Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
34


__ADS_3

"Tidak masalah,sekarang mama sudah sampai,lagian mama tau kalau mulai hari ini Nathang akan sangat sibuk dengan pekerjaannya di kantor." ucap Nitah sambil tersenyum.


"Ya sudah, bantuin mama masuk ke rumah, kaki mama keseleo waktu di bandara." ucap Nitah.


"Apa mama keseleo, kita langsung ke dokter saja ya ma." ucap Cikha khawatir.


"Ngak papa, cukup rendam air hangat saja nanti juga akan sembuh." ucap Nitha.


Cikha memapah tubuh Nitah masuk ke dalam rumah lalu mendudukannya di ruang tamu.


"Mama tunggu bentar ya." ucap Cikha, sambil berlari naik ke lantai atas, menuju kamarnya untuk mengambil minyak gosok tradisional buatan ayahnya.


Nitha hanya tersenyum melihat kepanikan menantunya. "Kamu memang gadis yang baik, pantas Nathang langsung menikahimu,walaupun cuman berapa hari bersama." ucap Nitha dalam hati.


"Bi, bi Dewi." panggil Nihta.


"Iya, Ny.besar, kapan anda kembali?. " tanya Bi Dewi.


"Baru saja aku masuk, dan di bantu oleh menantuku, karna saat ini kakiku sedang terkilir. " ucap Nitha.


"Oya, bi ambilkan barang -barang yangku bawah dari luar negri, itu semua ada di pojok rumah, tadi supir taksi menyimpannya di situ." ucap Nitha. Bi Dewi berjalan keluar mengambil semua barang nyonyanya dan langsung membawanya masuk ke dalam kamar Nitha.

__ADS_1


Setelah menemukan obat gosok, Cikha kembali berlari turun dengan sangat cepat menuju lantai dasar.


"Hati - hati nanti kamu jatuh," ucap Nitha mengingatkan.


"Enggak ko mah, sudah biasa." ucap Cikha pelan.


"Itu apa?," tanya Nitha.


"Ini minyak urut tradisional buatan ayah aku di puncak, dan kalau mama mengijinkan, aku ingin mengolesi kaki mama yang terkilir itu." ucap Cikha lembut.


"Silahkan saja," ucap Nitha.


Pelan -pelan Cikha mengankat kaki Nitha naik ke atas meja."Maaf ya ma." ucap Cikha


"Siapa tau tampa di sengaja kaki mama sakit kalau aku urut nanti." ucap Cikha sambil membungkuk untuk mengurut kaki Nita.


"Justru mama yang terimah kasi karna kamu sudah mau menguruti kaki mama." ucap Nitha.


Cikha membuka tutup botol minyak urut, lalu mengolesi ke kaki Nitha dengan sangat pelan kemudian mengurutnya.


"Maaf ya ma ini akan terasa sangat sakit karna ada pergerakan tulang kaki mama." ucap Cikha lembut.

__ADS_1


"Memang Cikha tau?." tanya Nitha.


"Iya, aku tau sedikit, karna sangat banyak orang yang datang kerumah kami untuk mengurut kakinya yang keseleo berhubung ayah ku seorang tabit di puncak." ucap Cikha menjelaskan.


"Hebat dong mantu aku, jadi kita ngak perlu lagi ke dokter." ucap Nitha senang.


"Harus juga mah, sempat sudah di urut ngak berenti jadi harus di bawah ke dokter dong." ucap Cikha sambil tertawa di tambah dengan tawa sang mertua.


Semua Art yang melihat kedekatan sang menantu dan mertua,tersenyum senang melihat keduanya terlihat begitu sangat akrab seperti Ibuh dan anak yang sedang bercanda di pagi hari bersama putrinya.


Perlahan Cikha mulai mengurut kaki Nitha, dengan sangat lembut.


"Auc, sakit." ringgis Nitha.


"Tahan ya ma. " ucap Cikha lembut.


"Ini sangat sakit, Cikha." ucap Nitha.


"Tahan ya ma ini pasti akan sangat sakit. " ucap Cikha.


Cikha memutar agak keras kaki Nitha dan akhirnya tulangnya kembali seperti semula.

__ADS_1


"Auuuu, Cikha ini terasa sakit sekali " teriak Nitha sambil meneteskan air mata.


__ADS_2