
Meyra menunggu taksi online yang dipesannya melalui sebuah aplikasi. Hari ini dia memutuskan untuk menemui Kevin. Meski telah membuka kembali blokiran lelaki itu dan juga sudah mengirimi pesan. Tapi tetap saja tak ada balasan maupun tanda jika pesannya sudah dibaca.
Hari ini Meyra memutuskan untuk izin dari tempatnya bekerja. Dengan memakai jeans hotpant dan Kaos oversize warna abu polos, warna kesukaannya. penampilan janda 30 tahun itu malah mengalahkan gaya remaja masa kini. Sebuah topi juga dia gunakan untuk menunjang penampilannya .
Taksi pesanannya datang, wanita itu segera masuk . Matanya hanya memandang kosong pada jalanan yang nampak lancar, meski terlihat olehnya jika sang sopir sesekali memandangnya dengan tak sopan.
" Bisa lebih cepat pak !!" Meyra merasa sang sopir seolah sengaja bergerak lambat dalam memacu mobilnya. Sebagai seorang wanita tentu saja berada di situasi ini membuatnya merasa takut. Setelah beberapa lama melaju, rupanya perkiraan Meyra salah. karena kini dia telah memasuki kawasan perumahan yang nampak mewah. Gerbang tinggi kini menyambutnya, Meyra bahkan tak sadar sekaya apa lelaki yang resmi jadi pacarnya itu, sampai kakinya berada tepat didepan gerbang yang tertutup itu.
Bel ditekan. Seorang satpam nampak menghampiri, kepala pria itu Melongok keluar dengan berdiri di celah gerbang
" Cari siapa ?" Pria yang tampak berusia 35 tahunan itu menatap Meyra dengan tanya.
" Kevin ! Ada ?"
"Sudah ada janji ?" Tampaknya Meyra salah kostum sekarang, dia malah diinterogasi layaknya seseorang yang mencurigakan. meski sang Satpam tak banyak tanya. Namun tatapan pria itu seolah menelanjanginya.
" kalau Kevin ada. Bilang kalau Meyra mau ketemu.."
Tinnn.....
Klakson yang berbunyi membuat Satpam menoleh , setelah mengisyaratkan Meyra untuk minggir pria itu membuka gerbang dengan lebar, mempersilahkan sang pemilik mobil untuk melajukan kendaraannya ke arah luar.
Meyra menunduk, Siapapun yang ada didalam mobil itu. Dirinya dapat memastikan jika itu bukanlah sosok Kevin. Karena Meyra hapal dengan merk dan jenis mobil milik Kevin.
" Silahkam masuk non. Den Kevin sudah menunggu anda di dalam.."
__ADS_1
Ucapan pak Satpam mengalihkan fokus Meyra. Rupanya secara tak sadar matanya malah mengikuti kemana arah mobil itu melaju. Dan kini pak Satpam telah kembali berdiri didekatnya.
" Oh. Ya.." Meyra masuk mengikuti satpam yang berjalan lebih dulu.
***
Mobil Stella telah menghilang dari pandangan Kevin. Lelaki itu hampir saja melakukan hal intim dan tak seharusnya dengan Stella. Sepertinya pikirannya mempengaruhi gejolak gairah yang selama ini belum tersalurkan lagi. Sosok Stella yang memang cantik ternyata mampu membiusnya.
Untung saja seseorang menghubungi gadis itu, dan berhasil menghentikan kegiatan intim mereka. Kevin tak bisa membayangkan jika sampai dirinya malah terpengaruh dan mengkhianati cintanya dengan Meyra.
Satpam penjaga kini menghubunginya, dan memberi tahu jika ada seorang perempuan yang kini tengah mencarinya didepan gerbang.
Mendengar nama yang disebut oleh Satpam, membuat Kevin kini kembali bersemangat. Dia segera menyuruh Satpam untuk mengantarkan kekasihnya itu ke pada dirinya.
" Berhenti menatapku seperti itu. Aku muak.."
Meyra berteriak tertahan. Rupanya emosi telah sepenuhnya menguasai diri wanita itu.
Kevin mendekat, duduk tepat di samping meyra. Merangkul bahu Meyra dengan santai dan membenamkan wajah Meyra dibawah dagunya.
" Aku rindu ! "
Bulu kuduk Meyra meremang. Bisikan Kevin padanya membuatnya seakan lupa apa tujuannya datang kesini. Didorongnya tubuh Kevin dengan kuat dan kini malah berdiri tepat dihadapan Kevin.
" kamu tahu jika aku tak datang kesini untuk mendengar bualan mu..Jelaskan apa mau mu? Jika memang bosan. Kenapa Stella ? Apakah tak ada gadis lain lagi di dunia ini ?"
__ADS_1
Kevin menggeleng " aku bisa jelaskan Mey. Tapi bisakah kamu bersikap biasa saja. Jangan membuatku semakin merasa bersalah.."
Meyra kini kembali duduk, air matanya entah sejak kapan mengalir.
" Bukankah baru kemarin Vin. Kamu bilang kalau kita akan menghadapi Stella sama-sama demi menjaga perasaan Yuli. Tapi kenapa semuanya seolah hanya kebohongan dari mulutmu. Sebagai alibi untuk kembali meniduri ku.."
Diingatnya dengan jelas saat dengan mudahnya dia diperdaya oleh Kevin . Hari itu, hari dimana Kevin mengatakan jika lelaki itu memiliki perasaan yang sama padanya.
" Ini termasuk rencana ku Mey. Stella lebih buruk dari perkiraan kita. Jalan ini aku pilih karena memang Stella dan papanya, David. Bukanlah lawan yang bisa diremehkan. Kita sama sekali tak ada apa-apanya dibandingkan kedudukan mereka." Kevin berusaha menjelaskan.
" Setidaknya kamu memberi tahuku Vin. kenapa malah menghilang tanpa kabar ?" Meyra mulai melunak mendengar ucapan Kevin.
" Hp ku disadap, aku tak bisa bergerak tanpa diawasi oleh Stella Mey. Maafkan aku ? aku mohon." Kevin pelan-pelan mulai mendekat kearah Meyra. Merasa tak ada penolakan lagi Dia segera memeluk Meyra erat. mencium ubun-ubun wanitanya itu bertubi-tubi.
" Jadi bisakah kamu menceritakan semuanya . Agar aku tak salah paham dan juga memastikan diri agar tak mengacaukan rencana yang telah kamu susun !"
Kevin kemudian menceritakan semuanya. Mulai dari kondisi Roby , keterlibatan David dan semua hal yang dilakukan Stella. Semuanya memang sangat diluar nalar. Meyra bahkan menunjukkan ekspresi ngeri akan semua sikap yang telah dilakukan dua orang yang merupakan Ayah dan anak itu.
" ....Aku harap setelah ini. Kamu jangan dulu menghubungiku. dan jangan menceritakan hal ini pada Yuli.."
Meyra menyentuh tangan Kevin yang sedari tadi mengelus rambutnya. "kamu bisa mempercayaiku untuk itu. Tapi kurasa kamu tetap harus minta maaf. Karena perkataan mu ditempat Yuli kemarin. jujur Aku benar-benar sakit hati. " Meyra menatap manik mata Kevin. Namun bukan tatapan marah melainkan tatapan penuh cinta.
Kevin tersenyum dikecupnya singkat bibir pink Meyra, dan dengan penuh senyum dia menyentuh telinga Meyra seraya membisikan, " Maafkan aku sayang ! maaf .."
Meyra yang masih betah dengan tatapan nya pada wajah rupawan Kevin , kini malah menarik tengkuk lelaki itu, menyatukan bibir mereka dengan c**man yang mendalam . Entah ini karena rindu atau n**su. Nyatanya kedua insan berlainan jenis itu kini malah semakin intens saling menyentuh berharap semua rasa aneh ini dapat tersalurkan, meski ditempat yang tak seharusnya..!
__ADS_1