Teman Ranjang

Teman Ranjang
Bab 35


__ADS_3

Setelah drama kesalnya Yuli akan kelakuan Meyra dan Kevin yang melakukan hal intim diwaktu yang tak tepat. Akhirnya mereka berangkat juga. Tentu saja dengan diantar oleh Kevin, Si tersangka utama yang menyebabkan mereka telat hari ini.


" Nanti Gue jemput Ya ?" Kevin menatap Meyra minta persetujuan.


" Nggak usah ! Mey pulang bareng Gue" Yuli menjawab Sewot .


" nggak usah terlalu lebay . kalian bukan ABG lagi."


Kevin melirik Meyra yang diam saja, Jujur dia berharap jika Wanita yang baru saja menjadi kekasihnya itu setuju akan usulnya. Tapi ternyata Meyra sepertinya masih malu dengan kejadian beberapa saat yang lalu.


" Ya udah . Gue nggak akan jemput.."


Meyra dan Yuli melangkah cepat masuk kedalam Mall.


"isshhh . Semoga kita nggak diceramahi hari ini !!"


Yuli mengomel seraya mempercepat lagi langkah mereka, diikuti Meyra dibelakangnya. Setelah sebelumnya mereka memastikan kepergian Kevin.


Setelah masuk kedalam restoran. Keduanya bernafas lega, karena hanya telat beberapa menit saja. Supervisor merekapun tak nampak, jadi mereka bisa langsung bekerja.


" Lo jadian sama Kevin ? " Yuli bertanya disela kegiatan mereka bekerja, Kebetulan hari ini memang tak terlalu ramai pengunjung.

__ADS_1


" Hmm. Apa Gue salah ya Yul. Kalau perasaan Gue ke Kevin masih ada ? Ini salah nggak sih ? Gue belum mau sakit hati lagi.."


Meyra menunduk, membayangkan sesuatu yang bakal terjadi dikemudian hari. Jujur saja membuatnya takut dan khawatir.


" Lo nggak salah Mey. Nggak ada yang salah jika seseorang jatuh cinta. Lo berhak bahagia dengan pilihan Lo. bagaimanapun nanti kedepannya. Biarlah Jadi urusan belakangan. Kita nggak bisa memutar waktu. jadi apa salahnya jika kita memanfaatkan waktu kita untuk hal yang membahagiakan. Ya Kan ! Semangat dong kerjanya. Kan udah ada someone spesial sekarang.." Yuli bicara riang, mencoba mentransfer energi positif untuk Meyra.


"Lo emang terbaik Yul. Apapun yang akan terjadi nanti biarlah urusan nanti ..haha. Gue suka kata-kata Lo .. " Meyra memeluk Yuli. Menempelkan pipinya ke wajah sahabatnya itu.


" Ehh Pelanggan datang tuh. Saatnya kerja.." Yuli menyambut ramah sepasang sejoli yang nampak mesra. Kemudian mengarahkan mereka kemeja yang kosong.


Meyra melihat Yuli yang sangat bersemangat hari ini. Meski mungkin mood nya dibuat buruk oleh dirinya dan Kevin karena ulah mereka tadi pagi. Namun nyatanya Yuli tetap berbahagia akan hubungannya dengan kekasih barunya itu.


Waktu tak terasa bergerak dengan cepat. Meski begitu entah kenapa Meyra merasakan jika tubuhnya lebih terasa letih dari biasanya. Tapi tetap saja, Sebagai seorang yang mempunyai status baru. Meyra merasa hatinya berbunga-bunga. Apalagi sejak tadi Kevin tak pernah Bosan mengirimnya Voice note maupun pesan penuh cinta di Hp miliknya.


Waktu menunjukan Pukul 21 Wib. Namun keadaan terasa sangat sepi bagi Meyra. Yuli mendadak punya janji dengan David, meski Yuli sedikit tak enak karena telah menolak ketika Kevin hendak menjemput mereka tadi. Namun Meyra meyakinkan jika dirinya baik-baik saja.


Meyra kini sedang menunggu Kevin , Namun sedari tadi lelaki itu belum juga nampak. Pesan-pesan yang Meyra kirimkan juga belum dibaca.


Yuli yang memaksa menghubungi Kevin terlebih dulu dan meminta Kevin untuk menjemput Meyra , sebagai permintaan Maaf karena harus pulang lebih dulu.


Ditengah keresahannya suara hentakan high heels mengalihkan perhatian Meyra. Dia menoleh cepat dan menemukan sosok Stella yang memandangnya penuh senyum. Gadis itu semakin mendekat . Memperhatikan Meyra dari atas hingga ke bawah. Meyra risih namun dia diam saja. Menunggu Stella mengungkapkan niatnya hingga datang kesini menghampirinya.

__ADS_1


" Lo ngerasa nggak . Kalau suasana seperti ini pernah Lo alami ? " Stella makin mendekat lagi. Dengan gaya bak model, gadis yang mengenakan dress pink itu mencoba mengintimidasi Meyra. Namun Meyra seolah sama sekali tak terpengaruh.


" Apa ini artinya Lo mengakui kalau penculikan itu ulah Lo ? "


" Jika Ya. kenapa? Lo nggak kenal Gue. Gue sebenarnya lebih suka hal yang terbuka, Bukan secara diam-diam.."


Meyra menatap tajam ke arah Stella. " Gue pikir Lo udah tobat. Rupanya diam Lo karena sudah kehabisan ide dan Nyatanya Lo makin gila"


" Hati-hati. Gue nggak suka saat ada seseorang yang bilang gue gila. karena Lo bahkan belum tahu kegilaan macam apa yang bisa gue lakukan.." Stella berdiri makin angkuh memandang Meyra yang masih nampak santai. " Gue udah capek kasih Lo waktu. Dan rupanya Lo makin ngelunjak dengan Nerima Kevin kembali di kehidupan Lo "


" Kalau ini masalah Kevin . Kenapa Lo meneror Gue ? Simpan aja tenaga dan seluruh kemampuan Lo buat ngedapetin dia ."


" Ternyata Lo belum juga ngerti Ya. Gue udah peringatin Elo. Dan kini jangan Salahkan gue kalau Elo yang bakal gue jadikan senjata, buat dapetin Kevin.."


Meyra tertawa, ucapan Stella semakin membuatnya merasa geli sendiri. " Lo yakin ? Emangnya kenapa Kevin harus nurutin semua kehendak Lo demi Gue .ckckc Lo beneran nggak sehat Stell.."


Ada emosi yang tak bisa disembunyikan Stella . Dan itu dapat Meyra lihat di mata berwarna gelap gadis itu.


" Lo lupa kalau Lo punya sahabat ? Apa Lo akan mengulang tragedi yang sama karena keegoisan Elo ? Gimana Ya kalau Gue minta ke Bokap, biar bikin sahabat terkasih Lo itu merasakan sakit, baik secara fisik maupun batin " .


Meyra meremas telapak tangannya, sungguh ia tak mengerti Stella ini termasuk manusia jenis apa. Ucapan gadis itu seolah mengingatkan dia tentang kejadian yang dialami Selin.

__ADS_1


" jadi kecelakaan Selin karena ulah elo ? "


__ADS_2