Teman Ranjang

Teman Ranjang
Bab 53


__ADS_3

" Gue hamil !!!"


Meyra menatap lekat Yuli, meminta kejelasan. Apakah dia hanya salah dengar tadi..


" Ya Mey, sudah masuk tiga bulan."


Meyra kini menerawang, seolah menghitung kebenaran ini.


Tak sengaja matanya bertatapan dengan mata Hendra, Meyra mendadak canggung. Dan malah memberikan Hendra senyuman tipis, seolah merasa bersalah.


" Bentar lagi Kevin bakalan kesini. Gue udah kasih tahu dia, tentang kehamilan elo."


" Kenapa Kevin ?"


" Apanya yang kenapa Mey, Kevin ayah dari anak Lo kan ? wajar kalau gue kasih tahu dia.."


" Bukan itu Yul. Maksud gue. kenapa langsung dikasih tahu sih. Tunggu gue sadar kan bisa..!!"


" apa ? Lo masih menolak baikan . Atau lo bakalan bilang ke Kevin, kalau ini anaknya Hendra..?"


" Ckkckck" Meyra melirik Hendra yang sedari tadi masih terdiam, Jujur dia merasa telah mempermainkan perasaan pria itu. Lagian kenapa dia malah nggak mengalami morning sickness seperti kehamilannya yang sudah-sudah sih. Sekarang dia malah terlihat sangat murahan didepan Hendra diusia dan statusnya yang sekarang, bisa-bisanya dia malah hamil diluar nikah .


" Selamat ya, Mey. Jujur gue sedikit kaget, Tapi Gue tahu jika hubungan kalian sudah seintim itu, pasti dia adalah lelaki spesial"


Meyra hanya tersenyum kecut, teringat akan Kevin tiba-tiba moodnya jadi buruk. dan malah tak terlalu menanggapi ucapan Hendra.


Suasana mendadak hening , tiga orang yang berada ditempat ini seolah tengah berperang dengan pikiran masing -masing.


Ditengah keheningan, Kini mereka mendapati pintu dibuka dengan keras, sepertinya tamu ini sangat tak sabaran, hingga seolah telah di kejar waktu.


" Mey !!! Lo baik-baik saja kan?"


Kevin memeriksa seluruh bagian tubuh Meyra, Setelah memastikan semuanya masih lengkap dan baik dia segera mencium kening wanita yang memang telah dirindukannya itu.


" Alhamdulilah kamu sehat sayang. .".


Kevin, sosok itu menampakkan rasa lega pada wajahnya.


Meski agak risih namun Meyra tak menepis ataupun mengelak dari ciuman Kevin. Meski perasaan tak enak pada sosok Hendra semakin besar, tapi dia mencoba menetralkan ekspresinya sebisa mungkin.

__ADS_1


"Jangan lebai. Gue baik kok..!!"


Kevin kini duduk , dan melihat kearah Yuli yang sedari tadi dia acuhkan. Tapi matanya malah menangkap sosok pria asing yang kini menatap lekat ke arahnya.


"Lo siapa ?"


Meski Kevin tahu jika pria ini lebih dewasa darinya, namun melihatnya berada dikamar rawat Meyra membuatnya tentu saja cemburu dan tak perduli lagi akan kesopanan.


" Gue Hendra , teman lama Meyra. .!!"


Kevin hanya menatap tangan Hendra yang terulur tanpa berniat menjabatnya ,


" Lo yakin cuma teman lama. Atau Lo malah berharap lebih ?"


Ucapan Kevin membuat Yuli bereaksi .


" Ehh brondong. Lo nyadar nggak sih, kalau Meyra itu udah lo buntingin. Jadi si Hendra nggak akan ada kesempatan lagi buat lebih dekat dan berharap lebih dari hubungan mereka."


Yuli mengetuk gemas kening Kevin.


Sementara Meyra yang menyaksikan itu kini nampak semakin malu dan merasa bersalah pada Hendra.


" Ya udah deh Mey, Yul. Gue pamit ya, gue ada sedikit urusan soalnya,,"


" Iya Hen. Makasih ya udah anterin kita kesini..!!" Yuli menjawab dengan singkat , mencoba memberikan waktu agar Meyra juga ikut bicara, tapi nyatanya hingga sosok Hendra menghilang dibalik pintu, Meyra sama sekali tak membuka mulutnya..


" Ishh Lo Mey, bilang makasih kek. Bukannya malah diam . Kasian kan Hendra , udah kecewa, patah hati, eeh malah dicuekin..!!!"


" sikap Meyra sudah bener kok Yul. Gue ini kan calon suaminya. Otomatis lebih penting Meyra menjaga perasaan gue dibanding tuh lelaki nggak jelas.."


" Mending Lo diam Vin. Pikiran gue lagi mumet ini.."


celetuk Meyra menanggapi ucapan Kevin.


" Loh sayang, kamu kenapa sih ?"


"Gue pengen istirahat, bisa kan kalau gue minta kalian buat keluar sebentar !!"


Yuli dan Kevin akhirnya keluar dari kamar rawat Meyra. Setelah melihat jika Meyra telah memejamkan matanya dengan rapat.

__ADS_1


Ketika keheningan kini telah datang, tepat setelah pintu tertutup. Meyra kembali membuka matanya, dan


wanita 30 tahunan itu, kini malah menangis dalam diam..


Meyra merasa jika takdir telah mempermainkan hidupnya dengan begitu kejam. Sungguh perasaannya kepada Kevin tetap masih ada, tapi jika mereka dipersatukan dengan kehamilan tak direncanakan seperti ini. pasti hubungan mereka kedepannya tak akan terlalu baik.


Apa jadinya nanti jika dia malah akan menjanda lagi dengan 3 orang anak. .


***


Yuli dan Kevin akhirnya menuju ke kantin bersama. Meskipun mereka diusir secara halus oleh Meyra tapi bukan berarti mereka tega meninggalkan Meyra sendirian.


" Usia kandungannya sudah berapa Yul ?"


Kevin langsung bertanya ketika Mereka duduk di bangku kantin.


" masuk 3 bulan , Vin..!!! Lo mesti sabar deh ngadepin Meyra kayaknya kehamilannya mempengaruhi sikapnya ke elo deh Vin.. Bawaan bayi.."


Kevin mengerutkan kening ,kebingungan " Apa iya kayak gitu Yul? berarti anak gue sebel sama gue gitu !!,"


" Mungkin.." Jawaban dan ekspresi Kevin membuat Yuli tersenyum merasa lucu.


" Lo punya nomor telpon nyokap nya Meyra nggak Yul ?"


" Buat apa Vin. Jangan gegabah deh, nanti Meyra malah tambah marah lagi sama Lo "


" Nggak bakalan deh. Gue hanya mempertanggung jawabkan apa yang udah gue lakuin ke Meyra..!! Jujur, kehamilan Meyra membuat gue bahagia Yul. Ini seolah mempermudah jalan gue buat ngeyakinin dia bahwa gue benar-benar sayang dan serius dengan hubungan kami.."


"Gue bisa lihat kok kalau Lo benaran menyesal dan menyayangi Meyra. Tapi janji ya Vin, jangan buat dia kecewa lagi ."


" Minggu depan gue bakalan beri Meyra kejutan yang nggak bakalan dia lupakan seumur hidupnya...


Dan ini gue harap akan membuat hubungan kami kejenjang lebih serius dan halal.."


" Lo mau lamar Meyra ,Vin ?"


" Lebih dari itu Yul. Gue bakalan ikat dia dengan hubungan halal sebagai bukti keseriusan gue, agar sakit hatinya bisa perlahan menghilang..."


Kevin memandang ke depan dengan binar penuh semangat dan keyakinan. Membuat Yuli ikut merasa senang dan mendoakan yang terbaik bagi pasangan ini kedepannya..

__ADS_1


__ADS_2