Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
Jatuh Cinta pandangan pertama


__ADS_3

"Gila, gua ketemu bidadari di bumi." Eric terlihat nampak senang ketika mengatakan itu.


Mendengar ucapan Eric. Ke empat temannya agak bingun melihat tingkah aneh Eric. Hingga akhirnya salah satu dari teman Eric bertanya.


"kamu dari mana saja?" Rangga bertanya pada Eric.


"Tadi aku kesasar di tengah hutan. Namun ungtung aku ketemu dengan Cika dan ayahnya, kalau tidak, mungkin saat ini. Aku masih berada di tengah hutan." Eric menjelaskan.


"Cika siapa?" Tanya Rangga melihat ke arah Eric.


"Gadis yang datang kemari, bersama Ayahnya. Yang barusan menemanimu ke sini kamu ke sini?" tanya Rangga.


"Iyap, dan sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama." Eric menatap langit ketika mengatakan itu.


"Secantik apa sih cewe yang kamu temuin? sehingga membuatmu seperti oramg yang tidak waras seperti itu." Tanya Rangga kembali.


"Ah, sudah tanya jawabnya." menatap kedua orang yang ada dihadapannya "Akan lebih baik kalau kita kembali ke tenda." ucap Salah satu teman Eric.


Eric dan temannya kembali ke tenda. Sambil bercanda dan saling melompat.


Namun salah satu teman Eric berkata.


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke pasar, ada yang mau ngak? kepasar" menaikkan alisnya.


"Memang kamu tau darimana? di sini ada pasar?" Tanya Eric.


"Tadi aku jalan -jalan ke sana." menunjuk "Dan salah satu warga berkata, kalau di sana sangat ramai di saat hari pasar." menjelaskan "Besok aku mau ke sana sekaligus mencari pernak-pernik untuk oleh-oleh buat cewe gua di kota." Ucap salah satu teman Eric.


"Besok aku juga mau ke pasar. Siapa tau, aku bisa ketemu lagi sama Cika" setelah mengatakan itu Eric memeluk gitar yang ada ditangannya.

__ADS_1


"Mulai lagi ni anak."


"Masalah, buat loh." Eric tertawa setelah mengatakan itu.


Pagi pum tiba Eric dan ke empat temannya berjalan menuju ke arah pasar pasar yan cukup, terbilang lumayan jauh untuk para pejalan kaki seperti Eric dan ke empat temannya.


"Akhirnya, ampai juga." ucap salah satu teman Eric.


Belum sempat Eric dan ke empat temannya memasuki area pasar. Namun tiba-tiba suara ribut berasal dari dalam pasar.


"Hei, pencuri." Teriak seorang gadis yan tengah mengejar dua orang pencuri. Dan gadis yang berteriak itu tak lain adalah Cika.


Eric yang menyadari kalau gadis yan tengah berlari memakai topi itu adalah Cika.


Eric langsun menangkap salah satu pencuri, dan satunya lagi jatuh tersungkur karna ketibang kayu yan di tengdang oleh Rangga.


Mendpat tusukan di perutnya, Sontak membuat Eric langsun melepaskan pencuri itu, lalu memegan perutnya yan kini tengah tertusuk oleh pisau pencuri itu.


"Ahh," Ringgis Eric memegan perutnya yang kini tengah terluka.


Sementara Cika menghajar ke dua pencuri itu hingga babak belur, lalu menyerahkannya kepada keamanan pasar.


"Bawa mereka berdua ke kantor polisi." Cika menyerahkan kedua pencuri itu pada keamanan pasar.


Cika berbalik melihat ke arah pemuda yang telah membantunya barusan.


Namun salah satu diantara mereka tengah terluka.


Melihat itu, dengan segera Cika berjalan ke arah pemuda itu, lalu melihatnya.

__ADS_1


"Astaga." menutup mulut "Kalian semua bodoh." umpat Cikha pada ke empat teman Eric "Teman kalian terluka, namun kalian cuman tinggal diam melihatnya."


Melihat gadis itu marah pada mereka berempat.


Bahkan Rangga terkesima melihat kecantikan gadis yang kini tengah memaki mereka.


"Maaf, kami tak tau, kami harus membawa kemana teman kami ini." Rangga menatap ke arah gadis itu.


"Bantu aku, membawa teman kalian ke motorku." Ucap Cika sedikit panik.


Tampa berta apapun, Rangga langsun memapah tubuh Eric ke arah parkiran.


"Kamu bisa kan bawa motor?" Tanya Cika ke Rangga.


"Bisa," ucap Rangga singkat.


"Ayo, cepetan nyalahin motornya." kata Cika dengan nada suara yang sedikit meninggi.


Mendengar nada suara Cika yang sedikit meninggi. Dengan segera Rangga menyalahkan mesin motor, lalu melajukannya dengan sangat pelan.


Sementar Eric duduk di antara mereka berdua.


"Kita mau kemana?" bertanya pad Cika "Dan kalian nyusul di belakang." melihat ke arah teman-temannya.


"Kita ke rumah aku, di sini Rumah sakit sangat jauh, butuh waktu lama untuk segera sampai di Rumah sakit" Cika menjelaskan.


Setelah beberapa menit Cika kembali berkata.


"Cepetan bawa motornya, lelet banget si." Cikha nampak sedikit kesal ketika mengatakan itu.

__ADS_1


__ADS_2