Teman Ranjang

Teman Ranjang
Bab 33


__ADS_3

Meyra memandang aneh ke arah Kevin yang berdiri didepan pintu. Lelaki itu mematung seolah tengah shock akan sesuatu. Aura di sekeliling mendadak terasa dingin bagi Meyra. Apa yang telah terjadi dengan Kevin. Apakah ada sesuatu yang menggangunya ketika keluar tadi. sementara Yuli hanya diam tak berniat membuka suara. Apakah Yuli juga merasakan hal yang Meyra rasakan ?


" Yul . Boleh gue minta tolong sama Lo " Kevin berbicara tanpa menatap kearah Yuli. Matanya justru fokus ke sosok Meyra. " Gue bisa pinjam apartemen Lo sebentar ? Gue mau ngomong serius ke Meyra."


Yuli yang sedari tadi berani menggoda Kevin dan Meyra kini malah nampak sedikit takut. Jujur saja nada dingin di suara Kevin membuatnya tak mampu sekedar mengucapkan kata 'Ya'.


Yuli hanya mampu melangkah dalam diam kearah pintu keluar. Melewati Kevin yang seolah menjadikan Meyra sebagai fokus utamanya.


Setelah kepergian Yuli. Kini Meyra dilanda cemas. Ada apa sebenarnya dengan Kevin ? Kenapa lelaki itu terlihat marah hingga mampu membuat Meyra merasa takut membuka mulutnya untuk bertanya.


" Seegois ini Elo sebagai perempuan. Bukankah Lo itu seorang Ibu ! Bisa-bisanya ada seorang Ibu yang berniat membunuh anaknya sendiri walaupun bahkan belum terlahir kedunia ini. "


Tatapan dan ucapan dingin Kevin membuat Meyra berdecak. " Ck . Gue kira apaan yang bikin Lo marah . Masalah sepele doang. Lagian belum tentu juga Gue hamil anak Lo kan ." Meyra berucap santai. Sementara Kevin kini mendekat.


" Tetap saja . Gue ngerasa marah saat seseorang yang Gue Sayang berniat buruk dengan calon keturunan gue.."


" jangan baperan kenapa sih Vin . Lo lagi nembak gue dengan bilang sayang ? nggak usah berpikir jauh, hidup gue udah ribet. Gue gak mau lagi tambah mumet jika gue hamil.." Meyra menyuarakan isi hatinya. Persetan dengan kesopanan dan attitude. Toh Kevin bukan orang yang baru masuk kedalam kehidupannya.


Kevin menatap Meyra tak percaya. Apakah wanita didepannya ini berada di fase putus asa. Sehingga dengan gamblangnya mampu berucap tentang sesuatu yang belum tentu terjadi.


" kenapa Lo takut hamil anak gue? "


"Hamil dengan seseorang yang statusnya nggak jelas yang bikin gue takut. Kita bukan pasangan kekasih Vin. Apalagi suami Istri. Gue mungkin sudah terjebak dalam hubungan terlarang sama Lo dan itu udah terlampau jauh dan merendahkan diri gue sebagai perempuan. Gue nggak akan berharap dan ngelakuin hal itu lagi."


Kevin mendekat " Beri gue kesempatan agar bisa lebih dekat sama Lo sebagai seseorang yang spesial Mey. Gue janji nggak akan bikin Lo ngerasa rendah lagi. Gue mau jadi sandaran Elo disaat Lo terpuruk , dan akan menemani apapun situasi yang menimpa Lo " Kevin berucap Serius , diraihnya tangan Meyra, menciumnya dengan lembut .


" Gue kangen kebersamaan kita Mey. Lo mau kan memulai semuanya dari awal lagi sama Gue.."


Meyra merasa seakan pernah dihadapkan dengan situasi yang sama. Namun ucapan yang berbeda. Jika dulu kevin berlutut meminta Dirinya sebagai teman Ranjang .Kini lelaki itu sedang meminta hatinya dan menjadikannya seorang kekasih. Apakah dia akan egois lagi kali ini ? meski kemungkinan yang akan terluka dalam hubungan ini adalah dirinya sendiri.

__ADS_1


" mana testpack nya ?" Meyra menadahkan tangannya kearah Kevin. Dia sepertinya harus lari dari situasi ini.


Kevin segera memberikannya ,


namun ketika Meyra hendak ke kamar mandi. Kevin malah menghentikannya.


" Apa nggak sebaiknya besok pagi saja ? kan sekarang hari sudah siang. katanya lebih efektif kalau tesnya dilakukan di pagi hari.."


"gue punya pengalaman sebelumnya soal kehamilan. Mungkin benar kurang akurat. Tapi apa salahnya dicoba sekarang kan !"


Meyra berlenggang menuju kamar mandi , sementara Kevin menunggu dengan harap-harap cemas.


Sekembalinya Meyra, Kevin segera menghampirinya. Dia sepertinya tidak sabaran akan hasilnya. Entah apa yang membuatnya seantusias ini. Namun memikirkan jika memang benih miliknya telah tumbuh di rahim Meyra membuatnya merasa bahagia.


Sedangkan Meyra kini memandang Kevin penuh senyum. Seolah menggoda laki-laki itu dengan rasa penasarannya.


" Menurutmu positif atau negatif ? " Meyra menangkupkan kedua tangannya didepan dada, seperti posisi orang semedi.


" Dih kok jadi sewot sih "


Meyra menatap Kevin dengan kesal, bisa-bisanya Kevin berucap seperti itu.


Kevin mendekat, menangkap tubuh Meyra yang memang lengah karena ucapannya tadi.


" Kasih tahu atau gue cium nih !"


Meyra semakin menyembunyikan tangannya berniat menggoda Kevin " Cium aja . Lo pikir gue takut " Tantangnya malah semakin menyodorkan wajah kearah Kevin .


Kevin yang terpancing langsung dengan cepat menarik tubuh Meyra semakin mendekat. Hingga kini Dia dapat mendengar detak jantung Meyra yang berdebar cepat " Gue kangen Mey. " Kevin berbisik, membuat bulu kuduk Meyra meremang.

__ADS_1


" Jangan macem-macem Vin . Gue baru aja senang karena hasilnya negatif. Lo malah bilang kangen segala. "


Kevin menarik tangan Meyra , mengambil testpack dan melihatnya dengan teliti. " Beneran negatif . hhh kayaknya gue kudu berusaha lebih keras lagi. ." Kevin mengedipkan matanya kearah Meyra, membuat mata gadis itu seolah tengah kelilipan dengan ekspresi takut yang kentara.


" Apa Lo pikir ketika seorang cowok bilang ke ceweknya kalau dia kangen berarti dia lagi ***** ? Gue jadi ragu kalau Lo pernah menikah sebelumnya." Kevin menampakkan wajah seolah tengah berpikir keras.


" Lo nggak akan lepasin Gue nih ? Gimana gua nggak berpikiran buruk kalau kelakuan Lo seperti pemangsa gini."


Ucapan Meyra menyadarkan Kevin. Dan membuat lelaki itu malah semakin mendekatkan wajahnya ke Meyra.


" Kalian nggak niat melakukan hal aneh dengan pintu tak terkunci kan ? "


Yuli menginterupsi kegiatan Meyra dan Kevin. Bisa bisanya mereka bermesraan dengan tak tahu tempat begini ." Kamar disini banyak loh . Sono gih masuk kamar sana!! "


Ucapan Yuli mendapat toyoran dari Meyra. Setelah sebelumnya dia lebih dulu melepaskan diri dari Kungkungan Kevin . " Dasar omes Lo. kita lagi nggak mesra-mesraan seperti yang Lo pikir."


Yuli menatap Cuek " Gimana Positif ?"


" Nggak. Tapi besok bakalan gue tes ulang." Ucapan Meyra berhasil membuat Kevin memandang Meyra dengan Harapan " Berarti kemungkinan Lo hamil masih ada ? "


"Ya ela Vin. kalau belum jadi tinggal bikin aja lagi. Lo kayaknya ngebet banget jadi Ayah. "


Meyra kembali hendak membungkam mulut Yuli yang menurutnya semakin tak punya rem. "Enak aja. Emang gue mesin pencetak anak . Halalin dulu kalau mau dapet keturunan dari gue . .ehh" Meyra menepuk mulutnya . Bisa-bisanya dia keceplosan dan seolah meminta Kevin segera menikahinya.


" Tuh denger Vin. Nggak pake kode lagi. langsung ke intinya." Yuli lagi-lagi membuat Meyra malu. Bisa-bisanya Yuli selalu mengucapkan kata yang membuatnya mati kutu.


" Tenang Yul. Gue bakalan halalin Meyra. Asal dia mau menerima cinta Gue."


" Jadi Lo barusan ditolak sama Meyra. ckckck."

__ADS_1


Kevin menggaruk pelipisnya dan memandang Meyra dengan senyum. sementara Meyra hanya bisa menunduk . Berusaha menetralkan detak jantungnya.


__ADS_2