
"Nah, gitu dong, keluar yu " ajak Nathang.
"Ayo," ucap Cikha.
Nathang dan Cikha berjalan ke dapur di meja makan sudah ada nasi goreng yang tadi di siapkan oleh Cikha.
"Pagi Bi." sapa Nathang pada Bi Dewi.
"Pagi, aden." ucap Dewi.
"Pagi ini masak apa bi?, wangi banget, ngak seperti biasa baunya, " ucap Nathang sambil membuka penutup makanan.
"Anu den, sebenarnya yang masak tadi Non Cikha." ucap Bi Dewi sambil menunduk.
"Masa sih?," ucap Nathan senang.
"Jadi pengen cepat nyobain masakan menantu baru." ucap Nathang menggoda, sementara Cikha merasa sangat malu mendapat sanjungan berlebihan dari suaminya wajanhnya jadi merah merona karnanya.
"Apaan sih," ucap Cikha malu -malu. Nathan duduk sementara Cikha mengambilkan makanan untuk suaminya,Nathang pun mulai memakan nasi goreng buatan Cikha.
"Enak ngak?," ucap Cikha pada Nathan. Awalnya Nathan ingin iseng mengoda istrinya lalu berkata.
"Sedikit, sepertinya ada yang kurang." Ucap Nathang.
__ADS_1
Cikha mencoba nasi goreng buatannya lalu berkata.
"Enak, emang kurang apa?." tanya Cikha.
Nathang tersenyum lalu berkata.
"kurang Cinta." ucap Nathang dan lagi -lagi membuat wajah Cikha merona.
Selesai makan Nathan pamit untuk berangkat ke luar kota.
"Cikh aku berangkat sekarang ya, kamu hati -hati di rumah." ucap Nathang.
"Iya kamu juga hati -hati, di sana dan cepat pulang." ucap Cikha di depan pintu. Nathang pun berjalan mendekat ke arah Cikha lalu berkata.
"Aku pergi dulu ya." ucap Nathang sambil mengecup lembut kening Cikha.
Di dalam perjalanan Nathan selalu tersenyum, sampai membuat supir peribadinya Udin berkata.
"Kenapa atu?, senyum -seyum sendiri." ucap Udin supir peribadi Nathan.
Nathan hanya tersenyum mendengar ucapan supirnya dan berkata
"Memang begini yah rasanya jadi seorang pengantin baru?." ucap Nathan ke Udin.
__ADS_1
"Ya,meman seperti itu den, tapi alangkah bahagia lagi kalau tau istri sedang hamil, rasanya kaya gimana gitu ya den, waktu aku tau dulu kalau istri aku lagi hamil, aku sampai ngak sadar mengendong istriku ke
sana kemari sangking bahagianya aku mendengar kabar itu " ucap Udin menjelaskan.
"Apa!, memang seperti itu?" ucap Nathan ke udin.
"Ya, suatu hari nanti, insya Allah aden akan segerah merasakannya." ucap Udin supir Nathang
"Amin," ucap Nathang mengaminkan ucapan Udin.
"Hamil, " ucap Nathan dalam hati sambil tersenyum.
Sesampai di tempat tujuan Nathan langsung menghubungi Cikah, ada rasa rindu mendalam di dalam hatinya.
"Halo, Cikh sekarang aku sudah sampai dengan selamat." ucap Nathan di telpon.
"Syukurlah, kamu semangat ya kerjanya, dan cepat pulang," ucap Cikha dari balik telpon sambil menyemangati Nathan.
"Baiklah istriku, aku tutup dulu telponnya," ucap Nathan sambil memutuskan sambungan telponnya.
Selesai mennerima telpon dari suaminya, Cikha berjalan ke luar kamar, Cikha berjalan -jalan di dalam rumah besar keluarga Nathan.
"Sangat luas pasti ngebersihin rumah ini butuh waktu yang sangat lama," ucap Cikha, Cikha melihat -lihat poto yang ada di ruangan tamu Nathang di sama Cikha melihat poto Nathan dengan seorang wanita paruh banya.
__ADS_1
"Ini pasti poto mama Nitha, mertua aku." ucap Cikha dalam hati.
Selesai berjalan -jalan menyusuri rumah Nathan, Cikha merasa sangat lelah dan akhirnya memilih kembali ke kamarnya untuk istrahat.