Teman Ranjang

Teman Ranjang
Bab 21


__ADS_3

[woooaaah, Selain Lo murahan ! Ternyata Lo gak punya Malu. paket lengkap ]


Sebuah pesan masuk ke gawaiku, nomor Baru dengan pesan yang bikin bingung !


Ku abaikan pesan Itu, dan kembali fokus dengan kedua jagoanku yang tampak asyik melihat Danau dendam yang kini kami Lalui.


Aku memang memutuskan kembali bekerja di restoran milik keluarga Selin. Dan Rencananya aku akan pergi ke Jakarta besok lusa , dengan pesawat. meski kami tinggal di Sumatera selatan, Tapi jika harus ke palembang membutuhkan waktu 10 jam perjalanan dengan travel. sedangkan jika ke Bengkulu hanya membutuhkan waktu 3-4 jam.


aku pikir kenapa tak sekalian aku membawa kedua anakku ketemu uwak, neneknya yang lain. Sekalian jalan-jalan. Uwak memang sering pulang ke kampung jika panen kopi. Tapi hanya setahun sekali.


Karena hanya Uwak yang ibu punya, dan yang sering membantu ibu jika kesulitan. Aku rasa tak mengapa jika sesekali Ibu yang menemui Uwak. Aku tahu meski tak bisa diucap. Rindu itu pasti ada.


Mereka nampak berpelukan erat. Meski kulihat uwak sedikit canggung dengan kondisi Rumahnya yang sederhana. anak-anak uwak juga ikut menyambut kami. Rifki dan Bagus yang nampak lelah pun masih berusaha menampilkan senyum mereka.


Kami memasuki Rumah uwak. meski sederhana. Rumah uwak Luas dengan empat kamar tidur . Kamipun duduk lesehan dengan lantai beralas karpet yang nampak usang.


" Kamu mau kerja lagi ditempat kerjamu yang lama ya , Mey ? "


Uwak mengawali obrolan, Anak anak ada diruang keluarga menonton Televisi bersama.


" Iya wak. Ibu takut aku diembat suami orang kalau kelamaan di dusun ", ucapku sambil mengerling kearah Ibu.Ibu yang tahu aku menggodanya membalasku dengan cubitannya.


" Ya emang bener kan Yuk ! Gak nyaman aja kalau mey ada di rumah. Sementara ada kakek-kakek yang jelas ngincar dia..", curhat Ibu meminta pembelaan pada kakak satu-satunya itu !


"Sebenarnya sih, Di manapun kita berada pasti ada saja bahayanya. Baik yang sengaja iseng, ataupun yang gak sengaja. Tergantung kitanya si Sri (nama Ibu), bagaimana kita mengatasinya. Lagian kalo Ayuk lebih setuju kalau Mey didusun aja. Biar Dia yang ngurus kebun, Mey kan sudah biasa ngurus kopi . jadi Dia nggak akan kaget. kamu juga bisa memastikan sendiri keselamatan anakmu ini ",


Uwak mengelus pundak ku, Mencoba memberi kekuatan.

__ADS_1


Sebenarnya sebelum kejadian kecelakaan Selin . Aku yang memang berniat pulang kebengkulu, semua sudah aku bicarakan kepada uwak tentang keinginanku untuk membuka usaha disini. Dan juga Aku merasa harus jujur dengan keadaanku yang sebenarnya kepada Uwak. Lalu mengalirlah ceritaku saat itu. Uwak adalah sosok bijaksana, makanya aku nyaman berbagi keluh kesah dengannya. Bukan tak nyaman bercerita dengan Ibu tapi mengingat sifat ibu. Segala sesuatu yang harusnya disembunyikan maka akan terungkap di mulut Ibu, cepat atau lambat.


Uwak bilang Ibu terlalu polos, sehingga Tidak bisa jika harus menyimpan Rahasia.


"Udahlah Yuk, udah terlanjur kesini juga.."


Qira anak sulung uwak kembali dengan setoples kue dan teh ditangannya.


" gak usah Repot-repot Yuk !" ujarku sungkan. Meski sepupuan kami memang jarang bertemu, Pun di dunia Maya, kamipun jarang bertegur sapa. Mungkin karena kami sama-sama sosok yang pendiam.


" nggak kok dek ! kayak sama siapa aja !"


" Yuk koperku tadi mana Ya, gerah nih ! mau mandi .",


Aku mengekor i Qira dan mengikutinya memasuki sebuah kamar. Setelah mengambil handuk dan perlengkapan mandi lainnya aku segera kebelakang, kamar mandi uwak dibelakang bersebelahan dengan dapur.


Hari ini aku putuskan mengajak Ibu , anak-anakku serta Uwak dan juga sepupuku Qira dan anak-anaknya. Hanya Qira yqng menjadi ibu Rumah tangga. Sementara anak dan menantu uwak yang Lain memang telah memiliki pekerjaaan.


Sebenarnya Rifki maupun Bagus seharusnya masih sekolah karena memang bukan waktu liburan.tapi kapan lagi aku bisa mengajak mereka jalan-jalan dan menyaksikan ekspresi kebahagiaan mereka.


Aku sengaja menyewa mobil plus supir , untuk mengantar kami keberbagai tempat wisata dikota ini. Mulai dari menikmati panorama pantai, membeli ikan di pulau Bai. Hingga shopping Di Megamall . Sungguh Rasanya sangat bahagia , Ketika melihat keluargaku nampak menikmati setiap kegiatan kami hari ini.


walau Ibu nampak memperhatikanku, Aku cuek ! Toh aku tahu sifat Ibu. Beliau akan bertanya apapun padaku secara pribadi. Tanpa harus mengintimidasi dimuka umum.


Setelah Dirasa hari sudah menjelang Sore maka kami sekeluarga, memutuskan untuk pulang.


Sampai dirumah aku segera mengeksekusi aneka seafood yang sudah aku beli. Sebenarnya aku hanya membersihkan saja,hehhe sedangkan untuk menyiapkan bumbu dan memasak aku serahkan pada Qira. Uwak bilang masakan Ayuk ku yang satu itu sangat Juara .

__ADS_1


Akhirnya semua masakan dengan aneka isi laut kini terhidang dilantai beralas Sprei . Kami memilih lesehan di Ruang tamu. karena memang Dapur Uwak minimalis. Apalagi kini para sepupuku bisa berkumpul semua. Mungkin Uwak yang meminta pengertian ke mereka supaya pulang cepat.


Semua hidangan nampak bersih, meski Drama anak -anak yang nampak rebutan kepiting yang paling besar. jika dianjurkan Diam saat makan, Tapi makan malam keluarga kami ini malah riuh bak pasar. Suara nampak bersahutan, walaupun demikian , kehangatan yang tak pernah kami rasakan dulu , kini nampak nyata. Ternyata benar, Syukur saja tidak cukup jika tidak di iringi dengan usaha.


Aku Baru saja hendak membuka Hp ketika suaran ibu Terdengar ditelinga.


" Uang kamu banyak Mey ? uang darimana ! "


pertanyaan ini sebenarnya yang aku takutkan dari tadi. Dengan aku sibuk di dapur, kupikir ibu akan Tidur karena kelelahan .


Tapi Rupanya Ibu menungguku dengan sengaja. Sementara Uwak telah lelap dengan dengkuran halus dari bibirnya.


" Mey ada uang kok Bu ! ",


" Ibu lihat tadi Mey, yang Ibu mau tahu . Itu uang darimana ? Sedangkan gajimu sudah dipangkas karena hutang operasi Rifki..! ", Suara ibu nampak bergetar " jangan -jangan benar kalau kamu jual diri ? "


" Ibu nggak percaya aku ! Aku ada tabungan Bu. khusus untuk keperluan darurat, lagian kau juga punya kerja sampingan."


" sampingan apa Mey ? jelaskan ! Ibu nggak akan izinkan kamu kembali ke Jakarta jika jawaban kamu meragukan. ."


" aku jualan online Bu ! jadi. Aku posting barang, Terus kalau ada yang beli. Aku order ke tokonya minta dikirim ke alamat pembeli tadi. "


Ibu nampak berpikir, namun manggut-manggut seolah mengerti.


" Dikampung kita juga ada sekarang yang jualan online katamu itu. Ibu juga pernah pesan Lato -lato sama yang jualan online.."


Aku bersyukur jika Ibu mengerti tanpa harus ku jelaskan detailnya. Ternyata Bohong itu punya Candu, karena sekalinya berbohong akan ada kebohongan-kebohongan lain yang bermunculan. untung Ibu cuna nanya darimana asal uang Itu ! Coba kalau ditanya Halal atau nggak nya , Pasti aku kelimpungan sendiri mencoba cari kata yang pas, selain membantah ...

__ADS_1


__ADS_2