Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
28


__ADS_3

Selesai membersikan diri Cikha keluar dari kamar mandi, Cikha melihat Nathang sedang sibuk dengan laptopnya, Cikha naik ke tempat tidur untuk merebahkan tubuh lelahnya, sementara Nathang hanya melirik istrinya sebentar lalu kembali melihat pada layar laptopnya, di kamar mreka begitu sangat sepi, Nathang bekerja sementat Cikha sudah terlelap.


Pagi -pagi Cikha sudah bangun,Cikha sengaja bangun pagi, karna ingin menyiapkan segala kebutuhan Nathang terutama sarapan pagi, Cikha melangkah ke arah dapur, di sana Cikha mendapati bi Dewi.


"Pagi, Bi." sapa Cikha.


"Pagi, non Cikha, ada yang Cikha perlukan?." tanya Bi Dewi.


"Aku mau masak bi." ucap Cikha.


"Ngak usah Cikh, biar bibi saja yang siapkan." ucap Bi Dewi melarang.


"Ngak papa Bi,sekali -kali kan boleh." ucap Cikha sambil tersenyum.


"Oya, Bi, boleh aku tau apa saja makanan kesukaan Nathang?, kalau pagi begini?." tanya Cikha.


Bi Dewi tersenyum dan melihat ke arah Cikha lalu berkata.


"Aden Nathang, sukanya sama nasi goreng dan juga telur ceplok plus segelas susu." ucap Bi Dewi.

__ADS_1


"Baiklah Bi sarapan Nathan biar saya saja yang siapa kan,dan Bibi bisa mengerjakan yang lainnya." ucap Cikha pelan.


Cikha mulai berkutat dengan peralatan dapur, tidak butuh waktu lama Cikha sudah menyiapkan semuanya


"Selesai," ucap Cikha sambil menata nasi goreng di atas meja makan.


"Bi." panggil Cikha.


"Iya, ada apa manggil Bibi?."


" Aku boleh bertanya ngak Bi, habis makan Nathang biasanya kemana?, maaf Bi aku belum tau kebiasaan Nathang," ucap Cikha sopan.


"Biasa habis sarapan Den, Nathang berangkat ke kantor, dan pulangnya agak sorean. " ucap Dewi menjelaskan.


"Ooo, makasih ya Bi, aku naik dulu ke kamar untuk bangunin Nathang. " ucap Cikha sambil berjalan naik ke lantai dua.


Cikha mulai membuka pintu kamarnya, dan dia masih melihat Nathan tidur, entah jam berapa semalam Nathan baru tidur, Cikha ngak tau karna dia cepat tidur.


"Bangun ini sudah pagi." bisik lembut Cikha di telinga Nathang, namun tak ada pergerakan dari Nathang.

__ADS_1


Cikha mulai mencari ide yang lain untuk membangunkan suaminya.Cikha mengambil ujung rambutnya dan mulai memasukkan di dalam hidung Nathang.


Huacci, Nathang bersin, Sementara Cikha kembali pura -pura ngak tau kalu dia habis melakukan sesuatu.


"Bangun ini sudah pagi, kamu itu kalau tidur kaya kerbau sih, susah di baguninnya." Ucap Cikha pelan.


"Aku masih ngantuk Cik' Semalam aku tidur jam Tiga. " ucap Nathan dengan suara seraknya ( bangun tidur).


Cikha sedikit kaget mendengar ucapan Nathang.


"Jam Tiga, berarti kamu baru tidur tiga jam?. "ucap Cikha pelan. Nathang menarik tangan Cikha lalu berkata.


"Temenin aku tidur sampai jam Tujuh, setelah itu saya akan bangun, semalam aku juga telah menyetel alaran, jadi akan berbunyi kalau sudah waktunya."


Cikhs terkejut karna tiba -tiba saja Nathan menariknya masuk dalam pelukannya, dan yambenar saja, Nathan kini kembali tertidur, suara napasnya kembali teratur, Cikha meras geli merasakan hembusan napas Nathang mengenai lehernya.Cikha membalikkan badannya dan melihat ke arah wajah Nathanh.


"sangat tampan." ucap Cikha dalam hati sambil membelai lembut wajah Nathang.


"Ngak usah di liatin terus, eman aku tampan, dari kecil." ucap Nathang tiba -tiba sontak membuat Cikha terkejut.

__ADS_1


__ADS_2