
Dengan wajah tegasnya yang menggelap dan menyeramkan, Skylar berjalan seraya menarik paksa tubuh Starla. Amarahnya benar-benar membuncah sejak ia melihat istri pelacurnya didekap erat oleh pria lain—pria yang membuatnya nyaris tidak percaya bahwa Starla ternyata adalah sosok gadis yang Xander maksud selama ini. ternyata Starla adalah wanita yang dicari-carinya selama ini. Wanita yang telah didambakannya untuk dijadikan pasangan. Kebetulan yang benar-benar tak terduga.
Skylar bahkan mengabaikan suara ringisan Starla di belakang tubuhnya. Sungguh, ia tidak peduli lagi jika pergelangan tangan wanita murahan itu akan meninggalkan bekas cengkeraman yang berwarna kebiruan. Bahkan jika perlu, dia akan melakukan hal yang lebih buruk lagi untuk memenuhi lebam di seluruh tubuh cantik wanita murahan itu.
Skylar berjalan melewati rekan-rekan bisnis yang menatap heran kepada keduanya. Persetan dengan penilaian mereka. Saat ini, benaknya hanya dipenuhi oleh keinginan untuk menyiksa Starla habis-habisan. Ia benar-benar dibutakan oleh amarah yang menggerogoti perasaannya. Pria itu bahkan tidak menyadari bahwa ada seseorang yang juga tengah berjalan berlawanan arah dengan mereka.
"Oh, Mr. Skylar?" seru seorang pria yang baru saja bertubrukan dengan bahunya. Membuat Skylar segera menghentikan langkahnya. Ia tidak membalas sapaan tersebut. Matanya semakin tajam ketika ia melihat siapa yang baru saja mengganggu jalannya.
"Ternyata kita bertemu di sini lagi." Pria itu tersenyum tulus yang dibuat-buat, lalu kembali berseru, "Bagaimana kabarmu? Oh, jadi ini istrimu?"
"Bisakah kau menyingkir dari hadapanku, Mr. Gavin?" tukas Skylar cepat, masih mencoba bersikap sopan santun di depan orang banyak.
Gavino terkekeh dan segera memberi jalan. "Ya, silakan!" Namun pria itu ternyata kembali melanjutkan ucapannya seraya melirik ke arah Skylar dengan tajam ketika bahu miliknya dan pria itu saling bersisian yang membuat Skylar kembali menghentikan langkahnya. "Wanitamu cantik sekali. Aku harap kau menjaganya dengan baik, Mr. Skylar."
Skylar yang mendengar itu hanya terkekeh sinis dan membalas tatapan serta senyum itu tak kalah bengisnya. "Terima kasih. Senang bertemu denganmu di sini, Mr. Gavin." Lalu kembali beranjak pergi meninggalkan Gavino yang menggeram marah di belakangnya.
Gavino menatap punggung keduanya sebelum kembali merekahkan senyuman penuh permusuhan.
Sepertinya dia benar-benar menemukan ide brilian untuk mengusik pria itu. Dia benar-benar akan menghancurkan Skylar dengan tangannya sendiri. Sialan!
****
Skylar menghempas kasar tubuh ringkih itu ke lantai. Membuat Starla merintih sakit ketika punggungnya menabrak ujung meja. Benar-benar sakit. Bahkan mungkin sebentar lagi akan meninggalkan memar di sana. Oh, ini sudah hal biasa bagi Starla. Wanita malang itu sudah sering kali mendapatkan hal yang lebih buruk dari ini.
__ADS_1
Pria itu kemudian berjongkok di depannya dengan satu lututnya yang menyentuh lantai. Merenggut rahang wanita itu dengan kasar dan memaksa menatap mata Starla yang berkaca-kaca.
"Ada hubungan apa kau dengan Xander?" pertanyaan itu mengalir begitu saja tanpa ia sadari sebelumnya.
Belum lagi ingatannya tentang malam itu, malam di mana Skylar mengusir Starla dengan kasar dari klub malam itu setelah menyebut nama Gabriella. Bukankah malam itu Skylar melihatnya bersama pria lain. Oh, astaga semuanya sudah terlihat jelas, pria itu pasti Xander. Pria yang mengantar Starla pulang bahkan menunggunya itu pasti Xander. Kenapa dia tidak mencari tahunya lebih dahulu. Sial!
"Aku rasa itu bukan urusanmu—"
Skylar menggerung marah mendengar ucapan Starla yang kembali menantangnya. "Katakan padaku, sialan!" sergah Skylar cepat seraya mengeratkan cengkeramannya, nyaris gagal mengendalikan dirinya untuk tidak membunuh wanita itu dengan tangannya sendiri.
"Aku pernah bekerja di perusahaannya. S—sakit, Skylar," lirih Starla bersamaan dengan air matanya yang jatuh menitik menyapa pipi mulusnya.
"Bohong!"
Starla menggeleng. "Aku tidak berbohong, Skylar. Hanya itu, kami tidak memiliki hubungan apa-apa selain bos dan karyawannya," ucap Starla dengan terbata-bata.
"Bukan seperti itu ..." ucapannya terhenti ketika Skylar menariknya berdiri lalu kembali mendorongnya ke dinding dengan kasar. " Sky ... m—maafkan aku."
Ia bisa melihat raut wajah lelaki itu yang mengeras dengan matanya yang merah. Pria itu tampak lebih mengerikan dari biasanya.
"Kau berulah lagi, wanita murahan! Aku sudah memperingatkanmu sebelumnya. Kenapa kau tidak pernah mendengar ucapanku?"
Wanita itu hanya bisa menggeleng-geleng lemah untuk menanggapi tuduhan yang dilayangkan oleh Skylar, yang membuat air matanya kembali menitik.
__ADS_1
"Lalu apa yang kau lakukan tadi, *****? Kau ingin menjual tubuh murahanmu itu pada mantan bosmu?" Skylar berteriak tepat di hadapan wanita itu dan kembali menegaskan. "Kau pelacurku! Hanya aku satu-satunya lelaki yang bisa menyentuhmu. Apa kau masih belum mengerti?"
Starla terisak kala Skylar mengeluarkan kalimat kejam itu. Benar-benar kejam. Pria terkutuk ini sudah benar-benar keterlaluan. Setelah merenggut semua kebebasan dan kehidupannya, ia dengan sengaja mengeluarkan kalimat tajam yang semakin menghancurkan harga dirinya. Lalu setelah itu, apalagi?"
"Biadab! Pemerkosa sialan! Kau pebisnis terpelajar, tetapi mulutmu sama sekali tidak berpendidikan. Pengecut! Kau ...." Starla terengah ketika ia mencoba mengeluarkan makiannya untuk lelaki iblis itu. "Kau hanya bisa memperkosa wanita lemah sepertiku. Kau tidak tahu malu, Skylar!"
Skylar menyeringai mendengar hinaan itu. Alih-alih tersinggung, pria itu justru kagum dengan keberanian wanita yang masih saja terus mencoba melawannya, padahal mereka tahu akhirnya akan seperti apa. Starla pada akhirnya yang akan kembali mengalah dan tersakiti.
"Kau terlalu banyak bicara. Bagaimana jika kau menerima hukumanmu dan melayani pemerkosamu ini?" Lelaki itu menelengkan kepalanya ketika menatap Starla dan melecehkan wanita itu melalui tatapannya. "Dan aku akan kembali mengajarimu bagaimana menggunakan mulut sialanmu itu dengan baik. Karena sepertinya, kau masih belum memahami bahwa bibirmu hanya diciptakan untuk memuaskan hasrat lelaki. Kau memang serendah itu, Star."
Hening sesaat. Wanita itu tak lagi bersuara. Dan Skylar melihat wanita sedang menatapnya penuh dendam dan amarah.
"Diam dianggap setuju."
Lalu dengan sigap, ia melingkarkan satu tangannya di paha Starla dan mengangkatnya yang membuat wanita itu terkesiap tajam. Ia membawa sang wanita di atas bahunya tanpa memperdulikan Starla yang meronta hebat dan memukul punggungnya dengan beringas.
Skylar menjatuhkan tubuh Starla di atas ranjang lalu mengangkangi paha kecil itu. Kedua tangannya menangkap tangan Starla yang bergerak tidak karuan dan berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Skylar.
"Aku tidak mau! Lepaskan aku!"
Skylar menggerung marah, bisa-bisanya wanita di bawahnya itu masih berusaha menolaknya. Tidakkah dia sadar kalau segala bentuk penolakannya hanya sia-sia, Skylar akan terus memaksanya sampai wanita itu tunduk dan patuh kepadanya.
"Kau harus mau!"
__ADS_1
"Tidak!"
Api amarah itu langsung merambat cepat ke diri Skylar ketika melihat Starla yang semakin memberontak di bawah tubuhnya. Entah mengapa wanita murahan itu masih selalu bersikeras menolaknya. Wanita murahan ini tidak bisa dibiarkan lagi. Pria itu bangkit dan menarik Starla, memaksa wanita itu agar mengikuti langkahnya.