
Cika keluar dari kamar mandi dengam wajah yang memerah karna malu. Sementara Eric terseyum melihat tinggkah laku Cika. Setelah selesai mengantar Eric ke kamar mandi cikh ke luar dari kamar mandi karna telah mengdengar suara Angga.
Cika merasa senang ketika melihat kedatangan teman -teman Eric. Angga pun kemudian berkata.
"Cik, Cika kami bawa ini." Ucap Angga sambil menyerahkan kantong hitam yang berukuran besar itu.
Melihat itu, mata Cika melotot kaget melihat barang belanjaan Angga yang begitu banyak. Cika kemudian berkata.
"Kenapa mesti bawa beginian sih!" Ucap Cika.
Mendengar ucapan Cika. Angga tersenyum lalu berkata
"Kita mau masak di rumah kamu?" Tanya Rangga.
Mendengar pertanyaan Rangga. Cika pun tersenyum. lalu bertanya pada Angga.
"Memangnya kamu bisa masak? kalau bisa silahkan langsung masuk ke dapur."
__ADS_1
Angga pun menggelengkang kepalanya. Lalu berkata.
"Kita berlima jago masak lo, dan yang yang paling enak masakannya di antara kami disini ya dia." Tungjuk Angga sambil menungjuk ke arah Eric yang sedang di papah oleh ke dua temannya.
"Masa sih, aku jadi penasaran pengen mengcicipi masakan kalian. Buruang masuk ke dapur." Ucap Cika tersenyum manis.
Eric sedari tadi memperhatikan Cika. Namun tampa sadar Eric berkta.
"Sangat cantik." Ucap Eric pelan. Namun kedua temannya yang membantunya berjalan mendengar jelas ucapan Eric yang baru saja keluar dari mulutnya. keduanya pun melihat ke arah Eric sambil tersenyum.
Kini ke empat teman -teman Eric sedang sibuk bertempur dengan alat masak yang ada di dapur Cika. sementara Eric dan Cika asyik duduk berdua sambil mempethatikan ke empat pemuda itu. Sesekali terdengar candaan dari mereka.
"Cika." Panggil Eric.
"Iya, ada apa?" Ucap Cika sambil melihat ke arah Eric.
Eric pun tersenyum sambil melihat ke arah Cika. Lalu mulai menceritakan soal persahabatan mereka berlima.
__ADS_1
"Mereka semua adalah sahabatku. kami saling mengetahu hobi, sifat satu sama lain. Kami bersahabat waktu umur kami masih 9 tahun. Kami sering berselisi faham. Namun Angga selalu mendamaikan kami. Kami semua bisa di bilang jago dalam ahli memasak karna kami belajar memasak di saat kami sudah masuk SMP. Kami semua tinggal bersama karna orang tua kami sibuk mengurusi bisnis mereka. Aku, dan ke empat temanku lebih memilih tinggal di apartmens daripada tinggal di rumah kami," Ucap Eric menjelaskan. Setelah selesai bercerita soal persahaban mereka. Rangga datang menhampiri sambil berkata.
"Makanannya telah siap."
Namun belum sempat Cika berangjak dari tempat duduknya tiba -tiba ayah Cika datang lalu berkata.
"Kalian semua lagi ngapain di dapur?" Tanya ayah.
Mendengar itu ayah Cika bertanya. Rangga pun berkata.
"Pas." Ucap Angga mempersilahkan ayah Cika duduk.
Sementara Cika membantu Eric berjalan ke arah meja makan. lalu membantunya duduk. Cika begitu sangat kagum melihat beberapa masakan yang telah tertata rapi di atas meja makan. Ayah Cika pun bertanya.
"Apa ini semua boleh di makan?" Tanya ayah Cika.
Mendengar pertanyaan ayah Cika barusan. Rangga, Cika dan semua teman -temannya tertawa lepas.
__ADS_1
"Iya, boleh," Jawab mereka serentak.