
Nathang berjalan naik ke lantai atas, kemudain masuk ke dalam kamar di mana ada istrinya sedang terlelap, Nathang mulai masuk di dalam kamar, dan melihat istrinya sedang tertidur dangan sangat lelap, Nathang tersenyum melihat Cikha dengan sangat pelan. Nathang meletakkan tas kerjanya di meja sopa yang ada di dalam kamarnya.
Nathang melepas jas dan kemejanya kemudian berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersikan diri, selesai membersikan diri, Nathang hanya mengenakan celana bokser karna memang dari dulu Nathang hanya suka mengenakan itu tampa memakai baju, Nathang berjalan naik ke tempat tidur dan membaringkang tubuhnya di samping istrinya.
Nathang menarik tubuh Cikha dengan pelan masuk ke dalam pelukannya, tampa pergerakan apapun dari Cikha. Nathang tersenyum lalu berkta. "Lelap banget tidurnya istriku, sampai tak sadar kalau aku menariknya masuk ke dalam pelukanku," ucap Nathang sambil mengecup lembut kening Cikha."Selamat malam honey." ucap Nathang lagi.
Pagi -pagi sekali Cikha telah terbangun, karna pagi ini dia ada janji dengan Nitha untuk lomba lari berdua. "hemmm, ee." ngeliat Cikha. Pelan -pelan Cikha membuka matanya, dan melihat orang yang di cintai sedang terlelap di sampinnya. Cikha mengosok -gosok matanya, karna mengira ini cuman mimpi, karna semalam suaminya berkata akan pulang pagi tapi sekarang Nathang sedang terlelap di sampingnya sambil memeluknya.
"Ternyata benar suami aku," ucap Cikha tersenyum sambil membelai wajah tampang suaminya.
Cikha menatap Nathan begitu sangat lama, lalu berkata."Aku tak menyangka kalau aku bisa memiliki suami setampan kamu." ucap Cikha sambil memaingkan tangannya di wajah tampan suaminya.
"Jangan Cikh geli." ucap Nathang yang masih dalam mode tutup mata.
__ADS_1
Cikha berenti memainkan tangannya dan ingin segera turun dari tempat tidur.
"Mau kemana?," ucap Nathang mempererat pelukannya di tubuh Cikha.
"Aku mau mandi, lalu pergi lomba lari pagi dengan?... " belum sempat Cikha menyelesaikan ucapannya Nathang langsunh berkata.
"Kamu di sini saja, temani aku tidur, aku sangat mengantuk Cikha, jadi temani aku dulu ya " ucap Nathang pelan.
"Tapi aku kan ingin... " ucap Cikha.
"Aku kan ingin pergi lomba lari biar sehat " jawab Cikha.
"Mendingan olaraga pagi di sini saja sama aku." ucap Nathang
__ADS_1
"Hem, emang bisa, " tanya Cikha bingun.
"Bisa dong." ucap Nathang sambil mulai mengecup lembut bibir Cikha. Namun tiba -tiba terdengar suara ketukan dari pintu.
"Siapa?" ucap Nathang kesal.
" Tok,tok,tok , suara pintu kembali di ketuk.
"Cikh, kamu sudah bangun belum?" tanya Nitha.
"Suara itu, mamah." ucap Nathang bangun dari tempat tidur, lalu berjalan membuka pintu untuk mamanya.
"Mamah, kapan datang?" ucap Nathang, sambil memeluk erat tubuh mamanya, sementara Cikha masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersikan dirinya dan keluar mengenakan baju kaos dan celana ketat selututut yang biasa di pakai Cikha waktu masih berada di puncak.
__ADS_1
"Kemarin mama datang pagi, setelah beberapa menit kamu berangkat ke kantor, dan mama sengaja ngak kasi tau kamu, karna mama tau kamu pasti sangat sibuk setelah sebulan baru masuk kantor lagi, dan selamat untuk kesepakatan baru kamu, mama harap kamu tidak membuat perusahaan kamu seperti yang telah berlalu." ucap Nitha.
"Pasti ma itu tak akan terjadi lagi." ucap Nathang menyakinkan.