Teman Ranjang

Teman Ranjang
Bab 23


__ADS_3

Author Pov


Hari ini Meyra memulai kembali pekerjaannya sebagai waitress, Meski Rasa bersalah masih ia rasakan, namun Pilihan yang ada, tak bisa dia andalkan. Jadilah Dia kembali kesini. Mencoba melawan Nuraninya yang ikut merasa tersakiti dengan penghianatan nya terhadap Sosok Selin.


" Yul ! Btw, Calon anak tiri Lo itu , cowok atau cewek ? "


Meyra membuka obrolan, Ditengah kegiatan mereka mencuci piring. Hari ini Restoran Sepi. Meyra dan Yuli memang Rajin, mereka akan melakukan apa saja , jika ada waktu senggang ! Itu pulalah yang membuat ibunda Selin menghargai dan menyayangi Sahabat anaknya itu.


" Cewek ! Cantik loh Mey, kapan-kapan gue kenalin ke Elo deh " ,


" Humm... Sudah sedekat itukah Lo sama calon anak. Pantes Lo jarang ngehubungin Gue , saat gue diKampung ! Udah punya sahabat Baru, Rupanya. Untung Cewek Yul. . Kalo cowok , Lo bisa jadi Flo versi Dunia nyata ...hahahha"


" gak gitu juga kali Mey, Lo mah tetep sohib kental gue. kenapa emang kalo Cowok ? Flo siapa sih !" Yuli nampak menatap Meyra bingung. Sedangkan Meyra yang terkikik sendiri, kini sampai memegang perutnya saking merasa lucu Atas apa yang baru saja dia ungkapkan.


" Itu loh Yul, series yang lagi Booming. Bapaknya kepincut sama Pelacur yang dibooking nya, Eh anaknya juga cinta mati. Rumit banget deh, hubungan percintaan Bapak anak ini .." Meyra menampakkan ekspresi berpikir. Sementara Yuli hanya manggut-manggut meresapi cerita Meyra.


*******


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, sudah hampir 2 minggu Meyra kembali bekerja disini. Dia masih menginap diapartemen Yuli, karena permintaan sahabatnya itu. Meski terkadang dia risih ,ketika David tengah mengapeli Yuli, Namun Yuli yang terus merengek memintanya tak pindah ,membuatnya tak berdaya untuk menolak.


Meyra kini tengah menunggu Taksi. Hari ini weekend jadi Dia memang pulang agak telat dari hari biasanya. sedang Yuli telah dijemput David, bahkan sebelum pekerjaan mereka Rampung, Meyra memang menyuruh Yuli pulang lebih Dulu, sedangkan tugas sahabatnya itu dia yang menghandle.


Entah kenapa meski weekend, malam ini Dirasa Meyra sangat Sepi. Hanya ada Beberapa Orang yang lalu lalang diparkiran mall Besar ini. Suasana Ini juga nampak semakin menakutkan ketika Hpnya mendadak kehabisan Daya.


Yuli yang kini berada di kediaman sang kekasih merasa resah, Meyra tak bisa dihubungi, sementara malam semakin larut.


David yang sedari tadi memperhatikan dan mendengar kekhawatiran Yuli terhadap Meyra, mencoba menenangkan.


" kamu punya teman yang bisa dimintai bantuan ? ", David membuka suara, Yuli yang mendengar itu mendadak memikirkan satu-satunya orang yang bisa Ia percaya.


[Roby, Lo dimana? Bisa bantu Gue ?]


[Apa ? Gue kebetulan diluar nih . Tapi bisa kok kalau buat Lo sih πŸ˜€]


[Gue mau Lo cek ke resto! Meyra udah pulang Belum ? Hpnya gak bisa dihubungin. Gue juga lagi ada urusan yang nggak bisa ditinggal !!please ,,,tolong Gue RobπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™]

__ADS_1


Roby membaca pesan Yuli, dengan ekspresi malas . Kenapa lagi sih tu cewek, kayaknya setiap masalahnya selalu melibatkan orang-orang terdekatnya. Bener gak sih kalau Meyra ini , tahu arti sahabat itu seperti apa ?


Roby bertanya-tanya dengan pemikirannya sendiri.


Namun Ia beranjak setelah mengirim balasan persetujuan ke nomor Yuli.


Suasana parkiran nampak sepi. Roby telah mengecek kedalam, dan Restoran telah tutup satu jam yang lalu. Diedarkannya matanya ke segala penjuru


" udah pulang kali Ya, " Roby akhirnya kembali kearah dimana tadi dia memarkirkan motornya.


Sesaat sebelum memutuskan untuk pulang, sebuah tas bahu berwarna pink menarik perhatiannya, Posisi tas yang tergeletak dengan isi berserakan, membuat insting detektif Roby, dapat menerka jika pemilik tas ,sedang dalam bahaya.


Ditengah kebingungannya memikirkan kemungkinan itu, sebuah mobil nampak melaju kencang, Roby melihat kearah belakang mobil. Roby tahu jika mobil ini baru saja memutar Arah agar bisa keluar parkiran.


Dia segera berinisiatif mengikuti mobil putih, yang mencurigakan itu.


mobil nampak berjalan tak beraturan seolah didalam mobil telah terjadi sesuatu, kondisi ini membuat Roby semakin yakin jika ada sesuatu yang tak beres dengan Mobil bernomor polisi 7890 itu. kini mobil telah berjalan dengan kecepatan sedang. kendaraan roda empat itu memasuki sebuah kawasan yang tentu saja dikenal oleh Roby, karena kawasan ini terkenal sebagai tempat lokalisasi yang telah beroperasi cukup lama.


karena sudah mengenal daerah ini Roby memilih memarkirkan motornya tak jauh dari posisi mobil.


Posisinya yang cukup dekat membuatnya dapat melihat dengan jelas, sosok itu .


" Meyra ! " shittt , insting Yuli ternyata sangat kuat. Roby membatin.


Dengan tenang Roby mengikuti kedua laki-laki yang kini membawa Meyra, Sementara otaknya kini memikirkan bagaimana caranya bisa menyelamatkan Meyra dari sini.


Roby jelas-jelas tahu pemilik tempat ini ? dan jika harus berurusan dengan sang pemilik, itu bukan perkara mudah.


Roby kembali ke depan, ketika dia telah mengetahui dikamar mana Meyra disekap.


entah kenapa seolah Dewa keberuntungan sedang berpihak padanya. Baru saja ia memikirkan seseorang yang dapat membantu , nama orang tersebut kini nampak jelas dilayar Hpnya.


'Kevin '


Bahkan lelaki itu melakukan video call, dengan cepat Roby menggeser layar.

__ADS_1


( Lo dimana ? )


Kevin tak menjawab, malah langsung mengarahkan kamera ke papan reklame dengan lampu kelap-kelip disekelilingnya.


( Lo jual anak orang lagi ? Atau lagi pengen aja!! Gue pikir udah tobat Lo! Taunya tambah parah )


disertai kekehan kecil Kevin berucap, ekspresi Kevin nampak santai, Posisinya yang tengah mengendarai mobil, membuatnya hanya sesekali menoleh kearah kamera Hp.


( ini darurat Vin ! Gue lihat ada cewek diculik. Kayaknya sih udah dijual sama seseorang)


Kevin memberhentikan laju mobil, menatap Roby yang nampak mengedarkan pandangan ke segala arah, sepertinya takut ada yang mendengar perkataannya.


( tumben Lo peduli ? Biasanya enggak ! Biarin ajalah, Takdirnya itu ) Kevin mengeluarkan Rokok ,menyesapnya pelan dan menghembuskan asapnya ke udara.


( iyahh sih ! Tapi ini Cewek yang gue kenal. Mana Gue tadi diamanahi sama sahabatnya lagi. nggak enak Gue ..)


Kevin mengangguk


( Ya udah Lo tolongin aja ,)


( ngomong sih mudah Vin, Bisa mati konyol gue kalau nekat..! Lo aja kesini . bayarin tu cewek.)


( Ogah, gue bukan malaikat ya . yang selalu nolongin kayak gituan. Siapa tahu tu cewek emang udah lama disitu. Dan mau melarikan diri . makanya ditangkap.)


( No Vin, ini Meyra ! Lo denger gue , yang diculik Meyra. )


Roby gemas karena matanya menangkap pria parubaya yang berdandan necis , tengah berjalan masuk .


Dia yang tahu aturan tempat ini, bisa menebak jika pria inilah yang akan menjadi tamu pertama Meyra. Tak memperdulikan ekspresi Kevin seperti apa , Roby mematikan panggilan , Bergegas mengikuti pria itu sebelum semuanya terlambat..


Sementara Kevin nampak terkejut, Belum juga membuka mulutnya untuk menanyakan apakah Meyra yang Dia pikirkan ,sama dengan Meyra yang tadi disebutkan Roby.


Mematikan rokoknya. dengan cepat Kevin menuju ketempat Roby.


Meski ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi berurusan dengan Meyra , Tapi tetap saja perasaannya yang dalam tak bisa dia bohongi. Apalagi posisi Meyra yang kini butuh bantuan.

__ADS_1


' Semoga Gue nggak terlambat'


__ADS_2