Teman Ranjang

Teman Ranjang
Bab 38


__ADS_3

Suasana sepi kini nampak dinikmati Kevin. Berdiri diam menatap ke arah seorang barista yang tengah menyajikan kopi didepannya. Kevin Sekarang sedang berada disebuah kafe. Tengah menunggu di sebuah private room, tempat dimana seseorang menghubunginya untuk bertemu.


Setelah lima belas menit berlalu, Kevin kini mulai duduk dengan gelisah. Berkali-kali dia melihat kearah jam tangannya. Sebenarnya dia kesal, menunggu dan berurusan dengan orang yang tak tepat waktu adalah hal yang paling dibencinya. Suara pintu dibuka menimbulkan bunyi nyaring ditengah sunyinya ruangan, sosok Dirga muncul dibalik pintu.


" Maaf menunggu lama ? " Pria yang seumuran dengan sosok Ayahnya itu nampak membungkuk hormat. Kemudian duduk didepan Kevin.


"kondisi Roby semakin tak stabil. Om agak khawatir jika meninggalkan dia terlalu lama."


Dirga kembali mengatur posisinya agar nyaman. Ayah dari Roby itu kini memandang dengan tatapan yang mengisyaratkan kekhawatiran dan penyesalan.


" Kamu pasti tahu tujuan Om minta kamu untuk bertemu ?"


Kevin menyesap kopinya, mempersilahkan Dirga untuk melakukan hal yang sama.


" Ada apa sebenarnya Om ? Kenapa seolah ada sesuatu yang om sangat jaga dan apa kaitan semua ini denganku ?"


Dirga menarik nafas panjang. Situasi berat yang dilaluinya dengan semua trauma yang Roby alami harus dia buka kembali didepan Kevin.


" Roby korban pem**k*saan Vin. Bukan oleh H*m* ataupun pedofil. Tapi sosok ib**s berwujud seorang gadis. Dia Stella anaknya David Ricard . Seorang gadis yang kini tengah mengincarmu untuk dijadikan kekasih.."


Ada amarah dan benci yang berkobar ketika Dirga mengatakan semuanya. Sementara Kevin yang masih belum mengerti hanya diam menunggu kelanjutan dari cerita yang menurutnya tak masuk akal ini .

__ADS_1


" Stella dan Roby berpacaran saat SMA. Roby cinta pertama bagi Stella, dan hubungan mereka sudah terlampau jauh. Sebagai remaja dengan rasa penasaran tinggi mereka melakukan S**s sebelum menikah. Dan inilah awal mula sikap psikopat Stella terlihat. Gadis itu maniak S**s . Ketika keinginannya tak terpenuhi, dia akan marah. Sampai peristiwa hari itu menjadi puncaknya. Perempuan ini marah. Roby diikat di kursi dan dipaksa melayani banyak wanita setelah diberi obat kuat dan per*****ng dosis tinggi.."


Kevin ikut merasakan getirnya hati Ayah dari sahabatnya itu. Roby adalah anak satu-satunya , Tentunya ada harapan besar yang dia curahkan pada sosok Roby.


" Kenapa Om tidak melakukan penanganan yang tepat ? Maaf jika aku lancang Om. Aku pernah menanyakan gejala dan kondisi Roby pada seorang psikiater. Om sadarkan jika Om turut andil akan kondisi Roby sekarang."


" Itulah hal yang paling om sesali Vin . Om terlalu takut jika menanyakan kepada Roby apa yang sebenarnya terjadi. Om tahu peristiwa tragis itu karena Si gadis Iblis itu yang cerita. Om juga malu , kalau semua orang tahu tentang ini. Gengsi yang Om miliki membuat naluri seorang Ayah dari diri ini menghilang. Sampai akhirnya Roby berubah jadi pribadi yang berbeda. Om yang tidak tahu jika ini dampak terburuk malah senang dan membiarkan Roby semakin tersesat dan lupa jati dirinya.."


Luruh sudah air mata yang coba ditahannya. Namun seolah tak mau terlalu terbuai penyesalan masa lalu, kini Dirga menatap Kevin penuh kilat dendam.


" Om nggak bisa jika sendiri memberi pelajaran pada para bajingan itu Vin. Om butuh bantuan kamu.."


Kevin tak menyangka jika penyataan ini akan diucapkan oleh seorang sekelas pak Dirga. Bos sawit dan juga pemilik perusahaan Batu bara yang tajir dan terkenal disegani.


Rasa penasaran Kevin membuatnya tak tahan membuka suara .


" David Richard adalah seorang yang terkenal di bisnis dunia hitam. Pemasok senjata serta telah lama menjadi pemimpin organisasi gelap. Namanya menjadi momok menakutkan bagi instansi kepolisian. Karena itu seberapa kuat pun Om mencoba. Tetap hasilnya nol ."


Kevin mengingat kembali pertemuannya dengan David sebulan yang lalu. Aura yang dipancarkan ayah dari Stella itu memang kuat dan membuat siapapun akan merasa segan. Tapi mungkinkah dibalik sikap penuh wibawa itu juga ada sikap psikopat. Apalagi jika menyangkut putrinya? Kevin mulanya tak ingin mempercayai ini tapi dari cerita Dirga, Dia sepertinya terlalu menyepelekan sosok David.


" Om yakin jika kita bersatu kita bisa memberinya pelajaran, jika hukum negara tidak bisa. Maka hukum rimba yang akan berlaku.." Dirga melanjutkan ucapannya. Lagi-lagi terlihat jelas amarah penuh dendam dari mata tua Dirga.

__ADS_1


" kenapa Om begitu yakin . Aku bukan anggota mafia maupun bos gangster . Aku hanya seorang pengusaha biasa. Jika om saja tidak sanggup bagaimana dengan aku ? "


Dirga menampakkan senyumnya . Dia kagum diusia yang masih muda Kevin bisa menjaga dirinya dengan sikap yang tak menunjukkan siapa dirinya ." Om tahu Vin . Kamu bahkan mampu memulihkan perusahaan milik ibumu dengan hanya hitungan hari. Dan juga bukankah sekarang kamu juga mengembangkan usahamu keluar negeri. Jika bukan relasi yang kuat dan juga otakmu yang cerdas semuanya mustahil dilakukan . Apalagi mengingat suasana hatimu yang hancur karena kehilangan orang tersayang secara mendadak dan bertubi-tubi. Om perlukan semua keahlianmu, Karena mungkin Om hanya kurang strategi dalam menghadapi David dan Iblis betina itu.."


Kevin memandang Dirga dengan Datar. Apakah sekarang waktunya dia menunjukan diri. Apakah ini akan kembali mempengaruhi hubungannya dengan Meyra atau mungkin bisa menyelamatkan pacarnya itu dari teror Stella.


" Aku bukan siapa-siapa Om. Tapi aku harap kita bisa memberi hukuman yang pantas pada Stella..


Aku butuh informasi mendalam tentang gadis yang akan kita hadapi ini om. Bukankah kita harus mengenal lawan terlebih dahulu sebelum mengetahui titik kelemahannya ? " Kevin menampilkan senyum dingin, menularkan aura psiko yang tiba-tiba datang. Jiwa mudanya seolah tertantang.


" Om sudah mempersiapkan semuanya Vin." Dirga menyerahkan Map merah, dan juga sebuah flashdisk berwarna pink. " Semua yang kamu butuhkan ada di sana. oh ya Vin. Sebaiknya kamu menjaga jarak terlebih dahulu dari kekasihmu !"


Ucapan Dirga memancing Kevin menatap kearah lawan bicaranya " Maksud Om ? "


" Kamu nggak kenal Stella Vin. Dia akan bertindak nekat jika marah. Dengan Yuli, Stella tak akan berani. Karena sepertinya David memiliki perasaan yang spesial dan dalam pada sosok gadis itu. Dalam artian Stella tak akan berani menyentuh wanita ayahnya itu. Tapi Meyra, Dia bisa berbuat apapun sesuka hatinya. jauhi dulu Meyra sampai Stella merasa jika kamu tak lagi mempunyai rasa pada perempuan itu. Ini sekedar saran Vin. Tapi om harap kamu bisa benar-benar melakukan ini demi cintamu. karena pergerakan kalian kini diawasi.."


" Maksudnya ?"


" Ketidaktahuan Yuli dimanfaatkan Stella untuk mencari informasi tentang kalian. Stella tahu jika Yuli akan menceritakan secara detail apapun yang kalian lakukan.. "


Kevin mengalihkan pandangan kearah lain. Dia mengigit bibirnya kuat. Bagaimana mungkin dia harus berjauhan lagi dengan Meyra?

__ADS_1


"Pikirkan baik-baik Vin. Ini demi hubungan kalian kedepannya, Jaga dia sekarang, atau kesempatan itu akan hilang.."


__ADS_2