Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia

Tarian Cinta J-Hope Untuk Gadis Mafia
episode 34.


__ADS_3

"J-hope....dimana kau."


Suara panggilan Lian menghentikan aksi keduanya.


"Aku pergi dulu."Irene langsung pergi meninggalkan J-hope yang tertegun sembari meraba bibirnya yang terasa tebal akibat Lu*m*t*n Irene.


"Sedang apa kau disini?."Tanya Lian bingung melihat J-hope berdiri mematung di sudut tenda."Kau sedang melihat seseorang?."Tanya Lian kembali memperhatikan sekeliling mereka,saat melihat tatapan J-hope seolah melihat sesuatu di kegelapan.


"Tidak ada,ayo bersiap."Jawab J-hope, cepet-cepet ia memasukkan kertas pemberian Irene kedalam saku celananya dan meninggalkan Lian yang masih penasaran kearah tatapan J-hope."Lian..."


"Ya."


Lian menyudahi pencariannya begitu namanya di panggil dan menyadari kalau J-hope sudah berdiri menunggunya sembari bertolak pinggang di depan pintu tenda."Sejak kapan dia berdiri di situ?."Gumam lian lalu mengikuti J-hope masuk kedalam tenda.


*


*


*


Didalam kamar suite room sebuah hotel di Milan,nampak Irene tengah gelisah.Sedari tadi gadis itu hanya bolak-balik di dalam kamar yang sudah ia pesan sembari meremas kedua tangannya.

__ADS_1


Tok...tok...tok


Suara ketukan dari luar pintu kamarnya di ketuk seseorang,bukanya langsung membukanya Irene malah bertambah gelisah.Gadis itu terlihat meneguk air putih lalu mengatur napasnya.


"Aku harus tenang...harus tenang...harus."Ucapnya berulangkali sembari memegangi dadanya.Ia membuka pintu kamarnya begitu merasa sudah lebih tenang,tapi ia terkejut begitu melihat sosok berpakaian hitam serba tertutup berdiri dihadapannya.


"Apa kau akan membiarkanku tetap di luar sini."Ucap pria itu,sedari tadi Irene hanya menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Kau?."


Mata Irene melotot,gadis itu menutup mulutnya seolah tak percaya kalau pria yang ada di hadapannya kini adalah pria yang sedari tadi ditunggunya.


J-hope duduk dengan menyilangkan kakinya di atas ranjang setelah membuka pakai serba hitam yang menutupi tubuhnya.


Ya, J-hope melakukanya agar tidak ada orang yang membuntutinya dan membuat pemberitaan yang akan merusak nama besarnya.


"Aku kira kau bakalan tidak datang."Ucap Irene terbata-bata karna gugup.Jantungnya kembali berdetak cepat meski mereka belum melakukan apa-apa.


"Kalau kau sudah berubah pikiran aku akan pergi."J-hope berdiri dari ranjang hendak pergi."Trimakasih karena sudah menyelamatkan nyawaku waktu itu.Ini..."J-hope menyerahkan secarik kertas berupa cek pada Irene."Tulis saja nominal yang kau inginkan sebagai rasa terimakasih ku karna sudah menyelamatkan ku waktu itu."Seru J-hope.


"Aku tidak butuh uang mu,aku tidak berubah pikiran sama sekali."Tangan Irene menahan tubuh J-hope yang hendak keluar dari pintu kamar hotel."Aku sudah siap."Irene menunduk sembari menelan Saliva-nya susah payah.

__ADS_1


Entah kenapa tenggorokannya kembali kering padahal ia sudah minum banyak sedari tadi saat pria itu belum datang.


"Tapi ingat,tidak ada ikatan atau tanggung jawab yang harus aku lakukan setelah ini."


Ucapan terus terang J-hope itu tidak lantas membuat Irene terpengaruh dan membatalkan niat gilanya.Irene malah mengangguk setuju dengan persyaratan yang J-hope utarakan.


Irene malah menyerahkan surat perjanjian kepada J-hope untuk ditandatangani.


"Kau malah sudah menulis perjanjian ini?."Seru J-hope membaca setiap coretan yang tertulis sesuai dengan yang J-hope utarakan tadi.


Ya.Seperti dugaan, Irene menulis surat perjanjian dimana tidak ada tuntutan dan pihak yang dirugikan atas tindakan nekadnya,bahkan gadis itu juga sudah menandatangani surat perjanjian yang ia buat sendiri.


Gila bukan?gadis itu rela memberikan mahkotanya pada pria idamannya tanpa berpikir akan seperti apa hidupnya kedepannya.


"Kau sudah siap?."J-hope sudah menandatangani surat perjanjiannya dan akan memulai aksinya.


"Hmmm...aku siap."Lirih Irene dengan bibir bergetar.


Sebagai pria dewasa yang sudah berpengalaman J-hope tau betul kalau saat ini Irene tengah canggung, maklum ini pertama kali dalam hidupnya.


Perlahan J-hope mendekati Irene yang masih gugup,kedua tangan gadis di genggamnya."Ayo kita mulai keinginan mu."Bisik J-hope tepat di telinga gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2