
Nathan berjalan ke arah sofa yang ada di dalam kamar Hotel tersebut, lalu duduk, sambil melamun.
"Hei." berteriak, menyadarkan Nathan dari lamunannya.
Mendengarkan teriakan Cika. Nathan merasa sedikit terkejut, lalu berkata.
"Apa kamu tak bisa berbicara pelan dan lembut?" menatap wajah Cika "Aku terkejut mendengar panggilan kamu." Nathan meninggikan suara ketika mengatakan itu.
Mendengar itu. Cika hanya terdiam, menundukkan kepalanya.
Ada kesedihan yan terlihat di wajah Cika. Nathan pun yang melihat kesedihan itu merasa bersalah dengan apa yang tengah Ia katakan.
"Maaf." kata singkat Nathan.
Mendengar perminta maafan Nathan. Cika hanya terdiam, lalu berangjak dari tempat tidur dan berlalu masuk ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Cika menyalakan air dari dalam kram,kemudian menangis sejadi-jadinya.
Tangisan Cikha pecah namun suaranya tak terdengar, karna suara berisik air yang mengalir dari dalam kram.
Setelah merasa puas menangis. Cika memutuskan untuk mandi.
Cika mulai dengan ritual mandinya, tampa Ia sadari kalau Ia masuk ke dalam kamar mandi tampa membawa pakaian ganti. Selesai mandi, Cika mengenaka haduk yang di sediakan oleh pihak Hotel.
"Aduh." menepuk jidat "Bagaimana ini? aku tak mungkin keluar hanya dengan mengenakan handuk ini." menatap dirinya di hadapan cermin.
Cika mulai terlihat panik, dan bingun, harus keluar? atau menyuruh pemuda asing itu, memberikan tasnya.
Di dalam kamar mandi, Cika berkata sendiri.
"Tak mungking aku keluar, hanya mengenakan handuk ini. Pemuda asing itu akan melihat tubuh mungilku ini. Aaa, aku bingun." berteriak di dalam kamar mandi.
Nathan yang mendengar teriakan Cika dari dalam kamar mandi, berjalan mendekat. Lalu mengetuk pelan pintu kamar mandi.
__ADS_1
Toktoktok.
Suara pintu kamar mandi, Nathan ketuk.
"Cika kamu kenapa?" tanya Nathan dari luar.
Mendengar teriakan Nathan Cika pun berkata dari luar.
"Aku tak kenapa-napa Nat"
Setelah mendengar ucapan Cika. Nathan kembali berjalan ke arah sopa dan tak sengaja melihat tas pakaian Cika.
"Apa karna dia tak membawa tasnya masuk? jadi dia berteriak seperti itu? memang benar-benar gadis aneh." Nathang tersenyum setelah mengatakan itu.
Nathan mengambil tas Cika lalu kembali berjalan ke arah kamar mandi.
Toktoktok.
Nathan kembali mengetuk pintu, lalu berkata dari luar pintu kamar mandi.
Mendengar pertanyaan Nathan, Cika berkata dari dalam mandi.
"Hem, sepertinya Nathan tau kebingunganku" tersenyum sendiri di dalam kamar mandi.
Perlahan Cika mulai membuka pintu kamar mandi. Lalu berkata pada Nathan.
"Balik sana."
Nathan pun berbalik, sambil menutup matanya dengan tangannya. dan Cika membuka pintu, dan lansung mengambil tasnya dari tangan Nathna. Lalu kembali mengunci pintu kamar mandi.
Selesai mengenakan pakaiannya. Cika keluar menggunakan baju kaos dan celana pendek. Cika nampak terlihat sangat cantik. walaupun Ia hanya mengenakan baju kaos rumahan.
Nathan tertegun melihat penampilan Cika, yang sederhana. Ia tak menyangka walaupun Cika berpenampilan sederhana tetap saja masih terlihat sangat cantik.
__ADS_1
Menyadri dirinya di perhatikan oleh Nathan. Cika pun berkata.
"Kenapa menatapku seperti itu?" menaikkan alisnya "Sana mandi." Cika berkata sedikit judes ketika mengatakan itu.
Mendengar ucapan Cika, Nathan berangjak dari duduknya, lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Setelah sampai di dalam kamar mandi, Nathan tersenyum sendiri, memikirkan gadis yang tengah bersamanya saat ini.
"Cantik." tersenyum "Cerewet, judes banyak bicara. Ehem." menyadari "Kenapa aku memikirkan gadis aneh itu? apa yang terjadi denganku? apa aku menyukainya? Ah, apa mungking aku menyukainya? itu tak akan mungking."
Setelah mengatakan itu Nathan, menanggalkan pakaiannya satu persatu, lalu berjalan masuk di bawa guyuran air shower.
Selesai dengan ritual mandinya. Nathan keluar, hanya menggunakan baju kaos dan juga celana pendeknya, dan itu membuatnya terlihat sangat tampan.
Makanan yang Nathan pesan, saat ini tengah tertata rapi di atas meja.
"Sudah selesai?" bertanya tampa berbalik melihat ke arah Nathan.
"Sudah." berkata sambil berjalan mendekat ke arah sopa.
"Aku sangat lapar." memegan perutnya "Apa boleh aku makan duluan?"
"Makanlah." tersenyum "Kalau kamu sangat lapar." Nathan duduk di hadapan Cika, dan memperhatikan gadis aneh itu makan.
"Kenapa kamu tak makan?" melihat ke arah Nathan, dan tampa mereka berdua sadari, ke dua mata mereka saling bertemu.
Degdegdeg
Suara jantung keduanya.
"Perasaan apa ini?" Cika menjatuhkan pandangannya melihat ke arah makanan yan Ia makan. Namun dalam hati Cika kembali berkata.
"Perasaan apa ini? kenapa rasa ini kembali lagi? "
__ADS_1
"Perasaan apa ini?, kenapa rasa ini kembali lagi?,aku sudah menguburnya lalu kenapa ini seperti?."