Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
48


__ADS_3

Sementara Cikah sudah menahan air matanya, Cikha merasa sangat cemburu melihat tangan suaminya di gandeng oleh wanita lain.


"Maaf Nath," ucap Cikah melepaskan rangkulan tangan suaminya, lalu berjalan ke pojok Ballroom karna di sana terlihat sepi.


Sesampai di pojok Ballroom Cikha mengeluarkan air matanya yang sadari tadi di tahannya. Melihat istrinya pergi, Nathan mengejar nya,lalu berkata. "Sudah honey jangan menangis, aku tidak ada hubungan apa -apa dengan wanita itu sumpah. " ucap Nathan sambil menghapus air mata Cikha.


"Bagaimana aku bisa percaya, di depan mataku, kamu berpegangan tangam dengan wanita itu," ucap Cikha sesegukan.


"Dia adalah teman dari mantan pacarku Ana, kami bertemu di luar, " ucap Nathang menjelaskan.


Cikha mendengar ucapan Nathang tambah menangis, Cikha mengumpat kesal dalam hati. "Siapa lagi Ana? " umpat Cikha kesal.


Ya, wajar kalau Cikha tak pernah tau soal masa lalu Nathang. Karna selama mereka bersama, Nathang tidak pernah terbuka soal masalah peribadinya kepada siapapun. Namun, mungking kali ini dia akan berbagi dengan istrinya.


"Honey, Ana itu masa lalu aku, dia menghianati aku, dan menikah dengan orang lain, honey dengar, aku tak akan pernah mengecewakan kamu, apalagi menghianatimu, aku pernah merasakan penghiatan yang di lakukan Ana dan juga papaku, rasanya begitu sangat menyakitkan, dan aku tidak mungking melakukan kepada orang yang aku cintai dan aku kasihi. Dan dia, gadis itu dia adalah teman dekat Ana " tungjuk Nathang kepada Rima yang sedang sibuk denga ibu -ibu di sana.

__ADS_1


Nathan memeluk istrinya dan berkata."Sudalah honey jangan menangis lagi, entar mec'ap nya luntur," ucap Nathan menenangkang hati istrinya, Cikha pun menghapus air matanya, namun berungtun mec'ap yang di pakai Cikha semuanya anti air, jadi ngak luntur kemana -mana.


"Senyum dong," ucap Nathang.


Cikha mulai tersenyun, dan itu membuat Nathang senang. " Nah, gitu kan lebih cantik," ucap Nathan menggoda istrinya.


"Apaan sih." ucap Cikha malu -malu.


"Ke Mama yu, kelihatannya Mama juga kesal sama aku," ajak Nathang.


Cikha dan Nathang pun melangkah bersama mendekati Nitha "Ma." panggil Nathang


"Jangan bicara sama Mama," ucap Nitha kesal,Cikha mendekat ke arah Nitha lalu berkata. "Ma, Nathang telah menjelaskan semuanya, tidak ada hubungan apa -apa di antara Nathang dan gadis itu " ucap Cikah sambil melihat ke arah Rima.


"Tetep saja Mama tak sudah, sebagai seorang suami seharusnya kamu tegas dengan gadis itu, jangan main nurutin kemauannya saja, pikirkan hati orang yang ada di sampingmu," ucap Nitha kesal.

__ADS_1


"Maaf Ma, ini tak akan terulang lagi Nathang janji," ucap Nathan serius.


"Ya sudah mama maafin, dan sekarang kamu ajakin Cikha naik ke panggung itu untuk berdansa. "ucap Nitha.


"Tapi Ma Cikha tak tau," tolak Cikha.


"Ya sudah, naik saja Nathang akan mengajari kamu," ucap Nitha sambil mengedipkan matanya.


Nathan pun mengajak istrinya naik di atas panggung, semua mata melihatnya dengan senang, namun tidak dengan Rima, Rima merasa sangat kesal melihat Nathang berdansa dengan wanita lain, dan bukanlah dirinya, Rima mencari ide agar Nathang nantinya akan berpasangan dengannya.


"Baikalah mari kita mulai," ucap Rima dalam hati.


Rima naik ke panggung dan memita pada Cikha agar Nathan berdansa dengannya.


"Boleh saya berdansa dengan Nathan? sebentar saja." ucap Rima.

__ADS_1


__ADS_2