
"Seiring berjalannya waktu, perasaan itu akan tumbuh sendiri." ucap Nathan pada Cikha.
Hingga pagi Nathan dan Cikha tertidur dalam satu selimut mereka berdua saling berpelukan hingga pagi. Nathan lebih dulu bangun dan terus melihat wajah cantik yang sedang tertidur lelap di lengannya.
"Sangat cantik " ucap Nathan dalam hati.
"Emmm" suara Cikha.
ketika mendengar suara Cikha Nathan langsung pura -pura tertidur kembali, Cikah mengelus wajah tampang Nathan dan berkata.
"Apakah kamu benar -benar ingin menikahiku?" ucap Cikha pelan
dan tiba -tiba Nathan langsung berkata.
"Tentu saja"jawab Nathan singkat.
Jawaban Nathan sontak membuat wajah Cikha bersemu karna merasa malu. Nathan langsung mengcium kening Cikha dengan sangat lembut dan berkata.
"Selamat pagi Cik." sapa Nathan.
" Pagi." balas Cikha.
"Ayo kita langjutkan perjalanan kita, biar kita cepat sampai di rumah kamu,dan meminta isin kepada ke dua orang tua kamu agar aku bisa segera menghalalkanmu," ucap Nathan.
Cikha cuman menganguk sambil melipat selimut dan memasukannya ke dalam tasnya kembali.
__ADS_1
"Ayo," ajak Cikha waktu sudah melihat Nathan memakai pakaiannya kembali.
"Ayo," ucap Nathan.
Cikha dan Nathang pun mulai berjalan,cukup lama mereka berjalan di hutan dan hingga akhirnya sampai di pinggir jalan yang mulai terlihat ramai begitu banyak penjual dan juga warung -warung.
"Ini tempat apa Cik," Tanya Nathang.
"Ini pasar tradiaional." jawab Cikha.
"Apa rumahmu masih sangat Jauh dari sini?" tanya Nathan.
"Sudah dekat, kita bisa menggunakan angkutan umum, atau ojek untuk segerah sampai di rumah aku."
"Baiklah, dan mungking sebaiknya kita makan dulu aku sangat lapar." ucap Nathang sambil memegan perutnya.
Selesai makan Cikha dan Nathang menggunakan ojek untuk segerah sampai di rumah orang tua Cikha, Sesampai di halaman rumah Cikha Nathang berlari ke arah samping rumah Cikha di sana begitu sangat indah hamparan sawah dan gunung membuat suasana di tempat itu terlihat sangat sejuk.
"Indah sekali," ucap Nathang sambil menghirup udara segar masuk ke dalam tenggorokannya.
Sementara Cikha langsung memanggil ayah dan ibunya.
"Ayah,ibu, aku pulang," ucap Cikha.Mendengar suara panggilan putrinya Ayah dan ibu Cikha pun berlari menghapiri anak semata wayang mereka yang sudah lama pergi.
"Kamu pulang nak?, " ucap Ibu Cikha.
__ADS_1
"Iya Bu, Cikha kangen sama ibu dan ayah." ucap Cikha sambil memeluk ke dua orang tuanya,Ayah,ibu dan anak saling berpelukan.
" Ehemm," Ucap Nathang.
Cikha melepaskan pelukannya dan melihat ke arah Nathang.
"Maaf," ucap Cikha.
"Siapa dia nak?" ucap ibu Cikha.
"Dia teman aku Bu" ucap Cikha.
"Kenalkan tante saya Nathang," ucap Nathan sopan sambil mengcium punggung tangan ke dua orang tua Cikha.
"Mari masuk nak " Ajak ibu Cikha.
"Terimah kasih tante," ucap Nathang.
sementara Cikha mengjak ayahnya masuk ke dalam kamar.
"Ayah ada yang ingin Cikha bicarakan pada ayah?," ucap Cikha Cikha dan ayahnya pun masuk ke dalam kamar, Cikha terlihat bingun karna tidak tau harus memulai darimana mengucapkannya pada orang tuanya.
"Ada apa?," Tanya ayah Cikha.
"Ayah apakah ayah akan merestuiku menikah dengan Nathang?, " ucap Cikha menunduk.
__ADS_1
Ayah Cikha terkejut mendengar ucapan putrinya lalu berkata.
"Kalau kamu sudah yakin dengan pilihanmu, ayah akan merestui kalian" ucap Ayah Cikha.