
Meyra kehabisan kata-kata, saat Kevin menunjukkan semua berkas bypernikahan itu padanya,
" Aku sengaja memintanya pada ibu untuk memenuhi persyaratan ini. Tapi tenang aku tentu saja tak mengatakan aku akan menikahi mu, malu kan kalau ternyata kamu menolak ku, hehehe" Kevin lagi-lagi menunjukkan sikap yang membuat Meyra terbengong.
" Tapi, maksudmu segera itu kapan ?"
" Secepatnya, dua minggu dan paling lambat satu bulanan, kita nggak akan nunggu perut kamu semakin membesarkan ?"
Meyra menyentuh perutnya, dan menatap Kevin . Seolah membenarkan alasan yang dikemukakan Kevin. Memikirkan itu entah kenapa Meyra merasa malu dan tak pantas bersanding dengan Kevin. Pasti akan banyak suara sumbang mengiringi setiap prosesnya nanti. tentang statusnya yang seorang janda dan juga tentang hamil duluan yang tak akan bisa dia tutupi lagi.
"Kamu yakin mau menikahi ku Vin. ?? Apa orang tuamu akan setuju !!"
" Kamu tenang Mey, aku sudah membicarakan semuanya ke papa sebelum aku memutuskan untuk menjemput ibu dan anak-anak. Aku akan mengatur semuanya untukmu, tugasmu hanyalah duduk manis dan jangan stress agar tumbuh kembang anak kita berjalan dengan baik dan sehat.."
Kevin ikut mengelus perut Meyra yang dirasanya memang telah sedikit menonjol,
" Oh ya, kapan dia akan bergerak didalam sini ?"
Binar mata Kevin membuat Meyra malu, dia segera menepis tangan Kevin yang tampak betah diperutnya,
" Jangan membuatku malu, Vin. Cobalah untuk membicarakan topik lain ,, "
Kevin terkekeh, " Kenapa mesti malu Mey, bukankah saat proses pembuatannya kita nggak malu, bahkan cenderung bersemangat..!!!!"
Meyra bersemu semakin merah dan malah menghadiahi Kevin dengan cubitan ditangannya.
" Berhenti mengingatkanku akan hal itu. Atau aku akan menolak pernikahan ini.."
" Oh ya, oke berarti aku harus lapor sama Ibu agar cepat-cepat di nikahkan, karena anaknya yang cantik ini hamil duluan.." Kevin hendak beranjak, namun dengan Cepat dan kuat Meyra menarik tangan pemuda itu, hingga Kevin nyaris menindih tubuh Meyra,
__ADS_1
" Ishhh apaan si Mey, hampir saja tahu nggak "
Kevin kesal, namun ketika melihat Meyra memejamkan matanya. Jiwa usil nan mesumnya terpancing, " ehem, Jangan pasrah gitu dong Mey, bikin pengen tau nggak.."
Meyra langsung membuka matanya dan melihat ekspresi Kevin yang tepat berada diatasnya " Nggak lucu Vin,, sana .."
Meyra mendorong tubuh Kevin dan memberikan tatapan nyalang pada pemuda itu..
Kevin kini malah terbahak, melihat ekspresi Meyra yang menunjukan antara malu dan marah. " Ya udah aku pamit dulu, sudah malam nih. Lama-lama disini ntar malah kebablasan aku...
Eh Tapi, jangan dulu bilang ke Ibu ya, soal rencana ku ini !! Aku ingin menyatakan pada beliau secara langsung nanti, biar tak ada dusta diantara kita.."
" Iya, ...iyaa...sudah pergi sana.. Entar malah beneran jadi setan kamu nya ..hihihi "
Meyra mengantar Kevin sampai depan pintu, segera menguncinya saat sudah memastikan Kevin telah menghilang di lorong apartemen.
" Ibu mau bicara Mey !!"
" Kenapa Bu, bikin Mey kaget aja.."
Meyra berusaha bersikap biasa saja, Meski dia tahu jika ada sesuatu yang telah terjadi.
Meyra kini telah duduk, diikuti ibunya
" Jelaskan apa ini Mey ?"
Meyra memandang hasil pemeriksaan dan USG yang dilakukan tempo hari saat dia pingsan, dia lupa jika tak menyembunyikan berkas ini ditempat yang lebih aman.
"Kamu hamil ? itu sebabnya kamu bilang ke ibu kalau kalian akan secepatnya menikah !! Begitu. ?"
__ADS_1
Meyra menunduk ,tak mampu menatap wajah tua sang ibu. Ibu mana yang tak kecewa, apalagi diusia Meyra yang telah cukup makan asam garam dunia, kenapa malah melakukan Zina sebelum menikah seperti ini ?
" Maafkan Mey, Bu !! Kevin akan tanggung jawab kok Bu. Bahkan dia sudah menyiapkan semua berkas dan syarat pernikahan kami. Tapi memang dia berniat menyampaikan ini secara langsung ke ibu.."
Meyra semakin menunduk, mendengar isakkan yang lolos dari bibir sang Ibu. Sepanjang usianya ini, baru kali ini dia membuat ibunya sampai menangis didepan matanya.
" Ibu tidak pernah menyangka. Tinggal di kota kamu malah lupa menjaga harga dirimu sebagai perempuan, apapun statusmu, seharusnya kamu tahu Mey, Jika kita perempuan punya yang namanya kehormatan, meskipun janda harusnya kamu bisa jadi janda terhormat. Bukan seperti ini !! bisa-bisanya kamu melakukan hal ini hingga menghasilkan bayi tak berdosa !!"
Yuli yang sedari tadi ternyata telah mengikuti ibu dan memilih diam disudut dekat pintu. Dia juga ikut menangis, nasehat yang diberikan ibunya Meyra, sama persis seperti apa yang sering ibunya sampaikan. Jika Meyra yang hanya tidur dengan satu pria saja, bisa membuat sang ibu seterluka ini. Bagaimana dengan kelakuannya yang bahkan menjajakan tubuhnya demi sejumlah uang . Bayangan wajah ibunya kini seolah membayang di pelupuk mata Yuli.
Kini keheningan melanda ketiganya, yang seolah asyik dengan tangisan dan pikiran masing-masing.
" Jika kalian memang benar-benar akan menikah, maka lakukanlah dalam waktu dekat, meski begitu. Jangan sampai Kevin menyentuhmu lagi, sebelum anak kalian lahir. Karena itu sama saja dengan kalian melakukan Zina. Setelah anakmu lahir nanti, kalian akan dinikahkan lagi, agar tak dianggap berzina seumur hidup..." Ucapan ibu terdengar tegas ditelinga Meyra, sementara ibu kini menyenderkan tubuhnya ke sofa seraya memijit keningnya yang mendadak diserang migrain.
Meyra dan Yuli kini berpandangan , apakah Kevin akan menuruti semua ini ?
Yuli sebenarnya ingin tertawa tapi melihat ekspresi nelangsa Meyra membuatnya memilih diam saja..
" Apa memang seperti itu Bu.."Meyra bertanya takut-takut, dia ingin protes . Jika begitu untuk apa mereka menikah .?
" Iya.. Bahkan bin anakmu itu ada padamu, bukan Kevin. Makanya sebelum melakukan Zina pikirkan akibatnya.." lagi ucapan sang ibu membuat Meyra meremas dada, merasa bersalah sekaligus sesak.
Ibu berlalu dengan wajah kesal, tapi di dalam hatinya dia berdoa semoga saja hubungan Meyra dan Kevin tetap terjadi didasari dengan cinta dan bukan semata untuk menutupi aib, karena terlanjur berbadan dua.
Sementara Yuli kini mendekat kearah Meyra dan duduk tepat di samping ibu hamil itu..
" Menurut Lo, apakah Kevin bakalan nurut Yul ?" Meyra membayangkan wajah mesum Kevin , dan bergidik saat mengingat betapa pemuda itu tak mampu menahan diri jika sudah berada didekatnya. Pun dengan Meyra yang sepertinya punya kebiasaan yang sama .
" kayaknya enggak deh Mey, gue sanksi soal itu. Kalian kan nggak bisa terlalu lama bersama pasti bakalan kearah sana jatuhnya, Makanya babynya cepat tumbuh dan berkembang. .. hihiihihih..."
__ADS_1
Bukannya kesal, Meyra malah ikut tertawa mendengar kebenaran itu dari mulut Yuli.
" Semurahan itu gue Yul...ckckckkckck"