Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
43


__ADS_3

Selesai membahas soal acara resepsi Nitha mengajak Cikha.


"Cikha, ayo kita masuk, dan siap -siap untuk segera pergi ke acara Mama." ajak Nitha.


"Ayo Ma," ucap Cikha senang.


"Lalu aku Ma?" tanya Nathang sambil menunjuk ke arah dirinya.


"Kamu bersiapnya bentar lagi ya, wanita lebih butuh banyak waktu, untuk bersiap, ngak seperti pria bersiapnya cuman sebentar." ucap Nitha berlalu mengandeng tangn Cikha.


"Bener -bener ni Mama, sudah ngak peduli lagi sama aku semenjak kedatangan menantunya. Namun aku bersyukur Mama dan Cikha cocok, mereka berdua terlihat sangat akrab dan bisa di bilang seperti anak dan ibu kandung." ucap Nathang dalam hati sambil tersenyum.


"Cikha kamu langsung mandi, dan pakai gaun yang kemarin Mama kasih, dan sekarang Mama juga mau mandi dan bersiap setelah itu, Mama akan datang ke kamar kamu untuk mec'ap in kamu." ucap Nitha sambil berjalan masuk ke kamarnya.


Sementara Cikha berjalan Naik ke lantai dua di susul oleh Nathang berlari di belakangnya.


"Kamu ngapai lari -lari seperti itu?" tanya Cikha.

__ADS_1


"Ngejar kamu lah honey," ucap Nathang lembut.


"Oooo" ucap Cikha sambil berjalan masuk ke dalam kamr.


Sesampai di kamar, Cikha mengeluarkan gaun yang di berikan Nitha kemarin, Cikha juga mengeluarkan setelan jas untuk suminya, Cikha memilih jas yang warna senada dengan gaunnya agar terlihat serasi.


"Wao, indah sekali gaunnya, " ucap Nathan mengagumi gaun yang di gantung Cikha di depannya.


"Indah ya, ini gaun pilihan Mama dan juga hadiah untukku." ucap Cikha menjelaskan.


"Memang selerah Mama ngak pernah beruba, Mama juga pintar lo mec'apin orang, dulu waktu kecil Mama pernah merubah wajahku menjadi wajah wanita mungkin karna hobi jadi Mama merias wajahku dengan sangat cantik," Nathan memberitahu soal keahlian Nitha.


"Ha, ha, ha, suara tawa Cikha.


"Awas kamu ya." ucap Nathang sambil mengejar istrinya.


Cikha pun berlari kesana kemari dan diikuti oleh Nathang, hingga akhirnya Cikha terjatuh di atas tempat tidur dengan sigap Nathang langsung menindih tubuh istrinya lalu berkata.

__ADS_1


"Mau lari kemana lagi honey? " tanya Nathang, yang masih santai di atas tubuhnya.


"Lepasin, aku mau mandi, entar Mama datang, liat aku belum mandi gimana?" tanya Cikha cari alasan.


"Biarkan saja. " ucap Nathang santai.


Belum sempat Nathang mencium bibir istrinya, dan tiba -tiba pintu langsung di buka oleh Nitha sang Mama.


"Astaga, memeng benar yang ada di pikiran Mama," ucap Nitha melangkah masuk ke dalam kamar Nathang. Melihat Nitha masuk ke dalam kamarnya. Nathan segera bangun dari atas tubuh istrinya dan berkata.


"Mama gangu saja sih. " ucap Nathang sedikit kesal.


"Ni anak, ngak bisa di bilangin ya, kita itu mau ke pesta. Namun kamu ngak membiarkan istrimu untuk mandi. Eh, jangankan mandi bangunpun, istrimu ngak bisa kalau kamu berada di atasnya, seandainya Mama ngak segera datang kemari, mungking sampai malam, istri kamu tak akan mandi. " ucap Nitha sambil menarik telinga Nathang.


"Ao, ao, sakit Ma." ringgis Nathang.


Cikha mengeleng - geleng kepalanya melihat tingkah konyol suaminya. Hingga akhirnya Cikha memilih berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersikan diri.

__ADS_1


Selesai dengan ritual mandinya Cikha keluar dari kamar mandi, Cikha keluar dengan mengenakan gaun yang di berikan Nitha kemarin.


"Sangat Cantik," ucap Nathang melihat ke arah istrinya yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


__ADS_2