Teman Ranjang

Teman Ranjang
Bab 30


__ADS_3

Kevin Bersandar di mobil milik Roby. Kesulitannya untuk menemui sohibnya itu membuatnya merasa harus melakukan ini. nomor Roby memang selalu aktif namun lelaki itu malah tak pernah mengangkat maupun membaca pesan -pesan yang Kevin kirimkan. Kevin merasa jika Roby telah menghindarinya , dan Itu disadari Kevin, baru terjadi setelah peristiwa penculikan Meyra. Rasa penasaran memang menguasai pikiran Kevin, namun kecurigaan jika Roby telah mengetahui sesuatu yang berkaitan dengan Meyra lebih mendominasi .


sosok Roby kini tengah melangkah santai kearah mobilnya, Sepertinya lelaki itu tidak menyadari keberadaan Kevin. Ketika Roby membuka pintu mobil, Dengan cepat Kevin ikut duduk di samping kemudi, ekspresi kaget tak bisa Roby sembunyikan. Namun Dia berusaha menetralkan suaranya ketika menyapa Kevin yang nampak santai .


" Lo bikin gue kaget Vin. Kalau gue jantungan Lo mau tanggung jawab.. "


" Ayo jalan ! Gue mau ngomong sesuatu yang penting sama Elo.."


Melihat reaksi kevin yang diluar perkiraannya Roby tahu jika ia sebentar lagi akan diinterogasi oleh lelaki berparas aktor korea itu " kemana ? " Tanyanya nampak kaku ke arah Kevin


" Kemanapun sekiranya yang ngebuat Lo merasa nyaman.. " Kevin menyesap Rokoknya dalam, kemudian menghembuskan asapnya kearah Roby, sehingga lelaki itu terbatuk-batuk.


" Tumben ngerokok?" Roby mencoba mencairkan suasana yang canggung " Biasanya Lo paling anti !"


Kevin masih asyik menyesap rokoknya ,tanpa menjawab pertanyaan Roby. " Sebaiknya cepat Rob, gue lagi nggak diposisi mood yang baik.."


Kevin menatap jalanan yang lenggang kerena memang waktu menunjukan pukul 02 dinihari.


Roby kini nampak terkekeh dengan jawaban Kevin ," Gue harap Lo nggak jadiin gue pelampiasan akan buruknya mood Lo saat ini..! ok . kita sampai . selamat datang di rumah gue Vin.."


Roby membuka pintu setelah mesin mobilnya mati sempurna, Lampu ruang tamu masih menyala menandakan sang empunya rumah masih menunggu Roby, Sang Anak.


Tanpa mengetuk terlebih dahulu , Roby langsung membuka pintu yang memang tak terkunci .


kini nampak Pria parubaya yang berusia kisaran 50 tahun menyambut Roby dengan Tatapan Tajam, Namun menyadari ada sosok lain yang kini tengah bersama sang Anak, Dirga merubah ekspresinya menjadi lebih bersahabat .


" Apa kabar Om !" Kevin menyalami Dirga , menunduk sopan ketika Pria itu menyuruhnya untuk duduk.

__ADS_1


" Kalian darimana ? Jam segini baru pulang, apa nggak berpengaruh sama kinerjamu dikantor.." Pertanyaan Ini sebenarnya lebih tertuju pada sosok Kevin , karena Roby sendiri memang belum punya pekerjaan, lebih tepatnya menolak saat sang Ayah memberikan jabatan penting di perusahaan milik keluarga mereka.


kini Roby dan Kevin duduk tepat dihadapan Dirga.


Kevin yang menyadari sindiran yang diberikan Dirga untuk sang Anak kini memandang kearah Roby, namun nampaknya Roby tak terlalu perduli,


" Kita Dari kantor Om. Kebetulan saya lembur jadi minta ditemani Roby sekalian Mengajarkan Roby tentang dunia perkantoran.." Kevin berucap tenang , Namun Roby menatapnya dengan aneh.


" Kita ke atas ya Pa. Kasian Kevin karena otaknya baru saja bekerja keras dengan segala urusan dikantornya.." Roby beranjak mengisyaratkan Kevin untuk mengikutinya.


Dirga hanya berdehem sebagai persetujuan , Namun matanya mengamati pergerakan Roby dan Kevin, Sampai kedua pemuda itu memasuki ruangan yang merupakan kamar Roby.


" Bokap Lo serem ya ! " Kevin membuka percakapan ketika Roby dan dirinya telah duduk di sofa bed, yang menghadap kearah Tv milik Roby.


"Ya.." Roby menjawab lesu, dan memilih menghidupkan Tv.


" Gue kesini bukan buat nemenin Lo nonton !" Suara Kevin terdengar dingin, sementara Roby kini merasa hawa di ruangan ini semakin panas saja. mendadak Dia tak merasakan tubuhnya lagi.


Kevin menyadari Roby nampak berkeringat, disentuhnya dahi Roby. Namun Ia malah mendapati jika suhu tubuhnya sangat dingin.


" Lo kenapa ? Jangan bikin gue takut deh Rob. " Kevin berucap seraya mencoba menyadarkan Roby yang nampak menggigil.


Kevin semakin panik manakala Roby memejamkan matanya dan perlahan tubuh kekar itu melemas , dan jatuh tepat di pangkuannya.


Setelah memperbaiki posisi Roby agar lebih nyaman, Kevin segera turun kebawah. Beruntung Dia masih menemukan sosok Dirga , ayah dari Roby.


" Om !! Roby pingsan. Tubuhnya juga dingin banget.." aduh Kevin setelah berada tepat dihadapan Dirga.

__ADS_1


Dirga yang awalnya duduk santai , kini panik dan segera mengekori Kevin. Setelah sampai Dirga mengecek setiap inci tubuh Roby. kemudian Dia mengeluarkan Hp, meski sesekali matanya masih mengawasi Roby.


" Apa kita bawa ke rumah Sakit Om?" Kevin bertanya, karena sedari tadi Dirga hanya nampak mengotak-atik handphonenya,


Sementara Kini Roby telah nampak semakin pucat dengan bibir yang membiru.


" Mending kamu pulang Vin. Om akan jelaskan pada kamu kalau kondisi Roby lebih baik.."


" Maksudnya apa Om ? Roby kenapa ? " Kevin nampak tak sabar, Bagaimana mungkin Dirga malah mengusirnya di saat kondisi Roby yang seperti sekarang.


" Roby punya Trauma. Dan sepertinya Kehadiran kamu memicu traumanya kembali. Jangan tanya apa hubungannya Trauma Roby dengan kamu ,karena Om juga belum tahu. Jadi om minta pengertian kamu Vin."


" Tapi gimana dengan Roby Om. Kenapa kita nggak bawa ke rumah sakit aja !"


" Kamu jangan khawatir , Dokter yang selama ini mendampingi Roby sebentar lagi akan datang. Sekali lagi Om mohon pada kamu untuk segera pulang!"


Kevin hendak mengutarakan banyak pertanyaan namun melihat Dirga yang kini menggenggam Erat tangan Roby. membuat ia memutuskan untuk pulang.


Saat melewati pintu kamar Roby, Dirga kembali memanggilnya. Ayah dari sahabatnya itu memberikan kunci mobil milik Roby . Hampir saja Kevin Lupa jika dia tak membawa kendaraan saat kesini tadi.


Kevin melajukan mobil dengan pelan. Dingin kini semakin menusuk kulitnya, kondisi Roby yang memprihatinkan malah terbayang di pelupuk matanya. Trauma seperti apa yang membuat Lelaki seperti Roby nampak sangat ketakutan dan tertekan. Kenapa Dia bahkan tak tahu soal ini ? Apakah ini ada hubungannya dengan sikap Roby yang menghindarinya beberapa Minggu ini ? Ada hal seperti apa, yang bisa memancing trauma Roby dengan hanya melihat dan bicara dengannya.


Sungguh Semua fakta ini membuat Kevin semakin berpikir Rumit.


Masalah Stella sudah sangat mempengaruhi dirinya, dan kenyataan jika Roby punya Trauma berat juga menjadi pikirannya. Kevin merasa tahun ini menjadi titik tersulit dalam hidupnya. Dan ini semenjak Dia bertemu akan Sosok Meyra.


Kevin kini bahkan bertanya-tanya bagaimana jika dia melupakan semua tentang Meyra. Akankah Dunianya yang nyaman akan kembali. Atau ini hanya kebetulan yang diiringi dengan suratan takdir ? entahlah..Otaknya sepertinya juga lelah jika harus dipaksa bekerja keras terus menerus..!!!

__ADS_1


__ADS_2