Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
42


__ADS_3

Didalam dapur hanya ada beberapa orang saja. Namun terdengar seperti pasar. Cikha kembali melanjutkan pekerjaanya, yaitu memasukkan kue briwnis ke dalam micro whit. Selesai membuat kue Nitah mengajak anak dan menantunya keluar menuju ruangan tamu.


"Kita makan kuenya di ruang tamu saja." Ajak Nitah kepada Nathang dan Cikha.


"Ayo, Ma, " ucap Cikha dan Nathang bersamaan.


"Duh, kompak banget sih anak mantuku," Nitah tersenyum kepada anak dan menantunya.


Nitha berjalan membawa kue. Sementar Cikha membawa kopi dan teh, untuk mereka bertiga, Cikha dan Nathang duduk berdampingan. Sementar Nitha duduk di depan mereka berdua, lalu bertanya.


"kapan kita akan mengadakan Resepsi pernikahan kalian?" tanya Nitha pada keduanya.


Mendengar pertanyaan Mamanya Nathang dan Cikha salin memangdan, lalu berkata.


"Terserah Mama saja, aku dan Cikha tinggal menungu berenya saja" ucap Nathang.


"Baiklah Mama akan segera menghubungi Papa kamu, untuk membicarakan soal acara resepsi kalian, lagian Papa belum tau kalau kamu telah menikah." ucap Nitha santai.


Nathan terlihat kesal mendengar nama Papanya di sebut, Nathan lalu berkata. "Ngapain mesti kasi tau dia, tak usah Ma, dia ngak perlu tau soal pernikahan Nathang. " ucap Nathang dengan wajah kesal.

__ADS_1


Cikha yang melihat keadaan suaminya sedang emosi, dengan segera Cikha mengengam tangan Nathang lalu berkata.


"Seburuk dan sejelek apapun sifat Papa, beliau tetaplah Papa kamu,jangan pernah mengubur rasa benci di dalam hati, karna kebencian itu akan berakhir dengan sebuah penyesalan." Cikha berkata lembut sambil membelai lembut tangan suaminya Nathang.


Nitha merasa sangat bersyukur memiliki menantu seperti Cikha, dia seperti pelita yang menerangi kegelapan di dalam kehidupan Nathang, Nitha berdiri lalu berjalan ke arah Cikha, lalu duduk di sampingnya dan berkata.


"Terimah kasih sayang, kamu begitu sangat baik. " Nitha memeluk Cikha dengan sangat lembut.


Nathang yang melihat Mamanya memeluk Cikha lalu berkata.


"Aku di peluk juga dong ma," ucap Nathang.


"Sini sanyang." Nitha merentangkan tangan kirinya, karna tangan kanannya sedang memeluk Cikha.


"Baiklah, jika itu yang Mama inginkan, aku ikut setuju " Nathan pasrah dengan keinginan Mamanya yang ingin segera mengadakan resepsi pernikahannya.


"Cikha." Nitha memangil Cikha.


"Iya Ma, ada apa? " jawab Cikha.

__ADS_1


"Nanti kamu juga hunbungi semua keluarga kamu di puncak, ya," ucap Nitha semangat.


"Baik Ma, aku akan segera mengatakan soal ini pada mereka" ucap Cikha sambil mengangukkan kepalanya.


Selesai menikmati kue Brownis yang di buatnya, Nitha berkata.


"Sebentar malam, Mama mau ngajakin Cikha ke acara pesta Sosialita Mama. " ucap Nitha senang kepada Nathang.


"Apa pergi lagi?, lalu yang nemenin Nathang di rumah siapa?" Nathan malihat ke arah Nitha dan Cikha sambil mengacak rambutnya.


"Kan ada bi Dewi, yang menemani kamu," ucap Nitha meledek.


"Mama, Mama tega sih, aku ikut ya Ma, aku juga pengen lihat apa sih, yang dibikin ibu -ibu Sosialita, kalau lagi kumpul, dan mengadakan pesta, seru apa enggak sih?" tanya Nathang.


"Jelas seru dong, kita juga bisa nge Dj bersama" ucap Nitha sambil tertawa.


"Apa!, nge Dj, Mama juga iku -ikutan joget -joget seperti orang yang ada di club malam itu?" tanya Nathang, kaget mendengar ucapan Mamanya.


"Ya, tentu," ucap Nitha santai.

__ADS_1


"Pokonya aku harus ikut, kalau Mama ngak mau kasih ikut aku, istri aku jga tak boleh ikut, titik. " Ancam Nathang pada Nitha.


"Yah, kalau kamu sudah bicara seperti itu, mau ngak mau Mama harus ngajak kamu." ucap Nitha dengan wajah memelas.


__ADS_2