Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
52


__ADS_3

Setelah selesai menghubungi mantan suaminya, Reno pun setuju dengan acara yang ingin dilakukan Nitha. Bahkan Reno akan turut serta membantu menyiakan acara resepsi untuk putranya yang akan di adakan sebentar lagi.


Nitha mulai memilih gedung -gedung,dan juga persiapan untuk piting baju pengantin, dan siang ini Nitha ingin mengajak Cikha dan Nathang untuk pergi ke butik langganannya.


Cikha dan Nathang kini telah bangun, bahkan sekarang mereka sedang duduk di meja makan untuk menikmati makan siang mereka karna sarapan paginya telah berlalu.


"Nathang, siang ini kamu mau ke kantor?" tanya Nitah.


"Sepertinya tidak ma," jawab Nathang.


"Pas, kalau begitu, siang ini kita akan piting baju pengantin di butik langganan Mama," ucap Nitha senang.


"Apa ngak terlalu cepat ma?" tanya Nathang melihat ke arah Nitha.


"Ini ngak cepat Nath, apa kamu pikir jahit baju itu gampang dan langsung jadi, butuh waktu berbulan -bulan untuk menyelesaikan satu buah gaun penganting " ucap Nitha menjelaskan.


"Apa butuh waktu selama itu ma?" Nathan kembali bertanya.


"Tentu, saja." ucap Nitha santai.


Selesai makan siang mereka bertiga berangkat ke toko butik langganan Nitha, disana Nitha sibuk memilih kan model baju penganting yang bagus untuk Cikha.


Selesai melakukan piting baju pengantin Nitha mengajak Cikha dan Nathang menuju tokoh perhiasan. Nitha ingin membelikan hadiah untuk Cikha, Sesampai di dalam tokoh Nitha menyuruh Cikha memilih perhiasan yang ia sukainya. Namun Cikha bingun harus memilih yang mana, karna perhiasan di situ semuanya terlihat sangat cantik dan indah.


"Ma, Cikha bingun harus pilih yang mana," ucap Cikha lembut melihat ke arah Nitha.


"Ya sudah, kalau kamu bingun, biar Mama yang pilihkan bagaimana? " tanya Nitha tersenyum melihat ke arah Cikha dan Nathang.


"Itu, akan lebih baik Ma, " ucap Cikha tersenyum manis di depan mertuanya.


Sementara Nathang sibuk melihat kedua orang yang begitu berarti dalam hidupnya, yang kini sedang sibuk melihat perhiasan di hadapannya, Nathan merasa sangat berungtung memilih Cikha menjadi istrinya, selain cantik dan ceria Cikha juga wanita yang sangat baik, bahkan sangat terlihat dari sikapnya yang begitu sangat hangat.

__ADS_1


Hari yang di tunggu -tunggu Cikha dan Nathang kini telah tiba yaitu hari resepsi pernikahan mereka, keluarga Cikha dari puncak juga semuanya turut hadir di dalam acara kebahagian Cikha dan Nathang. Bahkan ke dua orang tua Cikha tidak pernah menyangka kalau menantu meraka adalah orang yang sangat kaya di kotanya.


Bahkan sekarang sikap kebencian Nathang kepada ayahya kini telah berubah, semua berkat Cikha yang mengiginkan hubungan ke duanya membaik, bahkan ayah Nathang berterimah kasih banyak kepada menantunya, karna Cikha hubunganya dengan putranya kini membaik.


"Terimah kasih nak," ucap Reno memeluk Cikha, lalu mengecup lembut dahi menantunya dengan penuh kasih sayang.


Kini Cikha sudah berdiri di atas panggung bersama dengan Nathang.Begitu banyak tamu yang datan memberi selamat kepada kedua pasangan yang sedang berbahagia itu, Cikha terlihat sangat cantik mengenakan gaun penganting, begitupun dengan Nathang yang terlihat tampan mengenakan stelan jas yang berwarna senada dengan gaun Cikha.


Diantara ramainya para tamu tiba -tiba Cikha merasa pusing hingg akhirnya pingsang.


Buggghhh.


Suara Cikha terjatuh, sontak membuat Nathang berbalik melihat ke arah istrinya lalu berkata.


"Honey, kamu kenapa?" ucap Nathang panik, sambil menepuk pelan wajah Cikha.


Oara orang tua pun tak kalah paniknya, Rio segera memanggil dokter keluargaya yang juga ikut hadir di acara bahagia Nathang.


"Baiklah " Nathan langsung mengendong tubuh istrinya keluar dari ruangan pesta menuju mobilnya.


Nitha dan mama Cikha ikut di mobil Nathang. Sementara para ayah tinggal menjamu para tamunya.


Sesampai di rumah sakit Nathang begitu sangat panik melihat istrinya tiba -tiba pingsang seperti itu.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Nathang.


"istri anda hanya kelelahan, dan itu wajar untuknya," ucap Dokter tersenyum.


"Maksud dokter apa?" tanya Nathang bingun.


"Istri anda sedang mengandung, dan kini usia kandungan istri anda sudah berjalan 3 bulam," ucap Dokter menjelaskan.

__ADS_1


"Apa!" Ucap Nathang senang dan bahagia, memeluk tubuh istrinya yang masih pingsang.


Nitha dan Mama Cikha yang mendengar ucapan dokter pun berpelukan lalu berkata. "Bentar lagi kita akan punya cucu," ucap mereka berdua bersamaan.


Euggg.


Suara geliat Cikha, yang telah sadar dari pingsannya, membuat Nathang berkata. "Jangan banyak bergerak dulu honey," ucap Nathang lembut.


"Aku kenapa Nath?" tanya Cikha.


"Tadi kamu pingsang, lalu aku membawamu kesini, dan kata dokter saat ini kamu tengah mengandun, dan usia kandungan kamu telah berjalan 3 bulan " ucap Nathang lembut.


Cikha yang mendengar ucapan Nathang, membuatnya terharu lalu meneteskan air mata, "Apa!, aku hamil?" ucap Cikha sambil mengelus perutnya yang masih terlihat rata.


"Iya honey, bentar lagi kita akan menjadi orangtua," ucap Nathang.


"Dan kami menjadi nenek," ucap Nitha bersamaan dengan Mama Cikha.


-


-


- Begitulah kisa cinta, dan kisah hidup Nathang, yampenuh dengan lika -liku kehidupam, mulai dari kesusahan,kesedihan hingga akhirnya kebahagian yang tak terkirakan, benar kata orang


" Semua Akan Indah Pada Waktunya" jadi jangan pernah berputus asa dalam menjalani hidup.


 


💚 TERIMA KASIH 💚


TAMAT

__ADS_1


 


__ADS_2