Tawanan Sang Devils'

Tawanan Sang Devils'
Blurry


__ADS_3

Malam itu jam delapan, seperti malam-malam biasanya, jika sore hari para pramuwisma dan beberapa penjaga akan pulang ke kediaman mereka masing-masing, terlebih lagi kalau Skylar berada di rumah. Hanya ada dua penjaga yang berjaga di depan gerbang, selebihnya tidak berpenjaga.


Tetapi berbeda dengan Jeane, sejak Starla ke luar dari rumah sakit sampai sekarang, wanita paruh baya itu ditugaskan untuk menjaga dan sekaligus merawat Starla. Sedangkan dokter Alex dan satu orang perawat, setiap jadwal pemeriksaan Starla mereka akan datang tepat waktu.


Seperti malam ini, mereka datang tepat waktu. Skylar tentu saja mempercayai mereka sehingga membiarkannya keluar masuk ke dalam kediamannya, Skylar tidak tahu saja kalau sejak beberapa hari ini Starla dan dokter Alex sedang menyusun rencana untuk kabur dari rumah ini tanpa ketahuan oleh penjaga dan terlebih lagi oleh Skylar. Oleh karenanya, mereka berdua sangat berhati-hati dalam mengambil kesempatan.


Ketika Starla menyadari bahwa Skylar sudah keluar dari kamarnya, dan berpindah tempat ke ruang kerjanya bersama Andreas. Starla tidak akan membuang waktu lebih lama lagi, dia harus melancarkan aksinya, yang sudah disusun dengan apik bersama dokter Alex.


"Jeane, entah kenapa malam ini aku sangat menginginkan memakan bubur buatanmu seperti tadi pagi. Apakah malam ini aku boleh mendapatkannya kembali?"


Tadi pagi, Jeane memang berinisiatif membuatkan bubur untuk Starla karena wanita itu tidak bernafsu makan. Dan benar saja, bubur buatannya yang memang sangat enak bisa membangkitkan nafsu makan Starla kembali, dan untuk pertama kalinya wanita itu menandaskan satu mangkuk bubur yang tentu saja membuat Skylar senang. Oleh karena itu, secara pribadi Skylar meminta Jeane untuk selalu membuatkan Starla bubur buatannya tersebut.


"Tetapi ... bukankah Anda baru saja selesai menghabiskan makan malam?"


Starla memasang wajah memelasnya. "Please ... aku masih lapar. Dan tiba-tiba aku menginginkan bubur tersebut setelah teringat kembali."


Jeane tentu saja tidak akan membiarkan Starla hanya bersama dokter tersebut di dalam kamar. Bisa-bisa Skylar akan membunuhnya kalau dia tidak becus menjaga istri dari tuannya tersebut. Oleh karena itu, sebisa mungkin dia akan mengulur waktu, agar Starla bisa menunggu sampai dokter dan perawat tersebut usai memeriksa Starla dan pergi dari rumah tersebut.


"Tunggu sampai kamu selesai diperiksa, ya. Setelah itu aku akan membuatkan Anda bubur seperti permintaan Anda."

__ADS_1


Starla menggeleng tegas. "No! Aku maunya sekarang. Lagian apa yang kamu takutkan, Skylar ada di rumah ini, aku tidak mungkin berani melakukan sesuatu yang bisa membuat Skylar murka. Jadi kau tenang saja, aku tidak akan melakukan sesuatu yang akan membuatmu terbunuh."


Karena kalimat meyakinkan tersebut, mau tidak mau Jeane percaya dan dengan berat hati meninggalkan kamar tersebut untuk menuju dapur dan menyiapkan bubur seperti permintaan Starla. Meskipun merasa aneh dengan permintaan tiba-tiba wanita itu, tetapi Jeane mencoba menghalau pemikiran buruknya itu. Seperti perkataannya, Skylar ada di dalam rumah ini. Starla tidak mungkin segila itu untuk melakukan sesuatu yang akan membahayakannya, bukan?


Setelah kepergian Jeane, yang berarti kini mereka hanya bertiga di dalam kamar. Dokter Alex segera mempersiapkan jarum suntik. Dan yang tidak disangka oleh Starla, ketika perawat itu sudah bergerak untuk memeriksa infus Starla, dokter Alex tiba-tiba menyuntikkan jarum suntik tersebut ke tubuh perawat wanita itu. Dalam hitungan detik, tubuh perawat itu langsung ambruk tak sadarkan diri. Dokter Alex dengan sigap menopang tubuh perawat itu dan menyandarkannya di ranjang.


"Kau bisa bangun? Kita harus bergerak cepat sebelum wanita itu datang dan memergoki kita," ucap dokter Alex dengan cepat.


Starla masih terpana akan kesigapan gerakan dokter Alex. Sampai kemudian dia tersadar bahwa dokter Alex sedang bertanya padanya dan mengingatkannya agar bergerak cepat, oleh karena itu dia langsung menganggukkan kepalanya.


"Bagus, bisakah kau menukar bajumu dengan pakaian perawat itu? Aku akan berada di dalam kamar mandi untuk memberimu privasi. Kau harus bergerak cepat, Star." Dokter Alex langsung bergerak memasuki kamar mandi dan menunggu Starla menyelesaikan penyamarannya.


Dengan sigap, melupakan bahwa kepalanya masih sakit jika bergerak banyak, Starla mencoba berdiri, dan ketika bisa dia langsung melepas pakaiannya dan menukarnya dengan baju perawat itu.


Setelah semua beres, Starla mengetuk pintu kamar mandi dan menginformasikan kepada Dokter Alex untuk segera keluar dan mengangkat perawat yang masih pingsan itu dan membaringkannya di atas tempat tidur Starla, lalu menyelimuti perawat tersebut.


"Kita akan aman selama kita tidak berpapasan dengan wanita itu ataupun tuan Skylar. Dan aku sangat berharap kalau kita tidak akan berpapasan dengan mereka. Kalau untuk penjaga di depan gerbang, kau hanya harus bersikap biasa dan tidak menimbulkan kecurigaan," ucap dokter Alex ketika Starla memasang topi perawat di kepalanya, lalu mendekap pemeriksaan di dadanya seperti yang dilakukan oleh perawat tersebut. "Ayo!"


Jantung Starla berdegup kencang ketika dokter Alex membuka pintu kamar. Suasana lengang menyambut keduanya, Skylar memang sangat bodoh karena membiarkan rumah sepi seperti ini. Dia sangat percaya kalau dia bisa menjaga Starla, padahal dia tidak tahu saja kalau orang yang dipercayainya yang bebas masuk ke luar rumah, adalah orang yang telah bekerja sama dengan Starla.

__ADS_1


Tetapi ini adalah sebuah keuntungan yang sangat besar, Skylar pasti masih sibuk dengan Andreas di dalam ruangan kerjanya. Dengan hati-hati, keduanya menapaki anak tangga satu-persatu, berharap tidak ada yang memergoki aksinya untuk kabur dari rumah tersebut.


"Apakah pemeriksaannya telah selesai?"


Sebuah suara dari arah belakang membuat Starla menegang seketika, tubuhnya menggigil dan kakinya berubah gemetaran. Dia hanya bisa menunduk dan membiarkan dokter Alex yang menjawab pertanyaan tersebut.


"Sudah selesai, dan Nyonya Starla sedang beristirahat saat ini. Kalau begitu aku permisi terlebih dahulu."


Setelah mengucapkan kalimat tersebut, dokter Alex dengan cepat kembali menghela Starla untuk berjalan cepat, namun lagi-lagi suara tersebut menghentikan langkah keduanya.


"Apa kalian akan pergi begitu saja? Tidak berpamitan dengan Tuan Skylar?"


Dokter Alex kembali menoleh dan menjawab pertanyaan tersebut. "Tidak perlu, Jeane. Ini sudah hampir larut malam dan sepertinya tuan Skylar sedang banyak pekerjaan. Besok pagi ketika jadwal pemeriksaan nyonya Starla, aku akan meminta maaf padanya. Sekali lagi kami permisi terlebih dahulu."


Tanpa menunggu jawaban dari Jeane, keduanya kembali mengambil langkah cepat untuk segera keluar dari rumah tersebut dan membiarkan Jeane dengan segudang kecurigaan bergerak cepat menaiki kamar Starla dengan semangkuk bubur yang mengepul dan mengeluarkan aroma yang menggugah selera.


Dua penjaga di depan gerbang tampak sedang bercakap-cakap. Dokter Alex mengangguk pada mereka setelah membuka kaca jendela mobilnya. Setelah dirasa tidak ada yang mencurigakan, salah satu di antara mereka membuka gerbang rumah tersebut dan membiarkan mobil dokter Alex bebas keluar dari rumah itu.


Ketika akhirnya mobil mereka membelok di ujung jalan, pertanda bahwa mereka sudah cukup jauh dari rumah Skylar tanpa ketahuan, Starla menarik napas, lega luar biasa.

__ADS_1


Oh Tuhan, thank you! Akhirnya dia bisa terbebas dari cengkeraman Skylar.


__ADS_2