Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
38


__ADS_3

Nathang berjalan naik ke lantai atas kemudian masuk ke dalam kamar dimana ada istrinya sedang terlelap saat ini, Nathang tersenyum melihat Cikha dengan sangat pelan, Nathang meletakkan tas kerjanya di meja sopa yang ada di dalam kamarnya.


Nathang melepas jas dan kemejanya kemudian berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri, selesai membersikan diri, Nathang hanya mengenakan celana bokser karna memang dari dulu Nathan hanya suka mengenakan itu tampa memakai baju,Nathang berjalan naik ke tempat tidur dan membaringkang tubuhnya di samping istrinya.


Nathang menarik tubuh Cikha dengan pelan masuk ke dalam pelukannya,tampa pergerakan apapun dari Cikha, Nathang tersenyum dan berkata. "Lelap banget tidurnya istriku, sampai tak sadar kalau aku menariknya masuk ke dalam pelukanku," ucap Nathang sambil mengecup lembut kening Cikha. "Selamat malam honey." ucap Nathan lagi.


Pagi -pagi sekali Cikha sudah terbangun karna pagi ini dia ada janji dengan Nitha untuk lomba lari berdua. "hemmm, ee." ngeliat Cikha.


Cikha pelan -pelan membuka matanya dan melihat orang yang di cintai sedang terlelap di sampinnya Cikha mengosok -gosok matanya karna mengira ini cuman mimpi karna semalam suami berkata akan pulang pagi, Namun sekarang Nathang sedang terlelap di sampingnya sambil memeluknya.


"Ternyata benar suami aku," ucap Cikha tersenyum sambil membelai wajah tampan suaminya.


Cikha menatap Nathang begitu sangat lama, lalu berkata. " Aku tak menyangka kalau aku bisa memiliki suami setampan kamu," ucap Cikha sambil memaingkan tangannya di wajah tampan suaminya.


"Jangan Cikh, geli," ucap Nathang yang masih dalam mode mata tertutup .

__ADS_1


Cikha berenti memainkan tangannya dan ingin segera turun dari tempat tidur.


"Mau kemana?," ucap Nathang sambil mempererat pelukannya di tubuh Cikha.


"Aku mau mandi dan pengen pergi lomba lari pagi dengan?.. " belum sempat Cikha menyelesaikan ucapannya Nathang lansung berkata.


"Kamu di sini saja temani aku tidur aku sangat mengantuk Cikha jadi temani aku dulu ya," ucap Nathang.


"Tapi aku kan pengen?" ucap Cikha.


"Aku, kan pengen pergi lomba lari biar sehat." ucap Cikha.


"Mendingan olaraga pagi di sini saja sama aku," ucap Nathang.


"Hem, emang bisa?" tanya Cikha bingun dengan melihat ke arah Nathan.

__ADS_1


"Bisa dong," ucap Nathang mulai mengecup bibir Cikha. Namun tiba -tiba terdengar suara ketukan dari pintu.


Tok, tok, tok.


"Siapa sih, pagi -pagi sudah main gangu saja?" ucap Nathang kesal.


Tok,tok,tok, suara pintu di ketuk.


"Cikh, kamu sudah bangun belum?" tanya Nitha.


"Suara itu, Mamah." ucap Nathang sambil bangun dari tempat tidur lalu berjalan membuka pintu untuk Mamanya.


"Mamah kapan datang?" ucap Nathang sambil memeluk erat tubuh Mamanya, sementara Cikha masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersikan dirinya lalu keluar mengenakan baju kaos dan celana ketat selututut yang biasa di pakai Cikha waktu masih berada di puncak.


"Kemarin Mama datang pagi,setelah beberapa menit kamu berangkat ke kantor dan Mama sengaja tak kasi tau kamu, karna Mama tau kamu pasti sangat sibuk setelah sebulan baru masuk kantor lagi,dan selamat untuk kesepakatan baru kamu, Mama harap kamu tidak membuat perusahaan kamu seperti yang telah berlalu," ucap Nitha.

__ADS_1


"Pasti Ma itu tak akan terjadi lagi," ucap Nathang menyakinkan.


__ADS_2