Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
51


__ADS_3

"Lepasin Nath, aku mau bawain Mama minyak gosok, " ucap Cikha berusaha melepaskan diri dari pelukan Nathang.


Nathang tersenyum lalu mengecup lembut kenin cikha, lalu berbisik mesra di telinga Cikha. "Mama pengen segera punya cucu dari kita," ucap Nathang lembut di telinga Cikha.


Cikha yang mendengar ucapan Nathang merasa malu, wajah Cikha berubah menjadi blusin. "Apaan sih Nath," ucap Cikha malu -malu.


Cup.


Satu kecupan lembut mendarat di bibir Cikha, lalu Cikha pun mulai membalas kecupan Nathang.


Malam berlalu begitu sangat indah, sepasang suami istri tengah melakukan ikatan janji suci mereka, untuk memenuhi keinginan sang Ibu yang ingin segera memiliki cucu dari anak menantunya.


Malam yang sangat indah bagi Nathang dan Cikha. Mereka berdua melewatinya dengan cara mereka berdua. Kenyamanan yang di berikan oleh pasangan akan membuat kita merasa seperti bagai di syurga.


Nathang begitu sangat mencintai Cikha, begitu pun dengan Cikha yang begitu sangat mencintai suaminya. Pelukan dan kehagatan yang mereka berikan kepada pasangan masing -masing membuat ke duanya terlarut dalam cinta kasih tampa batas.


Cukup lama mereka melakukannya entah sampai berapa kali, membuat Nathang dan Cikha merasa kelelahan hingga akhirnya keduanya tertidur dengan lelap.


Nathang meraih tubuh Cikha,masuk ke dalam pelukannya, dan itu membuat Cikha merasa sangat nyaman tidur dalam pelukan suaminya.


Hingga pagi hari Cikha dan Nathang belum terbangun, sinar matahari sudah mulai menyinari mereka dari cela jendela.

__ADS_1


Namun tiba -tiba terdengar suara ketukan pintu, yang membangunkan mereka berdua.


Tok, tok tok.


Suara pintu di ketuk oleh Nitha.


"Nathan, Cikha, bangun ini sudah sangat siang, " teriak Nitha dari luar pintu kamar Nathang.


Cikha mulai mengeliat, lalu mencoba untuk bangun, dari pelukan Nathang, akan tetapi Nathang justru semakin memper erat pelukannya.


"Nath, Mama manggil kita," Ucap Cikha dalam pelukan Nathang.


"Biarkan saja," ucap Nathan yang masih setia memejamkan matanya.


Tok, tok, to.


Suara ketukan pintu kamar Nathang kembali terdengar.


Tok, tok, tok.


"Nathang, Cikha bangun," ucap Nitha dari balik pintu.

__ADS_1


Nathan merasa kesal mendapat ganguan pagi -pagi, dari sang mama hingga akhirnya Nathang berkata.


"Bentar Ma, Nathang lagi bikinin cucu buat Mama," teriak Nathang dari dalam kamarnya. Sontak membuat Cikha memukul lembut dada suaminya lalu berkata.


"Apaan sih, ngak boleh bohong kaya gitu sama Mama entar dosa loh," ucap Cikha lembut.


"Abisnya Mama ganguin terus, aku kan masih pengen memeluk kamu," ucap Nathang kembali memejamkan matanya.


Mendengar teriakan putranya, Nitha tersenyum -senyum sendiri, di balik pintu, lalu kembali berteriak. "Bikin yang banyak ya Nath," tetiak Nitha sambil tersenyum.


Setelah mengatakan itu Nitha


berjalan meninggalkan depan kamar Nathang, lalu turun ke lantai bawah. Nitha berjalan ke arah dapur untuk sarapam sendiri tampa anak dan mantunya, karna anak mantunya sedang sibuk membuat cucu untuknya.


Nitha sudah mulai berpikir akan segera menyiapkan acara resepsi untuk putranya, Nitha mulai mengambil telpon, lalu menghubungi ayah Nathang. Reno, walaupun Nitha pernah di khianati oleh Reno. Namun Nitha tidak pernah membenci ayah Nathan, karna bagi Nitha Reno tetaplah ayah kandung Nathang.


*


*


*

__ADS_1


Maaf ya, para Readers di sini agak kocak ya, karna aku udah revisi ulang, ada beberapa yang harus aku hapus.


Terimakasih.


__ADS_2