Tawanan Sang Devils'

Tawanan Sang Devils'
Try


__ADS_3

Malam sudah tiba itu tandanya ini adalah waktunya Starla pulang ke rumah Skylar kembali. Dan dia belum menemukan cara untuk bisa terbebas dari cengkeraman Skylar. Dia juga belum sempat berbicara kembali dengan dokter Alex dan dia berharap banget bisa diberikan kesempatan untuk berbicara empat mata dengan dokter tersebut.


"Kau tampak sedih." Suara itu membuat Starla terlonjak kaget, dia menoleh dan mendapati dokter Alex berdiri di ambang pintu, dan tengah menatapnya cemas. "Apakah kau baik-baik saja?"


Kenapa hidupku tidak bisa baik-baik saja? Tiba-tiba dia merasa sedih atas perjalanan hidupnya. Terlebih lagi dihadapkan pada dokter Alex yang selalu tampak ceria dan tanpa beban membuat Starla ingin menangis, dan matanya mulai berkaca-kaca, di lain kesempatan juga dia merasa senang karena akhirnya dokter itu menghampirinya dan itu tandanya dia punya kesempatan untuk berbicara empat mata dan membeberkan segala masalahnya dan mengatakan betapa tersiksanya dia hidup bersama Skylar. Sungguh, dia benar-benar tidak sanggup lagi menjalani rumah tangga bersama Skylar. Hidupnya benar-benar tersiksa.


"Hei … hei …." Dokter Alex mendekati ranjang dan menyentak lengan Starla. "Kenapa, Starla? Apakah kau baik-baik saja?"


Starla menganggukkan kepalanya, mengusap air matanya dengan malu. "Saya baik-baik saja, Dokter"


Dengan ragu dokter Alex duduk di tepi ranjang. "Apakah kau bertengkar dengan suamimu, tuan Skylar? Aku mengerti mengingat sifat keras dan dominannya yang terkenal itu … pasti berat menjadi istrinya."


Starla menatap dokter Alex dengan tajam. "Aku tidak menginginkan menjadi istrinya. Aku membencinya setengah mati, hingga ingin membunuhnya," desis Starla penuh kemarahan.


Dokter Alex terpana kaget. "Apa? Bukankah … bukankah kalian—"


"Dok, aku sama sekali tidak mencintainya. Aku dijadikan istri dengan paksa, aku disekap di rumahnya selama ini." Dan semua cerita itu mengalir dari mulut Starla, mulai dari dia diculik paksa dari apartemennya sendiri kemudian disekap lalu dinikahi dengan paksa.


Dokter Alex mendengarkan semua dengan takjub, dan ketika semua kisah itu berakhir, dokter Alex menatap Starla tak percaya.

__ADS_1


"Wow … tunggu sebentar, beri aku waktu, aku tak tahu harus bicara apa."


Starla menatap dokter Alex penuh tekad. "Saya mohon bantuan Dokter untuk melepaskan saya dari sini. Saya mohon dokter, sebelum saya di bawah Skylar kembali ke rumahnya dan disekap kembali. Tolong bantu aku keluar dan bawa aku dari sini, saya hanya ingin melepaskan diri dari cengkeraman Skylar, dia lelaki yang sangat jahat dan keji. Mungkin saya akan berakhir mati di tangannya, jika terus bertahan di sampingnya."


Dokter Alex tercengang mendengar kata-kata Starla. "Tetapi bagaimana caranya? Bukankah sebentar lagi tuan Skylar akan menjemputmu dan membawamu kembali pulang ke rumahnya. Dan kau pasti tahu penjagaan di sana lebih ketat, aku tidak punya kuasa sebesar itu untuk melawan tuan Skylar."


Starla memang menyesali keputusannya sendiri, seandainya dia tahu kalau ternyata dokter Alex adalah orang baik yang bisa membantunya, mungkin dia akan mengulur waktu agar dia bisa tetap dirawat di rumah sakit ini dan membuat Skylar percaya kalau memang dia lebih pantas dirawat di rumah sakit dibanding di rumah. Tetapi kalau sekarang dia protes, Skylar pasti akan curiga kepadanya dan berpikiran yang tidak-tidak, bisa saja dia semakin diawasi dengan ketat dan Starla tidak mau itu.


"Aku mohon, Dokter. Lakukan sesuatu, di rumah penjagaannya hanya di depan saja. Tetapi di belakang rumah hanya ada taman. Mungkin di situ ada pintu keluar. Aku mohon, Dokter Alex."


Dokter Alex sangat kasihan melihat wajah memelas dan permohonan itu dari Starla. Hanya saja dia belum ada bayangan bagaimana caranya dia bisa membebaskan wanita itu dari cengkeraman Skylar yang jahat itu. Tetapi dirinya tidak akan mungkin membiarkan Starla hidup menderita di tangan Skylar, dia harus menemukan caranya.


****


Skylar masuk ke kamarnya selang beberapa menit setelah dokter Alex pergi dan Starla senang karenanya, itu berarti tidak mungkin Skylar mendengar percakapannya dengan dokter Alex tadi.


"Kita sudah harus pulang ke rumah, Starla."


Ingin rasanya Starla mengulur waktu, agar Skylar tetap membiarkannya dirawat di rumah sakit ini, agar dokter Alex lebih mudah membawanya kabur. Tetapi itu tidak masuk akal untuk Skylar, terlebih lagi beberapa perawat kini sudah masuk dan membantunya bersiap. Starla tentu saja tidak bisa mengeluarkan suara, dan tetap mengikuti kemauan pria itu. Hanya saja dia masih berharap, kalau dokter Alex bisa menemukan cara itu dan dia bisa secepatnya terlepas dari cengkeraman Skylar.

__ADS_1


Di dalam perjalanan pun, keadaan begitu hening dan mencekam. Di sampingnya Skylar tampak sibuk dengan tab di tangannya, sedangkan Andreas yang menjadi supir mereka juga tampak serius dengan jalanan di depannya. Mereka semuanya tenggelam dalam dunianya sendiri. Membuat Starla muak.


Starla baru bisa kembali mengulas senyum, saat mereka sudah sampai di rumah dan beberapa pelayan menyambut kedatangannya. Bahkan Jeane kini menyambutnya dengan tangisan, membuat Starla merasa terharu dan merasa memiliki keluarga yang hangat.


"Oh Tuhan, Nyonya Wolves. Aku begitu ketakutan setelah mendengar Anda kecelakaan dan sangat bahagia melihatmu pulih kembali."


Starla balas memeluk wanita paruh baya itu. "Aku sudah baik-baik saja, Jeane. Terima kasih karena telah mengkhawatirkan aku."


Setelah itu, Skylar kemudian kembali membawa Starla masuk ke dalam rumah. Ada satu suster yang ikut dan akan merawat Starla, sedangkan dokter Alex akan datang berkunjung di waktu-waktu tertentu.


Hal itu juga yang membuat Starla bahagia. Itu tandanya dia masih punya kesempatan untuk meminta tolong pada dokter tersebut. Semoga saja dalam waktu dekat ini, dokter Alex bisa membebaskannya dari rumah ini.


****


Sosok yang selalu berada dalam bayangan gelap itu mengawasi semuanya dari dalam mobil yang di parkir secara tidak kentara dekat dengan gerbang rumah Skylar.


Bagus mereka semua sudah kembali ke kediamannya. Mungkin ini akan lebih mudah, dia akan mulai kembali menyusun rencana untuk membunuh Skylar dan pelacurnya itu. Skylar pasti akan menyibukkan diri mencari cara untuk menghancurkan Gavino, padahal mereka tidak tahu ada yang lebih kejam tengah mengintai kehidupannya.


Pembunuh bayaran bermental psikopat itu tak pernah gagal membunuh targetnya. Ketika targetnya terlepas, dia akan memburunya sampai ke ujung dunia pun, dan menyiksanya sampai mati. Dan di kali keduanya, dia tak akan pernah gagal.

__ADS_1


__ADS_2