
Tampa sadar Nathan langsung memeluk erat tubuh mungil Cikh. Nathan berguman dalam hati.
"Ternyata penderitaan yang di alami Cikha jauh lebih berat daripada penderitaan yang di alami," ucap Nathan sambil memeluk Cikha. Cikha pun hanya terdiam di dalam dekapan Nathan.
Cikha merasa nyaman di dalam pelukan Nathan begitu pun yang di rasakan oleh Nathan. Nathan mulai melonggarkan pelukannya karna merasa orang yang dari tadi di peluknya, tidak menangis dan, ternyata Cikha sudah tertidur di dalam pelukannya.
"Astaga, gadis ini benar -benar aneh, sudah tertidur tak memberitahu aku," ucap Nathang sambil merebahkan tubuh Cikha di tempat tidur lalu menyelimutinya.
Setelah selesai menyelimuti tubuh Cikha. Nathan menatap wajah Cikha,lalu berkata.
"Wajah ini selalu ceria namun ternyata menyimpang sejuta luka dan kesedihan. Aku bangga sama kamu Cik, aku merasa menjadi pemuda pengecut yang lari dari masalahku sendiri. Ucap Nathan mengecup kening Cikha dengan sangat lembut, entah apa yang merasuki Nathan sehingga melakukan hal itu pada Cikha,kekasih bukan, keluarga bukan lalu arti kecupan itu apa?.
Setelah itu Nathan berjalan ke arah sopa untuk merebahkan tubuhnya lalu ikut tertidur. Matahari sudah ada di atas kepala tapi sepasang teman itu belum juga terbangun. Cikha mulai mengeliat dan mengosok -gosok matanya dengan tangannya sambil melihat sekeliling ruangan dan pandangannya tertuju pada pemuda yang sedang tertidup lelap di sopa.
Cikha tersenyum manis melihat Natha yang masih tertidur.
__ADS_1
"Sebaiknya aku segera mandi," ucap Cikha berangjak dari tempat tidur lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi, selesai mandi Cikha kembali ke kamar dan melihat Nathan sudah terbangun sambil tersenyum ke arahnya.
"Pagi,Cikha," Sapa Nathang lembut sambil melihat ke arah Cikha.
"Siang." jawab Cikha singkat.
Nathan agak sedikit bingun mengdengar ucapan Cikha dan beralih melihat ke jam tangannya.
"Oh, astaga ini sudah siang," ucap Nathan sambil menggaruk kepalanya.
Cikha melirik ke arah Nathan lalu melemparkannya sebuah handuk.
Nathan menangkap handuk yang di lempar Cikha sambil tersenyum dan segera berdiri dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Cikha duduk di depan Cermin yang lumayan besar yang ada di dalam kamar hotel, lalu melihat wajahnya.Mata Cikha terlihat sedikit bengkak. Melihat itu Cikha pun berkata.
"Mungkin efek semalam aku menangis."
__ADS_1
Setelah selesai bersiap Nathan dan Cikha turun ke kanting hotel untuk makan siang. karna sarapan pagi mereka sudah berlalu. Semenjak keluar dari kamar hotel Nathan selalu menggengang tangan Cikha hingga sampai di kantin bahkan Nathan yang menyiapkan kursi untuk Cikha.
Melihat itu Cikha sedikit heran dengan perlakuan manis nathan. Namun jujur Cikha menyukai di perlakukan seperti itu.
"Cik, kamu mau pesan apa?," tanya Nathan.
"Terserah saja, aku ikut pesanan kamu saja, lagian aku suka semua masakan yang ada di daerah sini," ucap Cikha lembut.
"Baiklah," jawab Nathan sambil berdiri menuju arah di mana orang memesan makanan.
Selesai makan Cikha dan Nathan melakukan Cek Aut, untuk melangjutkan kembali perjalanannya menuju puncak. Sepangjang perjalanan mereka selalu berpegangan tangan dan sesekali poto bersama dan juga tertawa bersama. Sehingga mereka tak menyadari kalau sekelompok perampok telah mengikuti mereka dari belakang.
-
-
__ADS_1
Nah apa yang akan terjadi ya?...
ingat jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.