
"Kita sudah berhasil melacak mobilnya, Tuan Skylar." Andreas datang dengan terengah-engah, mendatangi Skylar yang telah menunggu sejak tadi sambil mondar-mandir tak tenang di dalam ruangannya.
Skylar langsung berdiri dari tempatnya dan bergegas, dia menyiapkan senjatanya, belati berat yang memang selalu dibawa-bawanya yang berada di kakinya dan sebuah magnum miliknya. Kalau dia harus membunuh demi Starla, akan dia lakukan. Lelaki itu memejamkan matanya, semoga saja dia tidak terlambat datang dan dia masih bisa berhasil menyelamatkan wanita itu.
****
Mata Starla hanya bisa menatap dalam ketakutan, lelaki di depannya ini sudah berubah total, dari lelaki ramah dan baik hati kini menjelma menjadi monster yang menakutkan. Setelah tertangkap basah menemukan sesuatu yang mengerikan dan telah disembunyikan oleh pria yang berkedok dokter dan berpura-pura menjadi orang baik dan berniat membantunya, kini tubuhnya diikat di sebuah kursi dan Starla sepenuhnya tidak bisa bergerak, di bawah kuasa psikopat gila yang sekarang sedang berjalan mondar-mandir sambil memainkan sebilah pisau tajam yang mengkilap di tangannya.
"Membunuh dengan pisau adalah favoritku." Dokter Alex memainkan pisau itu di dekat Starla, membuat kilatannya menyilau dalam kegelapan. "Karena itulah aku dipanggil pembunuh psikopat gila." Lelaki itu kembali terkekeh mengerikan melihat sinar ketakutan yang terpancar dari mata Starla. "Ya, kenalkan, Starla. Aku adalah pembunuh bayaran yang bermental psikopat gila yang kalian cari-cari itu."
Starla mencoba meronta, kengerian merayapi dirinya ketika menyadari bahwa lelaki di depannya ini bukan saja orang jahat, tetapi dia adalah psikopat gila yang begitu menakutkan yang pernah diceritakan oleh Skylar. Astaga ... kenapa Starla harus tertipu dengan kebaikan yang diperlihatkan oleh pria itu, tetapi karena keinginannya untuk terbebas dari Skylar, dia sampai harus dibodohi seperti ini. kau memang benar-benar bodoh, Starla!
Dokter Alex hanya tertawa melihat usaha Starla yang sia-sia untuk melarikan diri, dia kemudian mendorong kursi Starla ke dinding dan menekan pisaunya di pipi Starla.
"Pisau ini sangat tajam." Dokter Alex memain-mainkan pisau itu di pipi Starla. "Aku ragu apakah Skylar masih mau menjadikanmu istri pelacurnya kalau mukamu sudah rusak diakibatkan oleh pisau tajamku ini."
__ADS_1
Pria gila itu meletakkan besi dingin tersebut ke pipi Starla membuat mata wanita itu terpejam ketakutan. Tetapi kemudian kata-kata dokter Alex membuatnya marah. "Aku bukan istri pelacurnya, Brengsek!" Dengan lantang Starla meneriakkan bantahannya. Tetapi setelah mengucapkan kalimat itu, dia langsung tersadar akan sesuatu. Bukankah Skylar selama ini memang menganggapnya hanya sebagai pelacur, jadi perkataan pria ini memang benar adanya. Tetapi kenapa mendengar langsung dari orang lain, membuat Starla sangat marah dan tidak menerimanya.
"Bukan pelacur katamu? Kau menikah secara paksa, kau ditiduri layaknya seorang pelacur. Kau menerima segala fasilitas darinya dengan suka rela, kau menerima saja dijadikan istri dan pelacur secara bersamaan. Dan aku membayangkan kepuasan yang aku dapatkan ketika dia menyaksikan tubuhmu yang sudah mati, penuh dengan sayatan pisau." Dokter Alex berkata dengan penuh emosi.
Lalu dokter Alex kembali tertawa dengan mengerikan. "Mari kita mulai ritual ini ... aku akan menyayatmu pelan-pelan di bagian-bagian tubuhmu, hingga kau akan mati secara pelan-pelan karena kehabisan darah." Pisau itu sudah berkelebatan dengan main-main di depan Starla. "Lalu aku akan membuang tubuhmu yang sudah penuh sayatan dan bersimbah darah di depan mata Skylar. Saat itu juga, aku pasti akan puas sekali menyaksikan penderitaannya. Sebelum kemudian akan kuhabisi Skylar dengan tanganku sendiri."
Dengan tawa mengerikannya yang terkekeh dan menakutkan, dokter Alex mengayunkan pisaunya dan menakutkan. Dokter Alex mengayunkan pisaunya, dan dalam sekejap, Starla merasakan perih karena sayatan besi tajam itu di lengannya.
****
Dokter Alex sudah melukai Starla dengan dua sayatan berdarah di lengan wanita itu, membuat Starla meringis menahan sakit dan nyeri dalam kondisi terikat di kursi dan sudah hampir kehilangan kesadarannya.
"Lepaskan dia, brengsek!" Suara Skylar terdengar dingin, mencoba menahan kemarahannya dengan terkendali. Lelaki itu sedang memegang pisau di dekat Starla. Dia tidak ingin wanita itu terluka lebih dari ini.
Dokter Alex kemudian membalikkan tubuhnya dan tersenyum melihat Skylar berdiri di ruangan itu. "Ah ... sang pangeran penyelamat akhirnya datang juga." Dengan tenang dokter Alex mengacungkan pisaunya ke arah Skylar. "Kau lihat, Skylar. Istri pelacurmu ini sedang dalam proses meregang nyawa. Tadinya aku ingin mempersembahkannya mati tersayat tepat di hadapanmu, tetapi rupanya kau terlalu cepat datang. Tetapi sepertinya itu lebih seru, kau bisa menyaksikannya secara langsung dia mati perlahan-lahan kehabisan darah."
__ADS_1
Pria itu kemudian tertawa terbahak-bahak yang terdengar cukup menjengkelkan. Membuat Skylar semakin dipenuhi oleh amarah besar yang tidak tak tertahankan lagi.
"Aku akan membunuhmu! Kau tahu itu?" geram Skylar marah.
Tawa dokter Alex malah membahana ke seluruh ruangan. "Tentu saja, sekarang pun aku tahu bahwa seluruh pengawalmu sedang mengepung tempat ini. Mereka siap menembakku kapan pun aku lengah." Dengan cepat dokter Alex bergerak ke sebelah Starla dan menempelkan pisau tajam itu ke lehernya. "Tetapi sebelum kau membunuhku, aku akan membunuh wanita murahan bodoh ini lebih dulu."
Starla terkesiap, menahan sakit dan ketakutan ketika besi dingin itu menempel di lehernya, lapisannya yang tajam telah menyayat sedikit kulit lehernya, menimbulkan sedikit rasa perih di sana.
"Kalau kau lakukan sesuatu kepadanya, aku bersumpah kau akan mati secara mengerikan di tanganku." Kali ini Skylar sudah tidak bisa menahan kemarahannya lagi. "Aku akan membunuhmu dengan pelan dan mengerikan hingga kau akan merasakan setiap detik demi detik menjelang kematianmu, sialan!"
"Kau ketakutan, Skylar. Kau takut aku menyakiti pelacur ini, bisa kulihat dari pancaran matamu," ucap dokter Alex menatap Skylar dengan senyuman gilanya, dan memain-mainkan pisaunya di leher Starla. "Satu sayatan saja, aku akan memotong nadinya, tepat di leher ... darahnya akan memancar keluar dan dia akan mati dengan cepat. Tepat di depan kedua matamu, dan aku rela mati demi kepuasan menyaksikan adegan itu." Lalu dengan gerakan secepat kilat, dokter Alex mengangkat pisaunya, lalu membuat gerakan menghujam untuk menikam leher Starla.
Oh Tuhan, apakah ini adalah akhirnya? Dia akan mati di tangan psikopat gila, alih-alih di tangan seorang Skylar yang memang sejak dahulu mengikrarkan sebuah janji untuk membunuhnya melalui tangannya sendiri. Dia takut akan kematian ... dia takut mati dengan secara brutal seperti ini.
Dia tidak siap ... dia takut akan kematian.
__ADS_1