
Aku merebahkan Diri dikamar milik ibu. Pertemuanku dengan Selin dan Papa menemukan kesepakatan , bahwa Aku harus Tunangan lebih dulu, dengan Selin. Memikirkan itu, benar-benar membuatku pusing,
kenapa semuanya jadi rumit seperti ini ! Seandainya waktu bisa diulang. Aku tidak akan pernah melakukan hal yang akan ku sesali akhirnya. Selin adalah gambaran sempurna seorang wanita. Sungguh dia diciptakan tanpa cacat, semua yang ada di dirinya, membuat orang disekitarnya seolah terhipnotis akan kesempurnaannya.
Aku begitu bahagia saat tahu dia mau menerimaku lebih dari sekedar teman, sungguh kesempurnaan sosok selin waktu itu membuatku merasa rendah diri. Terlebih , saat aku harus bersaing dengan sosok-sosok berkharisma dengan kekayaan jauh diatasku. kurasa semua orang akan Setuju jika Zaman sekarang harta diatas segalanya. Tapi ketika sosok Selin menerimaku diantara pilihan yang menurutku sangat tidak mungkin bagiku, untuk memenangkan hati Selin. Pandangan Ku pada sosok gadis Cantik itu berubah. Dia seolah sebuah bukti jika cinta tak memandang harta. Selin mampu membiusku dengan sejuta pesonanya.
Tapi sekarang ! Semua nampak berbeda, menatapnya tak lagi membuatku merasakan debaran menggelora di dada. magnetnya seakan hilang . Semuanya tampak hambar. Tidak dia tidak berubah, pesonanya masih sama. Dia tidak layu ketika ku renggut sesuatu yang paling berharga di dirinya. Hanya Saja, Rasa ini yang telah beralih pada tempatnya .
Aku tahu , seharusnya aku tidak berpikiran sebrengsek ini .Tapi kenyataannya, Selin tak lagi mampu membuatku betah lama-lama disisinya.
Apa ini tentang Meyra ! ah ya . Meyra, Apa kabar wanita itu ? aku bergegas mengambil Hp dan berusaha menghubunginya, dan sialnya Nomorku masih diblokir oleh wanita itu.
" Den ! Ada Den Roby didepan "
Suara mbok Jum, mengalihkan fokusku. wanita parubaya yang telah lama mengabdi dirumah ini sebagai pembantu itu ,menatapku prihatin.
" Dari tadi mbok manggil didepan pintu Aden nggak jawab. makanya mbok masuk ! Den Kevin nggak kenapa-napa kan ? mau mbok pijitin ? "
Aku menggelengkan kepalaku sebagai jawaban. Aku dan Mbok Jum memang sangat dekat. Bahkan melebihi kedekatan dengan Almarhumah ibu. kurenggangkan semua otot tubuhku, kemudian berdiri tepat didepan mbok Jum.
" Suruh kesini aja mbok. Roby nya . Kevin gak kenapa-napa kok mbok. gak usah khawatir.."
Ujar ku seraya menyentuh bahunya, mencoba meyakinkan.
Mbok jum nampak mengangguk mengerti dan segera berlalu.
***
Aku memutuskan untuk mengajak Roby duduk dibalkon kamar ibu, kebetulan posisinya tepat berada di atas kolam renang . Ibu pernah bilang, Dia memilih desain seperti ini, karena dia bisa kapanpun terjun ke kolam jika ia merasa ingin berenang.
Saat itu aku hanya tersenyum mendengar jawaban ibu. nyatanya memang itu hanya alasan konyol yang ibu lontarkan, karena aku tidak pernah melihat ibu, terjun ke kolam seperti yang ibu utarakan. Aku bahkan bergidik ngeri jika memang ibu melakukannya, mengingat ketinggian nya yang mencapai 12 meter ,huffhhh.
Ada dua kursi mini di balkon ini, dengan sebuah meja bulat kecil yang jadi pembatasnya. Roby duduk dan nampak menikmati Rokok yang terselip di bibirnya,
__ADS_1
"Sudah ketemu Meyra ? "
" belum ? "
Ya benar, aku belum ketemu dengan Meyra lagi setah malam panas yang kami lalui saat itu. Apalagi tentang Pesan WA yang aku kirim padanya, membuatku bahkan malu jika menunjukkan diri didepan Meyra.
" Aku pikir hubungan kami hanya akan sampai disini ,Rob ! Gue bakalan Tunangan sama Selin dalam waktu dekat.."
" Meski Lo suka sama Meyra ? "
Roby kini menatapku, entah kenapa mendengar kata itu dari mulut Roby membuatku berpikir. Apakah aku memang menyukai Meyra ?
" Gue bahkan gak tahu harus jawab apa ! Seandainya pun gue suka terus Selin ! Bagaimana ? "
Roby nampak mangut-mangut , ," Ya sih ! Gue nggak terima kalau sampai Lo mencampakkan Selin . pepatah pernah bilang, laki-laki itu laksana pisau, makin diasah makin tajam. Dan perempuan laksana kapas , sekali ternoda maka akan berbekas selamanya. gak akan adil bagi Selin, ketika Lo udah ngebuat noda itu dan Lo tinggalin gitu aja. ."
Aku tersenyum , lelaki mana yang tidak terluka jika perempuan yang disukainya malah memilih lelaki lain dan tersakiti oleh pilihannya itu. Roby menyukai Selin jauh sebelum perkenalannya denganku. aku cukup takjub dengan kelapangan hatinya ketika ia tahu Selin menyukaiku dan bahkan kami menjalin hubungan lebih dari sekedar teman.
" ekspektasi gue , Lo bakalan nonjok gue dan bikin gue tepar nggak sadarkan diri tahu gak ? "
" Gue juga heran . ." Roby terkekeh
" Tapi jujur, Gue merasa bersalah juga. Kenapa juga malam itu gue nawarin Riri ke Elo ! "
Roby nampak termenung ,seolah pikirannya kini melayang entah kemana .
" Iyah juga sih, mentang -mentang gue marahan sama Selin . Lo malah jebak gue dengan Surga Dunia hahaha "
Roby ikut tertawa , seolah kelakuan kami sangat konyol.
" Gara -gara itu Lo harus ngeluarin uang 70 juta. dahsyat gak tu ckckckk "
Pikiranku melayang pada malam itu. Malam pertama pertemuanku dengan Meyra .
__ADS_1
" Eh tapi namanya sebenarnya Meyra atau Riri sih ? "
" Namanya Meyra , karena dia gak mau pake nama asli saat kerja di club malam , makanya pake nama Riri"
" kerja diclub malam ! "
Aku menatap Roby yang tampak santai " Lo yakin Dia gak kerja plus plus ? "
" Gak ! kalau aja Gue punya uang 50 juta malam itu, tu cewek gak bakal gue kasih ke elo . Udah gue embat sendiri "
" mikirin Meyra kok Gue ngerasa lucu ya Rob ? Apa kelebihannya sampai Posisi Selin bisa kebanting sama tu Janda. Semok enggak, tinggi enggak. Tapi kenapa ? "
saat aku serius memikirkan alasannya, tangan Roby malah menoyor kepalaku. " mungkin servisannya ! "
Roby mengendikkan bahu. "cuma Lo yang tahu jawabannya "
hhhhh...
ucapan Roby membuatku kembali mengenang malam panas ku dengan Meyra. Perlakuan Meyra dan sikap agresifnya benar-benar membius ku. Sial ! jiwa kelelakianku bahkan bergejolak mengingatnya.
Mungkin benar Jika itu yang membuatku penasaran dan candu akan sosoknya. Aku bahkan Ragu ,ini rasa Suka atau hanya nafsu Belaka.
Kami sama- sama sibuk dengan pikiran masing-masing.
Hingga dering nyaring Hp milik Roby memecah keheningan.
Roby nampak terkejut ketika melihat siapa yang menelpon. Kemudian Dia pamit menjauh, nampak ia hanya manggut-manggut , sebagai jawaban. entahlah yang kutahu itu panggilan suara, namun Roby bersikap seolah lawan nya dapat melihat tingkahnya. Roby memang absurt, aku bahkan tak tahu kenapa aku bisa berteman dengan manusia model Roby. Dia bisa kejam dan lembut bak bayi secara bersamaan.
" Lo nggak jadi mucikari lagi kan ? atau jual diri lagi "
ke brondong Roby dengan pertanyaan beruntun. Roby sebenarnya , anak orang kaya. bahkan mungkin kekayaannya melebihi harta keluargaku. tapi entah kenapa, Roby melakoni profesi yang jelas-jelas merugikan diri.
" Gue udah tobat kali , Rob.."
__ADS_1
" Bagus kalo Lo tobat. lagian Lo bukan tipe kismin. kok malah kerjaan itu yang Lo pilih !"
Roby cengengesan " itu namanya Naluri lelaki Vin. Otaknya nggak jauh dari perempuan dan ************ wkwkkwkwk "