
Meyra mengerjap pelan , cahaya lampu membuatnya merasa silau. Semakin kuat keinginan Meyra mencoba Duduk, sakit di kepalanya semakin terasa menyiksa. Tubuhnya terasa sangat lemas tak bertenaga. suara pintu terbuka seolah bergema di telinganya, Dengan mata menyipit. Meyra berusaha untuk melihat kearah sosok yang telah membawanya kesini ! Tapi matanya seolah belum bisa jika dipaksa terbuka dalam waktu lama. Jadilah Meyra hanya pasrah. Ia melafalkan Do' a , Semoga Siapapun Yang datang. Bukanlah orang yang punya niat Buruk.
Pemikiran itu Rupanya, langsung terbantahkan . Ketika Meyra merasakan sebuah tangan, kini tengah membelai wajahnya. deru nafas yang memburu, semakin lama semakin mendekat. Hingga Ia merasakan sebuah tangan kini menggerayangi tubuhnya. Lagi, Dia berusaha berontak , sekaligus mengumpat siapapun yang kini tengah menindih tubuhnya, Namun yang terdengar malah lenguhan yang lebih terdengar seperti *******. Bahkan Tubuhnya hanya memperlihatkan reaksi seolah tengah bernafsu.
Dalam kepasrahannya, Terdengar suara pintu digedor dengan kuat. Disusul suara pintu terbanting keras ! apakah ada yang mendobrak pintu? berusaha menyelamatkannya, suasana mendadak Riuh. Namun Suara-suara itu tak mampu Meyra dengar dengan Jelas.
Kini Meyra merasakan jika dirinya tengah melayang, Bagian atas tubuhnya yang tadi membuatnya merasa kedinginan kini telah menghangat, Apa ia tengah diperkosa ? Tapi yang mengusiknya adalah aroma yang kini menggelitik hidungnya, Kevin ? kamu kah itu ?
Bisik hati Meyra entah pada siapa..
*******
Kevin memangku Meyra dengan cemas. Entah apa yang akan terjadi jika terlambat sedikit saja menemukan Meyra. Melihat keadaan Meyra Tadi benar-benar membuat Kevin kalap. Bagaimana mungkin pria Bangkotan itu ingin memanfaatkan keadaan Meyra yang tak sadarkan Diri. Sebenarnya Meyra sadar, namun seperti tak punya kendali atas tubuhnya. Kevin menatap lekat wajah Meyra, Ada setitik Air mata yang jatuh tanpa dia tahan.
Wajah Meyra , entah kenapa mengingatkannya pada Sosok Selin . Kematian Selin ,seolah menjadi cambukkan , yang tak bisa ia Lupakan.
" Kita kemana Rob ? " Kevin seolah tahu jika ini bukanlah Jalan ke apartemen Meyra.
" Gue lupa bilang ! Meyra tinggal bareng Yuli. Di apartemen B.. Yuli udah share lokasinya .."
Kevin hanya mengangguk mendengar jawaban Roby. Sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin Kevin tanyakan. Namun lidahnya terlalu kelu. mencoba Menahan Diri dengan perasaannya yang terpendam, sekuat apapun dia berusaha mengabaikan Traumanya . sakit itu masih terasa, Bahkan lukanya masih terasa Basah.
Roby diberondong Yuli dengan banyak pertanyaan ketika mendapati Meyra yang tak sadarkan diri , di gendongan Kevin. Roby memang belum menceritakan secara detail tentang apa yang terjadi.
Setelah Yuli menuntun Kevin menuju kamar Meyra, meminta lelaki itu menidurkannya di atas kasur.serta memastikan kenyamanan Meyra, Yuli lekas mengajak Roby dan Kevin keluar, kearah ruang tamu.
__ADS_1
Mengalirlah Cerita Dari Bibir Roby, Yuli yang menyimak nampak berpikir.
"Setahu Gue Meyra nggak punya musuh ! " Yuli berusaha mengingat-ingat bagaimana keseharian Meyra selama di kota ini . Namun tak ada satu pun petunjuk yang bisa jadi acuan ,untuk mencari dalang dibalik penculikan Meyra. penjelasan Roby tadi memang masuk akal. Tidak mungkin anak Buah mami Ratu bertingkah gegabah dengan asal culik, kemudian menjajakan tubuh perempuan itu. Kecuali memang. Ada seseorang yang telah menjual Meyra , Atau melakukan perjanjian tertentu Pada Mami yang merupakan Muncikari yang kejam dan tak pandang bulu, dengan Meyra sebagai jaminannya. Tapi Siapa ?
Tiba-tiba Yuli menatap garang kearah Kevin " Ini Bukan kerjaan Lo kan ? " Tanyanya langsung ke arah Kevin.
Kevin yang sedari tadi ikut berpikir ,kemungkinan-kemungkinan orang dibalik peristiwa ini pun terlonjak. "kenapa Gue ? " Kevin nampak emosi. Setelah Ia mati-matian menyelamatkan Meyra, kenapa malah Dia juga yang dicurigai sebagai pelaku ?
" Lo kan stress! . Itu yang Gue denger dari Tante Rosa, ibunya Selin. Bisa ajakan Elo pelakunya. mungkin aja Lo udah nyari momentum yang pas, supaya elo berhasil bertindak ! ya kan . Hayo ngaku !!"
" Atas dasar apa gue ngelakuin hal itu ? "
" Karena Lo tahu Meyra suka sama Lo, Cinta berat. Sedangkan Lo enggak..!! Bisa jadi Lo merasa kedatangan Meyra kembali lagi kesini . Demi ambisi ngedapetin Elo.."
sementara Roby sedari tadi malah asyik menyimak.
sempat terbesit dipikiran Roby ,jika ini benar ulah Kevin. Terlebih kevin menelponnya pada saat yang tepat. Namun melihat kepanikan Kevin serta cara Kevin menghajar para pengawal mami yang berusaha menghalangi . Kemungkinan pelakunya Kevin adalah 0 persen.
" Btw. Apa nggak sebaiknya Meyra kita bawa ke dokter ? " Roby berusaha mengalihkan pembicaraan. " ntar kenapa-napa lagi tu cewek !"
" nggak usah Vin , Gue tahu obat itu nggak menyebabkan efek samping berkepanjangan. Biarin aja Meyra Istirahat. Obat itu akan hilang sendiri reaksinya seiring waktu.."
" Lagak Lo Yul, udah kayak Dokter .."
Yuli menimpuk Roby dengan buku yang kebetulan ada diatas meja " Lo ngehina gue . bukannya Lo sendiri yang ngajarin Gue? ckckck."
__ADS_1
Roby nampak menggaruk kepalanya yang tak gatal " iyah juga sih ? " ujarnya cengengesan .
" Beneran aman nih ? kalian yakin ? " Kevin ikut bersuara. membuat Roby dan Yuli hanya mengangguk sebagai jawaban.
" Kitakan Mantan nya Vin ! Gue malah yang merekomendasikan tu obat ke Mami ..BTW Meyra nggak sampai diapa-apain kan sama si Tua Bangka? "
Roby menoleh cepat kearah Kevin, meminta kepastian..
" Nggak usah dibahas,," Pertanyaan Roby , mengingatkan Kevin akan kondisi Meyra saat Dia berhasil mendobrak Pintu, Meyra telah Polos bersama Pria itu. Pemikiran buruk, kini meracuni otak Kevin ,apakah Meyra telah di nodai ?
Kevin tak bisa membayangkan Reaksi Meyra akan seperti Apa !
kevin semakin kacau ketika Yuli dan Roby ,nampak ingin mendapat jawaban lebih
" oke ! sejujurnya Gue nggak tahu ! Tapi yang jelas , Tadi mereka udah sama-sama polos.."
Mendengar jawaban Kevin , Yuli menangis ! meski ada kemungkinan jika apa yang ada dipikirannya, Bisa saja salah . Tapi Tetap saja, kemungkinan terburuk masih menghantui. Yuli tahu, Obat itu punya kendali yang sangat kuat. Meyra Tak akan tahu, meskipun Ia telah Di jamah sekalipun.
" Apa kita harus Tutup mulut, Agar Meyra tak terlalu Trauma dengan penculikannya ?"
Roby membuka suara, setelah Lama memikirkan, siapa dalang di balik peristiwa ini.
Kevin Sepertinya Setuju akan usulan Roby. melihat itu Yuli pun mengutarakan persetujuannya. " Kita harus mempunyai cerita yang sama. Supaya Meyra tak curiga !"
Mereka bertiga pun berembuk, memikirkan cerita yang nantinya akan di katakan ke Meyra. Tanpa membuat perempuan itu curiga.
__ADS_1