Teman Ranjang

Teman Ranjang
Bab 44


__ADS_3

Bram benar-benar murka akan kelakuan anak laki-lakinya itu. Ia niatnya menemui Kevin untuk membahas kebijakan baru yang telah Kevin terapkan pada perusahaan. Serta melaporkan beberapa penyelewengan yang terjadi di perusahaan cabang.


karena terbiasa langsung masuk ke kamar Kevin dan membangunkan anaknya itu, membuat Bram tak berpikiran buruk. Hingga matanya mendapati kamar pemuda itu sangat berantakan , seolah habis perang. Yang membuatnya murka adalah benda merah menyala yang tergeletak begitu saja di atas kasur king size Kevin.


Tentu saja dia tahu sekarang . Kamar anak lelakinya ini berantakan karena apa ? Dugaannya sebagai pria berpengalaman tak akan pernah salah menilai.


" Vin... Kevin..."


Bram menemukan Kevin yang santai dimeja makan. Piring kosong didepan Kevin membuat Bram tahu jika pemuda itu baru saja selesai makan.


Basa-basi Kevin tak dihiraukan oleh Bram.


" PUNYA SIAPA ini VIN...! kenapa semakin hari kelakuanmu semakin Bar-bar!"


Bram melempar bra itu ke depan Kevin. Dan benda keramat seorang wanita itu kini tergeletak di atas meja makan.


Reaksi yang ditujukan Kevin membuatnya bertanya-tanya. Kevin seolah mengacuhkan kemarahannya.


Setelah Bram mendekat akhirnya dia tahu jika Gadis yang bersama Kevin masih disini. Duduk tepat di samping anaknya. Memandang ngeri ke meja.


Bram sedikit melunak, Tidaklah etis jika sekarang dia memarahi Kevin, apalagi didepan sosok yang selama ini belum dikenalnya. Bram memang tak terlalu asing dengan sosok gadis yang memakai kaos polos berwarna abu itu. Tapi dia juga tak dapat memastikan siapa nama gadis itu.


"Kevin kita perlu bicara. Antar dia pulang. Jangan kotori rumah ini dengan tingkah bejatmu..!"


Bram meninggalkan Kevin. Nada bicaranya sengaja ia tekan. Supaya Kevin tak menunda untuk mengantar pasangan Me**mnnya itu.


*****


Kepergian dan ucapan Papa Bram membuat Kevin semakin susah untuk menelan ludahnya. Ada banyak alasan yang kini tengah dipikirkan Kevin , tapi tetap saja lidahnya kelu. Seolah tak mau berkompromi untuk ikut menyelamatkan diri dari kemarahan Meyra.

__ADS_1


" JAWAB...! INI PUNYA SIAPA ..?"


Meyra mengambil Bra itu dengan sendok yang masih betah ditangannya. Tak dia hiraukan rasa lapar yang masih mendera dan juga nasi yang nampak berantakan di atas meja karena tingkahnya.


Kevin berdiri dan melangkah mundur ketika bra itu tepat mengenai wajahnya. Meyra sepertinya benar-benar marah.


" aku bisa jelasin sayang . Tapi jangan disini. " Kevin melirik kearah pintu dapur , di sana berdiri Asisten rumah tangganya yang baru pulang dari pasar.


Kevin sengaja menyuruhnya ke pasar saat kedatangan Stella tadi. Dia juga takut jika Bibinya keceplosan tentang dua perempuan yang berbeda dilihatnya hari ini. Yaitu Stella dan Meyra.


" Kenapa ? " Meyra mengikuti arah pandangan Kevin. " Apa karena Bibi ini tahu jika kamu sering datang ke rumah ini dengan wanita berbeda ?" Meyra mendekat merasa ucapannya ini adalah kebenaran. Tapi ketakutan juga sedang menganggu nya sekarang. Jika Kevin bertingkah seperti ini. Bukankah tak menutup kemungkinan jika perasaan Lelaki itu padanya adalah sebuah kebohongan.


Kevin segera mengendong Meyra meski wanita itu terus saja meronta. Tapi tubuhnya yang mungil tak bisa berbuat banyak


" Bik tolong bereskan." Titahnya pada Art nya yang nampak melongo dengan kelakuan Kevin. Pandangannya jatuh pada bra yang tergeletak begitu saja dilantai.


Meyra masih berontak. Ketika Kevin membawanya kelantai atas. Entah dia akan dibawa kemana .Setelah berada tepat didepan sebuah pintu. Kevin menendang pintu itu hingga terbuka. Pemandangan didalam membuat Meyra mengigit telinga Kevin.


" Apa-apaan ini ?" Lagi Meyra seolah dibuat sport jantung akan apa yang didapatinya didalam kamar. Dia sangat yakin jika ini adalah kamar Kevin


" Bra ? kamar berantakan ! Semua ini sudah cukup bukti . Jika sebelum aku kesini ada wanita lain yang datang dan menghangatkan ranjang mu ini.!!"


Meyra nampak terdiam sejenak. Ingatannya jatuh pada mobil yang tadi berpapasan dengannya di gerbang depan.


" Mobil siapa ?" Kini suara Meyra hanya terdengar seperti bisikan. " Apa ini wajahmu yang sebenarnya Vin. JAWAB...!!!"


Kevin mendekat Ke arah Meyra berniat menenangkannya dengan pelukan. Tapi Meyra mundur perlahan. Tangannya mengisyaratkan Kevin agar tak melangkah semakin dekat.


" Ok Mey. Stella yang datang tadi !" Kevin akhirnya memilih jujur, tak menutup kemungkinan jika nanti Meyra malah bertemu Stella dan melihat mobil yang sama yang dikendarai oleh gadis itu.

__ADS_1


" Ini bagian dari rencana .."


Ucap Kevin pelan. merasa ragu dengan ucapannya sendiri.


" Bukankah tadi kita sudah bahas ini"


" Kita memang membahas soal rencana kamu. Tapi apakah harus ada hal intim seperti ini diantara kalian ? "


" Nggak Mey. Soal Bra itu aku beneran nggak tahu. Mungkin Stella sengaja meninggalkannya disini kan ! Apa kamu ada mengirim pesan tentang kedatangan kamu kesini ? "


Meyra ingat. Jika dia memang mengirimi Kevin pesan beruntun yang memberi tahukan ke Kevin jika dia bakalan datang ke rumah ini " Jadi. Stella pulang karena pesanku dan sengaja mengatur ini supaya kita marahan begitu maksudmu ?"


Kevin mengangguk mantap.


"Kamu yakin Vin. Kalian nggak ngelakuin hal aneh dikamar ini " Meyra memperhatikan setiap sudut kamar dengan detail. Jika memang ada kejadian yang tak ingin dibayangkannya antara Kevin dan Stella sudah pasti permainan mereka sangat panas dan liar hingga membuat kamar ini sangat berantakan .


" Aku akan percaya jika kamu memberiku kejujuran. Walaupun pahit. Sekali lagi aku tanya . Bra siapa itu Vin..? nggak mungkin bisa nyasar kesini kan. Dan rasanya tidak logis jika Stella sengaja membawa benda itu didalam tas. Dan bahkan sengaja meninggalkannya didalam kamar kamu ini.


" Aku yakin Mey. Karena tadi Stella tak memakai warna itu...."


Kevin menutup mulutnya ketika sadar jika ia telah mengucapkan hal yang salah.


" Makk...sudku ..aak..ku..!!"


Meyra terduduk mendengar kejujuran Kevin. Namun dia akhirnya tersadar akan sesuatu " Jadi. Kamu jujur saat bilang Stella lebih cantik dan mengairahkan . Jadi, Ini sudah jadi sesuatu yang kamu sukai sekarang. Ok ! Fine.... Kita break.. Apapun yang terjadi nanti setelah ren-ca-na-mu ini. Biar waktu yang menjawab.."


" Bukan begitu Mey.. Aku khilaf tadi Okey. Aku kangen kamu jadinya kau nggak bisa mengontrol nafsu ku. Tapi Mey, kami belum sampai sejauh yang kamu pikirkan .."


" Oh belum.. Jadi aku harus terima jika akhirnya hal itu nanti terjadi, Kita memang hanya sebatas pacaran Vin . Dan aku mungkin hanya kamu jadikan sebagai alat pemuas hasrat. Tapi, aku punya hati. Status ini mengikatku, tapi rupanya tidak berpengaruh denganmu. Mending kita seperti dulu kalau begini. Seperti yang sering kamu utarakan KITA HANYA TEMAN RANJANG!"

__ADS_1


Meyra mendorong Kevin yang menghalangi pintu. Dengan tergesa dia membuka pintu itu tanpa peduli reaksi Kevin.


Ketika pintu terbuka sosok Papa Bram telah berdiri santai didepan Meyra. Membuat Wanita itu menunduk, berusaha menyembunyikan wajahnya yang telah basah oleh air mata.


__ADS_2