
[ Welcome to the hell. ***** ! Nikmatilah akibat dari DOSAmu ]
Pesan dari nomor tak dikenal kembali masuk dihpku . Dengan nomor yang berbeda. Namun tetap dengan kalimat Ambigu. Dosa apa ?
Apa ini ada kaitannya dengan Kevin dan Selin ?
Siapa ? Kenapa ? Mendadak, banyak pertanyaan muncul di otakku. Yang tahu tentang Ini hanya segelintir Orang, Lalu siapa yang patut ku curigai , Siapa yang telah meneror ku dengan pesan - pesan ini ?
Aku kini telah sampai Di Bandara. Setelah Drama Ibu dan Uwak yang tak sepemikiran dengan kepergian ku. Akhirnya aku bisa kesini lagi, Rifki dan Bagus jangan ditanya Gimana sedihnya mereka. kedua Bocilku itu mengira jika kami hanya liburan saja, Bukan hendak mengantarku pergi lagi.
Ada semacam keraguan di hati, Namun masa depan anak-anak tak bisa ku abaikan.
Yuli nampak tergopoh-gopoh ketika menemukan keberadaan ku, entah Rindunya yang menggebu atau karena kedatangannya setelah satu jam keberadaanku disini membuatnya merasa bersalah.
" Maaf Mey, Gue ada urusan mendadak !" Deru nafas Yuli nampak bergemuruh, membuatku mengeryit heran. Ditambah lagi ku lihat di kaki jenjangnya, terdapat sepatu hak 5 Senti yang menghiasi.
" Sejak kapan Lo pakai sepatu begitu saat kerja ? Lo pake poni sekarang ? " , kusentuh Rambut pendek yang menghiasi keningnya, Tersenyum karena waktu perpisahan yang singkat ternyata merubah penampilan Yuli. "Lo gak lagi jatuh Cinta kan ? " Apalagi Coba yang dapat kupikirkan ,selain pertanyaan pribadi itu !
Yuli memang terbiasa memakai highells namun itu Dulu. Semenjak Ia memutuskan keluar dari Dunia malam, Dia memberikan semua koleksi hak tingginya itu kepada teman-temannya yang masih, tidak bisa berhenti menjajakan diri demi sesuap nasi. Yuli lebih beruntung karena Dia Tamatan SMA, tidak seperti kebanyakan wanita penghibur lainnya yang hanya tamatan SD. bahkan ada yang tidak mengenyam pendidikan sama sekali. Tuntutan Hidup para penjajah birahi itu sangat besar, dan mereka tak punya pilihan lain, Selain menjual apa yang mereka bisa jual. Bahkan untuk mengurus bayi saja, Kita harus punya sertifikat pendidikan . Jadi ! Apakah mereka punya pilihan ?
" Ayo cepat. Lo pasti capek ? "
__ADS_1
Yuli segera menyeret koperku dan ngeloyor pergi.
Aku yang masih bertanya-tanya, apa yang telah terjadi padanya kini terpaksa mengekorinya, mencoba mensejajarkan diri.
" Lo hutang penjelasan Ke Gue "
Aku mengucapkan itu ketika kami memasuki taksi.
Rasa Lelah membuatku lebih nyaman bersandar dan memejamkan mataku. Selama perjalanan kami hanya diam. Meski Banyak hal yang ingin aku tanyakan, namun mataku seolah direkat kuat oleh sesuatu sehingga enggan terbuka.
******
" Sampai kapan Lo ngediemin Gue Yul ?" Akhirnya kata itu meluncur juga. Kesal sih ? dicuekin si tuan Rumah , tempat kita numpang !
" Hah .." mulut Yuli membentuk huruf O , " apa sih Mey. kayak sama siapa aja !"
" Haishh... Lo yah Yul. gak peka banget. kita ngobrol kek, apa kek ! Bosen nih Gue "
Yuli mendesah, meletakkan Hpnya dan menatapku intens ." Lo mau tahu Apa ? mumpung gue baik, gue akan jawab dengan jujur apapun yang Lo tanyain.."
Aku tersenyum mendapatkan respon yang memang ku inginkan sedari tadi..
__ADS_1
" Siapa ? Dari mana ? Apa pekerjaannya ? apartemen ini Dia yang kasih ke Elo ? Atau Lo diam -diam punya Uang simpanan dan Membeli ini " Yuli nampak mengambil nafas panjang dan menghembuskannya.
" Lo yakin mau tahu semuanya ? gak mau tunggu sampe besok aja..? Mending sekarang Lo istirahat, Soalnya kalau Gue cerita soal ini sekarang. nggak akan selesai sampai pagi..!"
" Yul, Lo tahu Gue kan ! Mana mungkin Gue bisa nunggu sesuatu yang sudah buat gue penasaran setengah mati.. Sekarang Aja, Daripada gue gak tidur karena penasaran , Dan akan gangguin Lo semalaman. Lo harus cerita dan gue yang jadi pendengarnya semalaman ini ! Hayoo lah ? "
" Namanya David. Dia pernah jadi klien Gue. Waktu itu Dia lumayan sering booking Gue, Bisa dibilang Dia udah jadi langganan Tetap.." Yuli nampak mengingat kepingan waktu yang dilewatinya pada saat itu.
"Dia memang Bilang kalau Dia mau milikin Gue seutuhnya, Dan Saat itu dengan nada bercanda Gue bilang ' Kalau Om mau sama saya, Om harus kasih saya apartemen yang sudah bersertifikat atas nama saya ' . Saat itu Mey, Gue mikirnya nggak mungkin sih ! Secara Dia bisa kok dapatkan Wanita di luaran sana yang lebih cantik dan pastinya nggak Jual diri kayak Gue." Meyra tahu Ada sesak tertahan pada Suara Yuli yang masih belum percaya , akan yang terjadi di hidupnya, beberapa waktu belakangan.
" Om ? Jadi ! pria ini Om-om ?" Aku menanyakan dengan hati-hati.
" Yups , Lo nggak salah denger Mey..Duda satu anak . Anaknya seumuran Kev.. eh maksud gue Selin .."
Nama yang akan disebut Selin membuat aku nelangsa. Bagaimanapun mengingkarinya , Aku cukup penasaran dengan Kabar lelaki itu sekarang. Mangingat Hal itu entah kenapa pesan yang ku terima tadi malah membayangiku. Apa Sebaiknya kukatakan pada Yuli. Dan mencari tahu bersama. Tapi apakah perlu ? Bagaimana jika itu hanya ulah iseng seseorang.
Selagi hanya pesan tanpa teror yang nyata, kupikir aku bisa menyimpannya sendiri .
" Lo kenapa ? nggak usah khawatir Mey, gue udah ketemu anaknya dan juga udah akrab . Jadi Dia bukan Suami orang , ataupun apapun seperti yang dipikiran Lo sekarang. Dia aman ..! "
Aku tersenyum dan mengangguk. Memeluk Yuli dan mengucapkan selamat padanya " Gue percaya . Lo sudah bukan ABG labil yang ceroboh. selagi Lo bahagia . Gue bakal dukung Lo .."
__ADS_1