
Meyra nampak bersemangat pagi ini. Karena Kedua putranya kini telah bersama ibunya kembali. Meyra tak memusingkan alasan apa yang membuat mantan mertuanya itu malah mengantar Rifki Dan Bagus bahkan sebelum libur sekolah berakhir. Tapi yang jelas kini dia tak perlu pusing lagi memikirkan cara ataupun alasan untuk menjemput kedua putranya itu.
Dan saat ini, Meyra entah kenapa ingin sekali makan mie instan Soto, dengan irisan cabe yang banyak. Beberapa hari terakhir ini memang nafsu makannya berkurang. Perutnya juga terasa tak enak.
" Kita kemana hari ini ? " Yuli mengintip masakan Meyra , menggeleng pelan melihat banyak Rawit yang memenuhi mangkuk. " Diare baru tahu rasa Lo "
Yuli memilih duduk. sementara Meyra menyelesaikan masakannya.
" Ntah kenapa gue ngiler banget Yul. Lo mau nggak . biar sekalian gue buatin."
Yuli mengambil potato yang ada di toples , kemudian memakannya." Nggak . ngeliat elo aja gue udah kebelet duluan"
" Ya udah. jangan ikutan ngiler Ya "
mie yang telah matang diaduk Meyra didepan Yuli. Aroma Soto yang menyengat membuat Yuli meneguk ludah. Dia mengalihkan fokusnya dengan memeluk toples potato dan dengan Bar-bar memakannya didepan Meyra.
Meyra mendelik melihat kelakuan aneh Yuli " gue udah baik tadi nawarin Lo. Tapi Lo nggak mau jadi jangan salahkan gue slruuuppp..."
Yuli makin dibuat kepengen dengan kelakuan Meyra.
" Eeh ..jadi gimana? "
" Gimana apanya ? " Meyra menjawab dengan mulut penuh mie.
" kita kemana hari ini ? "
" Serah Lo deh Yul. kalo gue mau rebahan aja nih sekarang. Bawak an nya males aja gue tuh "
Yuli memandang aneh kearah Meyra. " Lo nggak telat datang bulan kan ? "
Meyra menggeleng. " Biasanya sih tiga bulan sekali."
"Jadi ! Lo udah Tiga bulan telat.."
" Kayaknya lebih sih. " Meyra menjawab cuek. dihirupnya kuah mie hingga tandas tak bersisa " Gue kan nggak teratur kalau mens . Jadi ya ditunggu aja " Meyra menuang lagi air putih Untuk yang ketiga kalinya ke dalam gelas , entah kenapa rasa pedasnya makin menggila sekarang.
"Kok Lo tenang sih ? iyah Lo emang nggak teratur soal datang bulan. Tapi Lo nggak lupa kan kalau Beberapa bulan ini Lo tidur bareng Kevin ..."
__ADS_1
Byurrrrr
Meyra menyemburkan minuman yang hampir saja menyentuh kerongkongannya. matanya melotot , dengan pikiran aneh yang berkecamuk " Maksudnya ? Gue Hamil !"
Tepat pada saat itu bel berbunyi, Yuli kini menuju kearah pintu. Sementara Meyra masih mematung. Memikirkan kemungkinan akan adanya janin diperutnya.
beberapa menit berlalu,Yuli yang lama dan tak kembali. membuat Meyra khawatir terjadi sesuatu. Namun ketika tiba diruang tamu Sosok Kevin membuatnya lagi-lagi mematung. Bagaimana mungkin lelaki itu datang disaat ini ? Meyra refleks memegang perutnya, jika memang Dia hamil apa yang akan terjadi nanti.
Yuli menegur Meyra dengan isyarat tangannya. menyuruh temannya itu untuk duduk.
" Hal apa yang membuat Lo datang kesini ? "
Kevin yang menatap tingkah aneh Meyra sedari tadi sedikit kaget dengan pertanyaan Yuli.
" Entahlah . Gue kayaknya lagi stress dan nggak tahu mau ngelakuin apa ."
Meyra mengernyit mendengar jawaban Kevin yang menurutnya aneh " Dan dipikiran Lo. Disini tersedia obat stress gitu ? "
" May be !!" Kevin nampak cuek. meski dia tahu Meyra bermaksud menyentil nya.
" Gue penasaran . Apakah kalian pernah ngomong soal kejelasan hubungan diantara kalian. kalian itu kayak ABG labil yang sukanya caper dan gengsian nggak jelas .."
" Kalau masalah gini aja kalian kompak. Gue mau mandi. silahkan kalian bicara." Yuli mengedipkan matanya kearah Meyra " Lo pasti banyak bahan untuk diceritakan sama Kevin kan Mey ?" Ucapan Yuli dibalas dengan dorongan kencang oleh Meyra
***
Meyra kini terdiam didepan Kevin, Dia bingung harus memulai pembicaraan dari mana ?
" Ra. Stella masih suka neror Lo nggak ? "
Meyra yang sedari tadi melamun mendongak kearah Kevin ." Gue nggak mau bahas soal itu dulu ,Vin. yang ada nanti gue parno . Dan berhalusinasi tentang apapun yang sekiranya bikin gue takut."
" Anak-anak gimana ? masih diganggu juga. " sepertinya Kevin masih belum menemukan ide, untuk pembahasan yang lain
" Nggak ! kurasa mereka aman sekarang. Makanya gue malas bahas ! Lo bilang Stress. stress kenapa ? Karena orang yang sama ? "
" Banyak " Kevin tersenyum kecil. " maaf Ya. Gue malah kesini. Hari ini kalian libur kan, seharusnya kalian istirahat ini malah gue gangguin . "
__ADS_1
" Santai aja kali vin . kayak nggak kenal gue sama Yuli aja. "
Kevin mengangguk , " Kok Lo terlihat pucat Mey. Lo sakit ? "
Meyra meraba wajahnya, Apa iya dia pucet ? kan barusan dia makan mie dengan banyak cabe seharusnya dia nggak kelihatan pucet dong.
"Lo salah liat kali. Orang gue nggak kenapa-napa. Mungkin karena semalem gue begadang . makanya pucet hheheh"
Kevin memperhatikan Raut wajah Meyra yang menatapnya dengan tatapan aneh. Dia tahu jika ada yang berusaha disembunyikan oleh perempuan itu. "Beneran nggak kenapa-napa.."
Kevin mendekatkan tangannya ke Meyra mencoba menyentuh kening yang tertutup poni milik Meyra.
" Mending Lo beli testpack. soalnya Meyra udah lebih tiga bulan telat..". Suara Yuli membuat Kevin dan Meyra menoleh kearahnya secara bersamaan.
Tanpa merubah posisinya Kevin kini menatap tepat Dimata Meyra " Serius ! "
Meyra yang gugup malah mengalihkan pandangan kearah lain.
Kevin kini duduk bersimpuh dihadapan Meyra, kedua tangan lelaki itu telah mengenggam erat tangan Meyra yang kini gemetaran " Bener Mey kamu Telat ? " Kevin bertanya lagi.
Meyra hanya mengangguk sebagai jawaban. " Tapi bukan berarti aku hamil kan ? Biasanya aku memang suka telat sih ..." Meyra berucap ragu-ragu.
" Oh Ok berarti aku harus beli testpack sekarang. kamu tunggu disini Ya.."
Kevin segera menuju pintu dan menghilang seiring suara pintu yang kini tertutup.
Meyra melemparkan bantal yang ada didekatnya kearah Yuli " lemes banget Lo yul.belum tentu juga kan gue hamil."
" Ya siapa yang tahu kalau belum dites kan ? " Yuli nampak acuh dengan kekesalan Meyra.
" Niat Gue baik. Kalau Lo hamil kan nggak mesti repot mikirin cara ngasih tahu ke Kevin . kalau tersangka nya sendiri yang beli tes kehamilan itu. ye kan ?"
" Tersangka . Tersangka gaya Lo. Kalau gue nggak hamil bisa -bisa Kevin mikirnya gue berusaha bohongin dia dan mencoba rayu dia lagi. kan Gue gengsi Yul."
" Gaya Lo udah kayak ABG aja. makan tuh gengsi. lagian kenapa sih . Aku ngerasa kalian tuh jodoh tapi masih aja nyari celah buat menghindari itu. Pake sama-sama nggak peduli padahal Sama Bucinnya wkwkkwkwk"
" Usia kita beda jauh Lo Yul. Gue juga Janda. Semuanya terasa nggak mungkin bagi gue. Kalaupun gue hamil. Gue bakalan gugurin .."
__ADS_1
Kevin berdiri mematung mendengar kalimat terakhir Meyra. Dia memang terlampau bersemangat untuk mengetahui apakah Meyra hamil atau tidak. Hingga ia tak sadar masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dan mendengar jika Meyra ingin mengugurkan calon anak yang bahkan keberadaannya belum pasti itu , entah kenapa membuat kekecewaan di hati kevin.