Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
Berciuman


__ADS_3

Begitu pun yang tengah Nathan rasakan. Sama seperti yan di rasakan Cika saat ini.


Nathan mengambil makanan di depannya lalu memakannya.


Setelah selesai makan Cika bertanya kepada Nathan.


"Kamu tidur dimana?" Tanya Cika pelan.


"Dimana saja. asal kamu tak tergangu denganku." melihat ke arah Cika "Kamu bisa tidur di atas tempat tidur." setelah mengatakan itu Nathan berjalan ke arah tempat tidur, lalu mengambil bantal untuk Ia gunakan untuk tidur.


Melihat itu Cika kembali berkata.


"Apa tak sebaiknya kamu tidur di situ." menunjuk tempat tidur "Biar aku yang aku yang tidur di sopa."


"Ngak usah." tersenyum "Kamu aja yang tidur di sana."


Setelah mengatakan itu, Nathan merebahkan tubuhnya di sofa. Sementara Cika merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Di dalam kamar, suasan nampak sangat sunyi.


Karna ini pertama kali buat Cika tidur sekamar dengan pemuda, dan begitupun yang tengah Nathan rasakan.


Untuk menghilangkang kesunyian itu, Nathan berkata.


"Kamu bekerja dimana Cik?" membalikkan tubuhnya melihat ke arah tempat tidur yang tengah Cika tempati.


Mendengar itu Cika pun berkata."Aku bekerja di kota sebagai karyawan biasa." Cika menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya, lalu berbalik melihat ke arah Nathan.


"Kamu sudah lama tinggal di kota?" tanya Nathan lagi.


"Sudah sekitar delapa bulan aku tinggal di kota. Dan baru kali ini aku kembali setelah delapan bulan, aku mengambil cuti selama seminggu untuk pulang bertemu dengan keluargaku, aku sangat merindukan mereka dan juga merindukan masakan ibuku." Cikha mulai banyak bicara


"Kamu kerja di kantor mana? maksudku di perusahaan mana kamu bekerja?" Tanya Nathang lagi.

__ADS_1


"Aku bekerja di, PT. RHJ Campeni."


Mendengar nama prusahaan yang di tempati Cika bekerja. Nathan berkata dalam hat.


"Hem, ternyata Cika bekerja di salah satu anak perusahaanku yang masih berjalan dengan baik." Guman Nathan dalam hati.


"Apa kamu sudah tidur?"


"Belum." Jawab Nathan singkat.


"Boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya Cika pelan


"Hemm." Jawah Nathan.


"Maaf sebelumnya, aku hanya mau tau. Kenapa kamu berjalan tampa tujuan seperti ini? dan seperti yang aku lihat, kamu itu berasal dari keluarga yan cukup berada. Maaf jangan tersinggung tapi aku penasaran." Cika bangun, lalu duduk bersila di atas tempat tidur.


Nathan hanya diam mendengar semua pertanyaan Cika.


Nathan pun berkata.


Mendengar itu, Cika lansung tertawa.


"Hahaha" Suara tawa Cika membuat Nathan bangun.


"Kamu kenapa?" Tanya Nathan .


"Aku tidak kenapa-napa." Cika mulutnya ketika Nathan melihat ke arahnya.


"Emang dasar ya, kamu memang gadis Aneh." Setelah mengatakan itu Nathan melemparkan pelan bantal ke arah Cika, namun dengan cepat Cika menghindar.


"Wek." mengeluarkan lidah "Ngak kena, ngak kena." berdiri di atas tempat tidur.


Melihat itu, Nathan bangun lalu mengejar Cika.

__ADS_1


Dan hasilnya terjadilah kejar-kejaran antara Cika dan Nathan,


hingga akhirnya kaki Cika tersangkut di karpet dan itu membuatnya terjatuh di atas tempat tidur.


Bukk.


Suara Cika terjatuh. Dan tampa Nathan sengaja, Ia juga ikut terjatuh, Hingga akhirnya Nathan terjatuh di atas tubuh Cika.


Dan tampa Nathan sengaja pula bibirnya bersentuhan dengan bibir Cika.


Bukannya melepaskan. Namun mereka berdua malah saling membalas pautan bibir mereka.


Mereka berciuman sangat lama.


Hingga akhirnya keduanya tersadar.


Cika mendorong tubuh Nathan, yang tengah berada di atasnya, lalu bangun dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Cika menatap pantulan wajahnya di cermin.


"Ya, Tuhan apa yan telah aku lakukan?" menyentuh bibirnya "Aku tidak mengenalnya, lalu kenapa aku sampai bisa membalas perlakuan itu? lalu persaan apa ini?" memegan daerah jantungnya yang tak berhenti berdetak.


Di atas tempat tidur, Nathan tak berhenti mengumpat.


begitu banyak pertanyaan yang keluar dari mulutnya.


"Apa yan terjadi denganku?" mengacak rambutnya "Kenapa saat bersama gadis aneh ini, aku merasa sangat nyaman? walaupun baru berapa hari aku mengenalnya! seperti ada perasaan Aneh yang aku rasakan saat bersamanya, Aaa. Apakah dia marah padaku?" melihat ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat.


Perlahan Nathan berjalan ke arah pintu kamar mandi, lalu mengetuknya.


Toktoktok.


Suara pintu kamar mandi Nathan ketuk dari luar.

__ADS_1


Nathan pun berkata dari balik pintu


"Cika, tolong maafkan aku, aku tidak sengaja melakukannya."


__ADS_2