Teman Ranjang

Teman Ranjang
Bab 43


__ADS_3

Meyra dan Kevin kini tengah berada di dapur. Kegiatan panas mereka tadi membuat mereka merasa lapar. Apalagi Meyra yang memang tak sempat sarapan karena terlalu bersemangat dan emosi untuk bertemu Kevin.


" Di rumah ini ! Apa ada kemungkinan juga untuk disadap Stella ?" Meyra mengiris bawang putih dan memasukkannya kedalam kuali. Dia melirik Kevin yang tampak diam tak menjawab pertanyaannya. " Apa Stella pernah kesini ?"


Uhukk...uhukk.uhukk...


Meyra segera memberi Kevin segelas air minum . Dia heran bagaimana bisa Kevin tersedak ludahnya sendiri. Apakah ini merupakan reaksi panik lelaki itu pada pertanyaan Meyra .


" Jadi... Stella pernah datang kesini ? Kapan ! Bukankah kamu berjanji akan jujur dan terbuka soal rencana mu ? "


Meyra meninggikan suaranya, efek dari reaksi yang ditunjukan Kevin.


Kevin salah tingkah. Ingatan nya malah kembali pada adegan panasnya bersama Stella. Sesaat sebelum kedatangan Meyra. tak mungkin jika Meyra tak melihat mobil Stella yang keluar dari rumahnya tapi syukurlah pacarnya itu tak membahasnya , itu artinya Meyra tak tahu jika itu mobil milik Stella. Yang artinya Stella bahkan lebih dulu kesini dari pada Meyra.


" Nggak kok. Be-lum" Jawab Kevin terbata, membuat Meyra mendekat dan langsung menatap penuh selidik kearah lelaki itu. " ee e maksudnya enggak ada Stella kesini ! "


" Kamu yakin " Mata bulat Meyra semakin mendekat.


Dengan Sigap Kevin malah memeluk Meyra, membuat keadaan sekarang jadi berbalik. Meyra yang tampak tegang dan berpikir hal negatif dan sekarang malah malu dengan perlakuan Kevin kepadanya.


" Vin.. Jangan lagi. Aku ca- pek !" Suara pelan Meyra membuat Kevin merasa menang dan setidaknya kini dia aman dari interogasi Meyra.


" Issshhh..." Kevin mengetuk jidat Meyra membuatnya meringis sakit. " Jangan piktor alias pikiran kotor. Lagian apa kamu pikir jika di otakku ini cuman ada satu hal. Dan itu cuma tentang S**k !"


Kevin cemberut, tetap dengan posisinya memeluk Meyra.


" Issh aku jijay. Kok kamu lebay sih. jangan manja, Karena cowok manja bukan tipeku.."


Meyra mendorong tubuh Kevin, Kini tubuhnya menghadap kearah wajan , menyelesaikan tugasnya . yaitu memasak.


Menu yang dipilihnya cukup sederhana yaitu tumis kangkung dan juga sambel bawang. Karena tidak ada ikan Asin maka Meyra menggantinya dengan Ikan gurame goreng dengan saus pedas manis.


Kevin mendekat dan lagi-lagi memeluk Meyra. Posisi Meyra yang membelakanginya membuat Kevin dengan leluasa mencium aroma shampo yang menguar dari rambut Meyra yang tergerai. Jika Meyra bilang dia akan kegerahan jika rambutnya terlalu lama digerai maka itu tampaknya tak berlaku jika dia berada didekat Kevin.


" Aku manja kan cuma sama kamu. nggak sama yang lain .

__ADS_1


I love you baby.."


Suara Kevin yang pelan namun penuh makna membuat Meyra bergelinjang. Geli sekaligus sedikit terbuai.


" I love you too.. Tapi sepertinya aku perlu tenaga juga untuk meladeni pacar manja seperti kamu. jadi, biarkan aku selesaikan tugasku dulu ..ok..!"


Meyra lagi-lagi melepaskan pelukan Kevin . Kini dia menuntun lelaki itu kearah meja makan , Menyuruhnya untuk duduk manis dan menunggu semua masakannya matang di sana.


Kevin menurut, kini dia memilih menatap Meyra dari kejauhan. Dengan bertopang dagu Kevin tersenyum Sosok mungil Meyra sangat enerjik dan cekatan di matanya, dan rupanya perempuan itu sepertinya bisa menggunakan waktu dengan baik. Buktinya , selesai menata makanan dimeja dan meminta Kevin mencicipi terlebih dahulu masakannya . Dapur yang tadinya berantakan kini malah seolah belum tersentuh.


" Huuummm enak..! " Kevin mencicipi tumis kangkung buatan Meyra, " Sepertinya kalau untuk jadi Istri, kamu nggak perlu ikut training lagi. "


Kevin malah lahap dan mengambil tumisan itu tanpa menggunakan nasi. Berikut sambal dan ikan goreng pun kini telah memenuhi piringnya.


Meyra yang masih sibuk mencuci wajan melirik kearah Kevin. Dan menemukan brondongnya itu malah asyik makan tanpa nasi.


" kok nggak pake nasi ?" Meyra bertanya heran ,seraya mengelap tangannya pada serbet khusus. " Emangnya bisa kenyang ? "


Kevin mengangguk. " Nasi itu karbo. Tadi aku sudah makan itu. Jadi sekarang tinggal sayur dan protein nya saja.." Mulutnya yang penuh nampak bersuara.


"oh .. Diet ? "


Tanyanya, mendadak pikirannya malah teringat akan bentuk tubuh Kevin yang bagus dan berbentuk enam kotak, sangat bagus dan sexy . Dia akhirnya menggeleng, bagaimana mungkin saat makan seperti ini pikirannya malah kearah situ.


' Pantes' batinnya membenarkan.


Kevin memperhatikan Meyra yang bertingkah aneh terlebih ada semburat merah yang kini tampak mewarnai pipinya.


" Kenapa ? pedas..!" Dicicipinya sambel yang ada di piring milik Meyra dan dia menggeleng seolah memberi tahu jika ini tak terlalu pedas.


" Kamu kenapa?"


" Nggak kenapa-napa kok Vin. Mungkin aku kepanasan, kelamaan didepan kompor.. hehe"


meyra tertawa canggung. wajahnya malah semakin merah,m

__ADS_1


alu sendiri. Sementara Kevin kini tersenyum seolah mengerti dan itu membuat Meyra merasa lega..


" Bukankah kita sudah seperti suami istri sekarang ? " Kevin bertanya dan berusaha menggoda Meyra.


" Jangan bicara saat makan.." Meyra memalingkan wajahnya yang kini memerah kembali. akankah dia memang keturunan Kepiting .Dipanaskan sedikit saja maka akan berubah warna !


Kevin mengerti dan tak melanjutkan ucapannya lagi, membiarkan Meyra makan dengan tenang..


"Vin....! Kevin...! "


Kevin menoleh, suara itu adalah suara Papanya. Dengan raut aneh dia menyambut pria paruh baya itu. Meski heran kapan pria itu datang.


" Makan Pa !" Kevin malah santai ketika menawarkan makan ke papanya


Bram menunjukkan ekspresi marah dan emosi secara bersamaan.


" PUNYA SIAPA ini VIN. Kenapa semakin hari kelakuanmu semakin bar-bar "


Tangan tua itu melemparkan sesuatu didepan Kevin.


Kevin menatap benda yang dilemparkan Papanya, dia melotot kaget. Kemudian dengan gerakan slow motion pandangannya dia arahkan kesamping tepat dimana Meyra berada. Meyra malah terlihat lebih tegang darinya.


Bram yang sedari tadi memang tak menyadari kehadiran Meyra mengernyit keheranan.


Penasaran dia malah mendekat kearah Kevin yang seolah lebih syok dari dirinya,


dan Bram menemukan sosok Meyra yang kini malah fokus ke Bra yang dilemparkannya tadi.


" Punya siapa ini Vin ?" Meyra bertanya dengan lirih. Tatapannya tak lepas dari benda berwarna merah menyala itu. " Jadi Stella tadi kesini ? "


Pertanyaan itu bagai sebuah bisikan namun menancap tajam kearah Kevin.


" Kevin Kita perlu bicara.. Antar dia pulang. Jangan kotori rumah ini dengan tingkah bejatmu..!"


Bram berlalu, meninggalkan Kevin yang menatap Meyra dengan penyesalan. Apakah Stella pulang tanpa ini? atau gadis itu sengaja meninggalkan benda ini disini..Seingatnya Stella tak menggunakan b*a dengan warna ini tadi. jika tuduhannya salah, lalu ! milik siapa sebenarnya benda ini ?

__ADS_1


__ADS_2