
"Apa!" ucap Rima tidak percaya.
"Iya, dia adalah istriku," ucap Nathang tegas.
Rima tertawa mendengar ucapan Nathang lalu berkata.
"Apa kamu sadar Nath, selama ini aku selalu mencintaimu, dan aku juga mengangumimu, aku berpikir setelah Ana menikah, aku akan mendapat kesempatan untuk lebih dekat denganmu. Namun ternyataanya, aku tidak memiliki kesempatan itu lagi. Maafkan aku," ucap Rima dan berlalu pergi meninggalkan Ballroom itu.
Mama Nitha dan juga Farida mendekat ke arah Nathang dan Cikha lalu berkata. "Apa kamu tidak apa nak?," tanya Nitha dan Farida bersamaan.
"Iya, Ma, tante, aku tidak papa " ucap Cikha lembut.
"Farida sebaiknya kami pulang dulu," ucap Nitha melihat ke arah Farida.
"Baiklah," ucap Nitha tersenyum.
"Tante aku pulang dulu ya," ucap Cikha lembut, lalu memeluk Farida.
"Iya sayang, lain waktu jalan -jalan ya kerumah." ucap Farida menepuk lembut bahu Cikha.
__ADS_1
"Tentu saja tante," ucap Cikha lembut.
Nitha pun mengajak Cikha dan Nathang keluar dari Ballroom.
"Ayo kita pulang nak," ajak Nitha.
"Ayo, Ma," ucap Cikha dan Nathang bersamaan.
Sesampai di rumah Nitha masuk ke kamarnya. sementara Cikha berjalan naik ke lantai atas di mana letak kamarnya.
Nathan pun isin ke Cikha mau ke kamar Nitha. "Honey, aku ke kamar Mama bentar ya." ucap Nathang lembut.
"Ma, aku mau tanya? kenapa Cikha dan tante Farida begitu sangat dekat?," tanya Nathang penasaran.
"Apa kamu tidak tau, kalau Cikha hampir jadi menantunya, kalau saja putranya tidak mengalami kecelakaan sehari sebelum menikah" ucap Nitha menjelaskan.
"Oh, jadi dia mamanya Eric?, Cikha pernah bercerita tentan calon suaminya, yang meninggal tapi aku ngak pernah tau kalau tante Farida itu orangnya," ucap Nathang.
"Ingat Nath, Farida mengatakan kalau Cikha itu gadis yang baik. Bahkan orang seperti dia itu mengagumi kebaikan istri kamu, jadi saran Mama sebaiknya kamu hindari semua yang akan membuat hati istri kamu terluka seperti kejadian tadi." Nitha menatap serius ke arah Nathang ketika mengatakan itu.
__ADS_1
"Baik ma, aku tidak akan menyaki hati orang yang aku cintai, aku janji ma." ucap Nathan serius. "Ya sudah mah aku kembali ke kamar dulu, aku lelah," ucap Nathang.
"Ya sudah sana, dan jangan lupa bikinin Mama cucu." Nitha tersenyum ketika mengatakan itu pada Nathang.
Nathang tersenyam -senyum keluar dari kamar Nitha, mendengar kata Cucu dari mulut Mamanya, membuat Nathang pengen segera memiliki anak dari Cikha, Nathang masuk ke dalam kamarnya dan mendapati istrinya telah selesai membersikan diri.
Nathang tersenyum lalu berjalan mendekat ke arah Cikha.
"kamu kenapa seyum -senyum kaya gitu?" tanya Cika, ketika melihat Nathang tersenyum sendiri.
"Aku tak papa honey, " jawab Nathang.
"Ya sudah, sebaiknya kamu membersikan diri dulu." Cikha tersenyum pada suaminya.
"Baiklah, honey, " setelah mengatakan itu, Nathang berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai mandi Nathang keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan celana bokser sepeti biasa, Nathang berjalan ke arah tempat tidur lalu merebahkan dirinya di sampin Cikha, Nathang melihat ke arah istrinya lalu berkata.
"Cikh, Mama minta sesuatu dari kamu? " ucap Nathang tersenyum.
__ADS_1
"Minta apa?, kenapa ngak langsung bilang ke aku, kalau Mama pengen sesuatu, mungking Mama mau minta minyak gosok deh," ucap Cikha ingin berdiri. Namun dengan cepat Nathang menarik tubuh Cikha, hingga akhirnya Cikha terjatuh dalam pelukannya.