Teman Ranjang

Teman Ranjang
Bab 51


__ADS_3

Meyra memperhatikan Yuli yang kini termenung didepan meja makan, didepan gadis itu terdapat sepiring nasi goreng yang telah dingin.


Nasi goreng yang sengaja Meyra siapkan untuk Yuli, tadi. Namun setelah dia pulang dari minimarket depan untuk belanja rupanya makanan itu masih tak tersentuh..


" Yul, makan dong. Lo nggak bisa terus-terusan kayak gini ? ini sudah tiga hari loh. Lo harus ikhlas, semuanya sudah ketentuan Tuhan. Jangan meratapi nasib kayak gini Yul. Banyak kok yang cobaan hidupnya lebih berat dari lo.."


Meyra memeluk Yuli lagi. Menyalurkan kekuatan pada sohibnya yang sedang patah hati itu.


Semua berawal dari tiga hari yang lalu. Dimana media televisi dihebohkan dengan penembakan seorang pemuda oleh gadis yang diperkirakan berusia hampir sama. Meyra dan Yuli nampak cuek dengan berita itu.dan malah menganti chanelnya. Tapi akhirnya malah menemukan berita yang sama.


"eeh kok Gue ngerasa nggak asing ya sama lokasi kejadian.." Meyra yang kini memilih fokus pada berita malah nyeletuk .


" Bukannya itu rumah Kevin!"


Seruan Meyra mengagetkan Yuli.


" Lo salah kali ?"


" Bentar gue cek.." Setelah beberapa saat, Handphone Meyra terlepas dari tangannya, ketika memastikan memang benar jika korban penembakan adalah Kevin. Keringat dingin kini mulai membasahi pelipis Meyra, tubuhnya juga nampak gemetar.


" Gimana kalau kita ke sana ,untuk memastikan" Usul Yuli , karena mengerti akan kecemasan dan ketakutan Meyra .


Setelah menempuh perjalanan yang terasa sangat jauh. Akhirnya Meyra dan Yuli kini sampai di jalanan yang telah dekat dengan rumah Kevin, tapi banyak polisi bersenjata lengkap yang kini nampak berjaga disepanjang jalan, Meyra semakin meyakinkan dirinya jika korban benar-benar Adalah Kevin.


" Maaf pak ini kenapa ya ? " Yuli berinisiatif menanyakan kasus ini ke polisi yang berjaga.


" pengamanan lokasi penembakan mbak, diharap tak mendekat kesini, ya mbak.."


" Kalau boleh tahu, korban dan tersangkanya siapa ya pak, Soalnya saya punya keluarga yang rumahnya sekitar 200-300 meter dari sini. Dan saya khawatir jika mereka yang jadi korban pak.


" Korban bernama Kevin, sedangkan tersangkanya adalah seorang gadis bernama Stella..."


Yuli shock. Stella ini apakah Stella yang sama dengan yang terlintas dipikirannya . Kenapa sampai nekat, jika ini memang Stella anak dari kekasihnya David.


" Boleh lihat foto pelakunya Pak."


" Oh Boleh..,"

__ADS_1


wajah Stella yang terpejam nampak memenuhi layar. Yuli menangis , ini benar-benar tak disangkanya. Jadi, Stella telah meninggal ?


Dengan gemetar Yuli mengembalikan hape milik pak polisi.


" makasih pak."


Meyra nampak termenung, Dia sekarang memang khawatir akan Kevin, tapi mendengar tersangkanya adalah Stella dan bahkan mati ditembak, membuat Meyra kini kasihan akan keadaan Yuli.


Pasti nanti Yuli akan terkejut, dengan semua kelakuan kriminal David yang merupakan kekasihnya itu.


" Kenapa Mey ? apa gue melewatkan sesuatu tentang hubungan Kevin dan Stella..?"


Meyra memilih membuang wajahnya kearah lain. Dan pura-pura tak mendengar pertanyaan Yuli yang terdengar seperti desis an.


" Gue harus telpon David sekarang."


Meyra tak berani bicara lagi dan membiarkan Yuli melakukan keinginannya.


" Kok nggak diangkat ya Mey,,"


" Sabar Yul, Lo harusnya juga tahu posisi om David sekarang . Dia pasti lagi berduka dan Syok. Pak jalan Ya, kembali ke alamat awal tadi.."


[kita putus, Stella adalah alasan dibalik adanya hubungan kita. Dan sekarang, kematiannya. adalah akhir dari hubungan kita ]


[jangan menghubungiku lagi, kita selesai]


Dua pesan yang masuk di hp Yuli membuat gadis itu memekik. kaget, syok dan sedih menjadi satu.


" Apa ini Mey, kenapa malah dia mutusin gue...!"


Meyra memeluk Yuli, saat gadis itu kembali hendak menghubungi David ternyata nomor miliknya telah diblokir oleh pria itu


" Nomor gue bahkan diblokir Mey, apa sih salah gue ? kenapa begini ..."


" Jangan meratap Yul, nggak baik . Lo tenang ya, kita cari apa sebabnya sama-sama."


Sebenarnya tadi Meyra ikut membaca, pesan yang dikirimkan om David pada Yuli. Jadi kecurigaan dia dan Kevin yang merasa Yuli hanya sebagai alat agar bisa mengancam mereka adalah benar adanya.

__ADS_1


Kini dia malah tak lagi mengekspresikan kekhawatirannya kepada Kevin. Dia harus fokus ke Yuli dulu. Bagaimanapun dia tahu jika harapan Yuli akan hubungannya dengan David sangatlah besar.


Bisa saja Yuli bertindak nekad, makanya Meyra tak ingin meninggalkan Yuli, walau sesaat. Dia hanya berdoa semoga Kevin baik-baik saja. karena untuk menjenguk, dia tak punya waktu.


Meyra tersadar dengan ingatannya tiga hari yang lalu. Dia memandang Ke arah Yuli lagi. Tiga hari ini Yuli hanya minum saja, itupun hanya seteguk dua teguk . Pantas jika sohibnya itu lemas dan pucat sekarang.


" Lo masih punya keluarga yang harus lo pikirin Yul. Please, makan ya. Lo mau apa biar gua bikinin.."


Yuli menoleh ke Meyra, menangis. " Makasih Ya, Lo udah peduli sama gue Mey, tapi ..Disini sakit Mey. Dan rasanya gue benar-benar telah kehilangan semangat untuk hidup.."


Yuli menekan Dadanya, dan meringkuk di kursi.


"Yuli. Selama ini lo selalu bisa menyemangati gue , makanya Gue bisa sampai dititik ini. Ayolah Yul, makan ya.."


Meski terlihat ragu, Yuli akhirnya memakan nasi goreng buatan Meyra " Maaf ya , sudah ngerepotin Elo tiga hari ini. Gue ngerasa bodoh banget Mey. Tapi gue penasaran sih, apa maksudnya coba kenapa bisa Stella yang jadi alasan adanya hubungan antara kami..?"


Meyra menunduk, apa ini saatnya dia jujur. Lagian dari penglihatannya, Yuli sepertinya telah siap untuk mendengar kebenaran ini.


" Ckckkck gue nggak sanggup buat ngabisin,,Maaf ya Mey.."


" Eh.. Nggak apa kok Yul . santai aja. Gue seneng akhirnya lo mau makan."


Yuli memang hanya memakan nasi goreng buatan Meyra , setengah porsi. Namun telur ceplok diatasnya telah lenyap dimakan gadis yang patah hati itu. Setidaknya Yuli punya tenaga sekarang. membuat Meyra sedikit tenang.


Yuli mendekat ke arah Meyra, dia kemudian mengenggam tangan Meyra. " Bantu gue buat cari tahu ya Mey, Ada apa sih ini sebenarnya ?"


Meyra kini menatap lekat kearah Yuli yang nampak tengah berpikir " Gue tahu kok alasannya Yul !"


" Maksud Lo ?"


Mengalirlah cerita dari mulut Meyra. Tentang Roby, Tentang obsesi Stella pada Kevin hingga meneror Meyra dan juga rencana matang Stella yang memanfaatkan kedekatan Yuli dengannya, hingga mengorbankan sang Ayah yaitu David dalam hubungan Asmara.


Agar bisa memperkuat tekanan pada Kevin dan membuat lelaki itu berada disisinya meski terpaksa.


Yuli terdiam seperti berusaha mencerna ucapan Meyra. Cukup lama hingga akhirnya Yuli kembali membuka mulutnya. " ngomong-ngomong soal Kevin, Lo udah jenguk belum Mey.. Gue mandi dulu ya, biar kita sama-sama jenguk dia sekarang."


Meyra menahan tangan Yuli yang hendak beranjak. " Lo baik-baik aja kan Yul. Maaf jika gue baru jujur sekarang. karena Gue bahkan baru tahu rencana sebenarnya Stella setelah pesan om David waktu itu. Kami selama ini malah menduga jika om David benar-benar Cinta sama Lo. Tapi nyatanya... Ma-af ya Yul.."

__ADS_1


" Gue oke kok Mey. santai.


Ayo siap-siap kita jenguk Kevin hari ini.."


__ADS_2