di sampingnya.


"Is ok.Aku yang membawamu kesini.So,kau sudah jadi tanggung jawab ku."Jawab Ghana datar tak terusik sedikitpun dengan ucapan Brayan."Seluruh biaya perawatan mu akan jadi tanggung jawabku."


"Tidak perlu repot-repot,aku yang akan menyelesaikannya."Potong Brayan menolak tegas bantuan Ghana.Brayan tidak mau Irene berhutang apapun pada pria mencurigakan itu,lagi pula Brayan juga sangat sanggup untuk membayar semua biaya perawatan Irene.

__ADS_1


"Brayan."Bisik Irene merapatkan giginya.Merasa tidak enak atas perlakuan Brayan pada sang atasan yang sudah memberikan banyak perhatian padanya."Maaf tuan."Lirih Irene.


__ADS_2