Tawanan Sang Devils'

Tawanan Sang Devils'
Honest


__ADS_3

"Selamat sore! Sepertinya kau sudah lebih sehat dari tadi pagi." Dokter Alex menyapa lagi di sore harinya setelah memeriksa keadaan Starla. "Dan aku lihat makan siangmu masih utuh. Kenapa kau tak memakannya?"


Starla mengernyit meskipun mencoba tersenyum lemah kepada dokter Alex. "Saya masih mual dan muntah-muntah, Dokter."


"Atau sebaiknya kau tetap dirawat di sini. Mungkin aku bisa meminta tuan Skylar untuk tetap mengizinkanmu dirawat di rumah sakit ini?" saran dokter Alex kembali.


Starla menggeleng. "Tidak perlu, Dokter. Sepertinya aku memang butuh dirawat di rumah saja."


"Kalau begitu, kau harus makan. Aku akan memesankan menu lain untukmu, mungkin sup panas dan jus buah bisa menggugah selera makanmu?"


Mau tak mau Starla tersenyum melihat betapa bersemangatnya dokter Alex dalam merawatnya. "Terima kasih, Dokter Alex."


Dokter muda itu menganggukkan kepalanya. "Aku hanya tidak menyangka perempuan seperti kau yang menjadi istri dari tuan Skylar."


Starla seketika tertegun mendengar perkataan dokter Alex itu. "Apa?"


Wajah dokter Alex memerah karena malu, dia tampak menyesal telah mengucapkan kata-kata itu. "Ah, maafkan aku, Starla. Lupakan aku telah mengucapkannya, ya?


Starla menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa, Dokter. Semua yang melihatku pasti akan merasa aneh melihat wanita yang jauh dari kata standar menjadi istri Skylar."


"Tetapi sebenarnya Anda salah, Starla. Apa lagi melihat tingkah Tuan Skylar di ruang gawat darurat kemarin." Dokter Alex terkekeh pelan.


Starla mengernyitkan matanya lagi, memangnya apa yang dilakukan Skylar di ruang gawat darurat kemarin?


Dokter Alex sepertinya tahu bahwa Starla penasaran dengan kalimatnya tersebut. Dia mengangkat bahu, kemudian kembali bertanya, "Tetapi jangan bilang padanya kalau aku membicarakan tentangnya di belakangnya, ya. Sampai sekarang aku masih merinding mengingat tatapan membunuhnya ketika mengancam akan menghabisi semua dokter dan perawat di sini kalau mereka tidak berhasil menyelamatkanmu." Ditatapnya Starla dengan tatapan menyesal. "Sungguh, siapa pun yang melihat kelakuannya kemarin pasti akan mengambil kesimpulan yang sama, bahwa Tuan Skylar adalah seorang suami yang amat sangat mencintai dan mencemaskanmu. Dia begitu khawatir akan keadaanmu."

__ADS_1


Starla memalingkan wajah, tidak tahu harus berkata apa, semua informasi baru itu masih tidak bisa dipercayainya dengan mudah. Kata-kata dokter Alex itu terdengar tak masuk akal. Mungkin dia salah orang, bukan Skylar yang diceritakannya.


"Ah ya, dan sebenarnya dia turut andil dalam menyelamatkan nyawamu," lanjut dokter Alex kembali.


Seketika Starla menatap dokter Alex dengan bingung. Dokter itu kemudian mendesah pelan. "Hm ... dia tidak bilang padamu, ya? Astaga, kalau begitu jangan bilang kalau kau tahu dari aku, Starla."


"Tahu tentang apa?"


"Malam itu kau kehabisan banyak darah, dan Tuan Skylar yang kebetulan golongan darahnya sama denganmu memaksa kami mengambil darahnya untukmu. Sebenarnya kami tidak boleh melakukannya, karena tuan Skylar juga baru saja selamat dari kecelakaan yang sama, tetapi dia tetap memaksa dan keras kepala serta mulai mengancam. Dan benar kata orang, tidak akan ada seorang pun yang berani melawan apa yang dikatakan oleh Tuan Skylar. Dia benar-benar menakutkan."


Kejutan lagi. Starla tidak suka dia harus berhutang nyawa kepada lelaki iblis itu. Tetapi entah kenapa, perasaan bahwa darah lelaki itu mengalir di pembuluh nadinya membuat dadanya berdesir oleh suatu perasaan aneh, seolah-olah bagian dirinya Skylar sekarang ada di dalam tubuhnya, di dalam dirinya.


Dokter Alex menghela napas melihat Starla termenung. "Ah seharusnya aku tidak terlalu banyak bicara, kau harus segera beristirahat. Bukankah malam ini kau sudah harus pulang ke rumah?"


Ketika dokter Alex sudah sampai di pintu, Starla memanggilnya. "Dokter ...."


Starla menggelengkan kepalanya. "Ah tidak apa-apa, Dokter Alex. Lupakan saja, terima kasih sudah merawatku."


Dokter Alex tersenyum. "Aku hanya melakukan tugasku, tetapi sekaligus aku senang kalau pasienku makin membaik dan segera lekas sembuh."


Ketika dokter Alex pergi, Starla tercenung. Cerita dokter Alex tadi membuatnya bingung. Benarkah itu semua? Bahwa Skylar sangat mencemaskan keselamatannya? Bukankah pria itu terlalu bodoh menyelamatkan musuhnya sendiri, sampai melakukan transfusi darah untuknya.


Pikiran Starla teralihkan oleh kesadarannya bahwa dia saat ini tidak sedang dikurung di rumah Skylar yang ber-penjagaan ketat, dia ada di area publik. Sebuah rumah sakit, dan itu berarti kesempatannya untuk melarikan diri semakin besar. Dia harus melepaskan diri dari cengkeraman Skylar karena dia merasa takut untuk terus menerima dendam yang tidak berkesudahan itu. Dan Starla perlu ada yang menolongnya untuk pergi dari tempat itu.


Dokter Alex? Bisakah dokter itu menolongnya? Jika Starla meminta padanya, akankah dokter Alex mengerti? Dari perkataannya tadi, tampak jelas kalau dokter Alex menganggap Starla adalah istri tercinta dari Skylar. Bagaimana jika dia menceritakan yang sebenarnya? Mungkinkah dokter Alex bersimpati padanya dan menolongnya? Atau mungkin malah akan melaporkannya pada Skylar?

__ADS_1


Hal itu membuat Starla ketakutan setengah mati, dia tidak bisa terus-terusan berada dalam cengkeraman Skylar. Dia sudah tidak sanggup lagi.


****


Skylar masuk kamar beberapa menit kemudian. Pria itu tampak baru saja pulang dari kantor, terlihat dari dasinya yang sudah tidak lagi terpasang sempurna, dan lengan bajunya yang digulung sampai siku.


"Bagaimana keadaanmu?" Skylar menatap Starla tajam tanpa senyum.


Seketika Starla menatap Skylar, mau tak mau pembicaraan tentang darah Skylar kini juga mengalir di dalam tubuhnya, benar-benar membuatnya muak.


"Bukan urusanmu."


"Starla." Skylar memanggil nama Starla dengan nada jengkel. "Kau harus segera bersiap, kita harus pulang ke rumah. Di sini tidak aman."


"Kau yang diincar oleh musuh-musuhmu, kenapa aku yang harus repot?" sela Starla dengan tatapan berapi-api.


Skylar membalas tatapan Starla tak kalah tajam. "Karena kau adalah istriku. Dan psikopat itu mengincar kita berdua."


Psikopat? Kenapa itu terdengar menakutkan dan mengerikan?


"Gavino menyewa pembunuh bayaran yang bermental psikopat. Dia selalu berhasil membunuh siapa pun yang menjadi targetnya. Dan kemarin kita berhasil lolos dari kecelakaan yang direncanakan oleh psikopat itu. Dia tidak akan berhenti sebelum dia berhasil membunuh kita berdua."


Bulu kuduk Starla meremang, psikopat itu terdengar begitu mengerikan.


"Kau hanya akan aman kalau berada dalam pengawasanku. Dan kalau kau tetap berada di sini, aku tidak bisa selalu stand by menjagamu. Oleh sebab itu, kau harus berada di rumahku dengan penjagaan yang ketat."

__ADS_1


Starla tidak menjawab, dia hanya membiarkan Skylar yang keluar untuk mengurus administrasi rumah sakit. Sedangkan Starla berpikir keras untuk mencari cara agar bisa terbebas dari Skylar dan psikopat gila itu. Mungkin jalan satu-satunya adalah dokter Alex. Ya, pria itu pasti bisa membantunya.


Starla harus mencari cara supaya bisa berbicara secara pribadi dengan dokter muda itu. Dan dia akan membeberkan segala masalahnya. Sebelum Skylar membawanya pergi dari rumah sakit ini, dia perlu berbicara dengannya. Ya, harus!


__ADS_2