
Yuli Duduk menghadap jendela. Sembari menatap layar Hp yang menampilkan Sosok Stella, anaknya David, sang tambatan hati.
sesekali mata Yuli menatap Meyra yang masih terbuai dari alam mimpi.
' Kapan Ya bisa ketemu , teman kakak itu?' Suara Stella yang berharap membuat Yuli tersenyum . Stella memang memanggilnya kakak. Usia mereka yang tak terlalu jauh, membuat Stella merasa butuh waktu jika harus memangilnya dengan panggilan yang lebih intim selayaknya Ibu dan Anak. lagipula hubungan Yuli dan David , masih belum sampai ke jenjang pernikahan. Yuli juga tampak enjoy, dan tak mempermasalahkan panggilan apapun yang akan Stella berikan padanya. Selama masih wajar dan Sopan , kenapa tidak ?
' kamu pasti ketemu kok ! Tapi selesaikan dulu skripsi kamu, jangan jadi mahasiswi abadi di sana ! kasian Papa kan ? ' Yuli menasehati dengan Bijak, sementara Stella menanggapi dengan mengacungkan jempolnya kearah Yuli. Stella memang sedang menuntut ilmu di negeri kangguru. Kedekatan antara dia dan Yuli pun memang hanya sebatas berhubungan via telpon. Yuli juga belum tau harus bereaksi seperti apa jika mereka bertemu nanti. Tapi Dia yakin Stella telah menerimanya. Buktinya gadis cantik itu, mau mendengarkan cerita tentang Meyra sahabatnya. sangking antusiasnya , bahkan Stella selalu memberondong dengan banyak pertanyaan. Dan meminta waktu agar bisa langsung bicara dengan sosok sahabat calon ibunya itu.
' Waktunya ke kampus nih kak ! udah dulu Ya, see you ....!!'
Yuli melambaikan tangannya sebagai jawaban. membalas ucapan Stella dengan senyum hangat.
Setelah memastikan sambungan telah terputus. Yuli menyimpan Hpnya di saku . Berniat memasak sesuatu, untuknya dan Meyra makan nanti !
Suara benda jatuh mengalihkan fokus Yuli. Dilihatnya Meyra telah duduk dan memegang kepalanya, melihat posisi Meyra yang duduk dengan posisi menyamping . Yuli berkesimpulan jika tangan Meyra lah yang telah menyenggol gelas di atas nakas .
" Masih pusing ? " Yuli menghampiri Meyra, bertanya dengan nada cemas . " Lo udah bisa cerita sekarang ? Lo inget kejadian semalam ?"
" Sedikit ! " Suara parau Meyra terdengar pelan " Seingat Gue , Gue ditarik paksa kedalam sebuah mobil. Gue juga sempat melawan, sebelum salah satu pria itu membekap gue dengan sesuatu yang membuat kesadaran gue hilang..!"
Meyra mencoba Seperti mengingat -ingat sesuatu. Kemudian dengan cepat Dia meraba seluruh tubuhnya .
ditatapnya Yuli dengan tatapan penuh rasa penasaran " Apa gue diperkosa Yul ? "
mata Yuli nampak terbelalak mendengar pertanyaan dari Meyra.. Sebisa mungkin dia mengendalikan ekspresinya agar Meyra tak curiga " Emang apa yang Lo rasain semalam ? " tanya Yuli penasaran . Dia sangat berharap jika Meyra belum sampai dilecehkan sejauh itu.
__ADS_1
" Ada seseorang yang menindih tubuh gue semalam . Gue seperti di *****-***** gitu Yul !"
Meyra nampak menunduk, meragukan Jawaban dirinya sendiri dengan ingatannya Dan itu membuat Dia tak mau mengungkapkan soal indera penciumannya yang malah mengendus aroma parfum milik Kevin .
" Lo korban salah culik Mey, untung Roby mergokkin kejadian nya semalam, kalau nggak Lo bakal jadi korban sindikat penjualan orang "
" kok bisa ! Kenapa bisa Roby kebetulan mergokin " Meyra bertanya Cepat,
" Jadi. Mami itu nyuruh anak buahnya buat jemput seseorang yang udah mami bayar. Dan kayaknya orang ini ingkar janji. Daripada pulang dengan tangan kosong, kondisi parkiran juga sepi dan mereka lihat elo yang bisa jadi sasaran empuk. Ya udah deh elo yang dibawa ..!" Yuli mengambil nafas panjang sebelum meneruskan ceritanya ke Meyra " nggak kebetulan sih,. Roby memang nyari elo..!"
" Nyari gue . Disuruh siapa ?mau ngapain juga .."
Yuli menampilkan giginya yang Rapi " Gue yang suruh ! Hp lo kan mati Mey, Gue panik dan khawatir jadi nggak kepikiran minta tolong ke yang lain. kalo Roby kan Lo udah kenal.."
mendengar nama Roby , mengingatkan Meyra pada perilaku sosok itu kepada dirinya. Ingin rasanya berteriak jika Roby lebih menakutkan dari kekhawatiran yang Yuli rasakan. Namun karena memang Yuli tak tahu kalau Roby pernah melecehkannya. Sangat wajar jika Yuli meminta bantuan Pria itu.
" Iyahh kenapa ? apa Lo ngerasain sesuatu ? yang membuat Lo berpikiran kalau Lo sudah dip*rk*sa ?"
Meyra nampak memeriksa semua anggota tubuhnya, dia nampak Cuek ketika Yuli malah ikut melihat lihat area pribadinya.. " Aman ...! " ujarnya sumringah . Meski Bukan p*rawan lagi tapi dia tentu tahu, jika ada yang memasuki dirinya tanpa izin. .
" Gue sempat berpikir kalau Teror yang beberapa hari ini gue dapatkan , berpuncak pada kejadian semalam. Tapi denger penjelasan Elo bikin Gue lega.."
" Lo diteror ? Serius ? "
" Iyahh .. sebenarnya Gue nggak mau bilang soal ini ke elo. Siapa tahukan ini ulah orang iseng ..! "
__ADS_1
Meyra nampak santai, namun yang tak Meyra tak tahu adalah perubahan ekspresi Yuli.
meski begitu , Yuli memilih diam dan tak menanyakan lebih dalam soal teror itu, agar Meyra tak curiga.
******
Roby memperhatikan Yuli yang nampak cemas menunggu kedatangan Kevin. sebenarnya Kevin sudah mengatakan kalau Dia tak bisa datang. Namun Yuli tetap memaksa.
Setelah mendengar teror yang dialami Meyra kemarin , entah kenapa membuat Yuli khawatir ,akan keselamatan Meyra. Jadilah Ia meminta bertemu Kevin dan Roby, disaat waktu istirahat tiba. Untungnya Meyra menurut ketika Yuli menyarankan untuk istirahat beberapa hari, karena entah kenapa Meyra nampak lemah setelah kejadian itu.
" Kevin nggak akan Dateng Yul "
" Kenapa Lo yakin ? Ini masalah Meyra Loh Rob ! kok bisa tu cowok secuek ini ?"
" Apa yang Lo harap dari cowok yang kata Lo nggak cinta sama Meyra ?"
Yuli mndelik , sepertinya Roby salah persepsi. " Bukan itu masalahnya Roby... Meyra ini diteror loh ! Terus terang nggak ada kelakuan Mey yang bisa mengakibatkan keadaan fatal seperti ini, kecuali hubungan anehnya dengan Kevin. Bisa jadikan keluarga Kevin marah karena tuh cowok sempat stress. Jika semua ini benar yang bisa menyelesaikan ini ya cuman Kevin kan ! mana bisa dia lepas tangan. Dan bilang . Gue trauma kalau ngelihat Meyra...! ckck"
Roby nampak berpikir kebenaran alasan yang diutarakan Yuli , namun tetap saja dia merasa ini bukan dari keluarga Kevin pelakunya, " Keluarga Kevin lagi ditimpa masalah besar Yul. perusahaannya terancam bangkrut. Apakah logis dengan kondisi seperti itu , ada seseorang diantara mereka masih sempat meneror Meyra ! ! " Roby menyeruput jus jeruk yang dari tadi disiapkan Yuli. membasahi tenggorokannya yang terasa sangat kering .
" Sebenarnya ini salah Meyra . Kenapa juga dia harus kembali lagi kesini. Kedatangannya pasti menimbulkan kecurigaan tentang Dia yang lagi-lagi tak menghormati almh, Selin. Dan bagi yang tahu kisah mereka, pasti berpikiran Meyra kembali karena merasa ada kesempatan untuk memiliki Kevin kembali "
" Gue ngerasa Lo ada dendam kesumat sama Meyra. Atau jangan jangan Lo lagi dalangnya ? selain gue ,cuma elo kan yang tahu cerita Kevin dan Meyra , Gue juga nggak lupa kalau Lo cinta banget sama Selin. Lo sakit hati dan coba balas dendam . Iya ?
Roby kehabisan kata-kata . kenapa jadi Dia yang disalahkan ? Dia berusaha mengingat sekiranya ada perkataan yang salah darinya. Namun otaknya tak menemukan itu.
__ADS_1
" Lo terlalu parno deh Yul ! Kurasa kekhawatiran Lo ke Meyra mempengaruhi kinerja otak Lo.."
" Gue harap gue salah Rob. Tapi jika ini benar , gue nggak akan diam saja. . Camkan itu !! Waktu gue udah habis , Lo boleh pergi !"