
"Maaf ya ma, " ucap Cikha sedih karna melihat mama mertuanya menangis.
"Tidak apa, tadi memang terasa sangat sakit tapi sekarang sakitnya sudah agak mendingan, dan lihat ini kaikiku sudah bisa di gerakkan bahkan aku sudah bisa berdiri tampa harus merasakan sakit seperti tadi," ucap Nitha senang.
"Tangan menantuku memang sangat ajaib." ucap Nitha sambil memegan ke dua tangan Cikha dan menciumnya.
"Mama terlalu berlebihan memuji aku." ucap Cikha merendah.
"Meman benar adanya,kamu adalah keberuntungan kami,selain sopan kamu juga gadis yang baik, sangat baik malah, " ucap Nitha bangga.
"Sekarang kamu ikut aku masuk ke kamar, ada sesuatu yang ingin ku berikan padamu," ucap Nitha pada Cikha.
Cikha tersenyum mendengar ucapan mertuanya dan berkata!.
__ADS_1
"Apa sekarang mama bisa berjalan sendiri?, apa kakinya sudah ngak sakit lagi!," tanya Cikha.
"Sudah ngak sakit, tapi kalau kamu mau ngajakin mama lomba lari,boleh, mama masih sanggup berlari sekarang." ucap Nitha.
"Mama ini ada -ada ajah sih." ucap Cikha sambil tertawa mendengar lelucuan mertuanya.
"Beneran mama bisa lomba lari, kalau ngak percaya besok pagi kita akan lomba lari pagi di lapangan belakang rumah kita, gimana kamu mau kan?. " tanya Nitha.
"Tentu saja,jadi besok pagi kita ke sana ya ma." ucap Cikha senang karna ngak bisa percaya sampai seakrab itu sama mama mertuanya, Cikha mengikuti Nitha masuk ke dalam kamarnya dan melihat -lihat seisi kamar Nitha isinya ngak jauh berbeda dengan isi kamar Nathan.
Kata -kata punya anak yang membuat wajah Cikha menjadi merona,sebab kata itu juga yang di ucapkan Nathang semalam, hingga akhirnya mereka berdua memulai malam bersama.
"Cik,Cikha kamu kenapa melamun? " tanya Nitha membuyarkan lamunan Cikha.
__ADS_1
"Eh, engak ko ma " ucapnya gugup.
"Jadi sekaranh kamu coba dulu deh gaun itu dan semoga kamu cocok," ucap Nitha
Cikha melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk mencoba gaun yang di berikan Nitha, Selesai mengenakan gaun Cikha berjalan keluar." Ma gimana?." ucap Cikha sambi berjalan mendekat ke arah Nitha.
"Wao, sangat sempurna, kamu terlihat lebih cantik dari apa yang mama pikirkan." ucap Nitha
Nitha lalu membuka sebuah kotak perhiasan dan memberikan kepada Cikha.
"Cikha ini ambillah, itu adalah kalung turung temurung dari keluarga kami,dan sekarang kalung ini menjadi hak kamu untuk menjaganya, dulu kalung ini di berikan oleh mertua mama yaitu ibu dari papa Nathang, jadi mama berharap kamu akan menjaga amanah ini, kelak jika dirimu memiliki menantu berikanlah ini padanya. " ucap Nitha sambil memakaikan kalung itu di leher Cikah.
"Tapi mah, Cikha ngak berhak memakai kalung ini, cuman mama yang berhak bukan aku. " ucap Cikha menolak.
__ADS_1
"Tapi sekarang kamu adalah menantu mama istri dari putra mama jadi sekarang ini menjadi milik kamu, hak kamu hingga suatu saat nanti kamu akan menyerahkannya juga kepada menantu kamu kelak. " ucap Nitha lagi.