Tentang Hidupku Dan Hidupnya

Tentang Hidupku Dan Hidupnya
25


__ADS_3

"Jangan -jangan apa?, "goda Nathang.


"Iss, nyebelin." ucap cikha dan langsung masuk ke kamar mandi, sementara Nathang hanya tersenyum melihat tingkah Lucu istrinya.


"gemesin banget sih istri aku,bikin aku mau aja?.. eh mau apa?." ucap Nathang dalam hati sambil tersenyum.


Selesai mandi Cikha keluar dari kamarnya dan melihat Nathang masih setia di dalam selimutnya.


"Bangun Nath, ini sudah siang" ucap Cikha sambil menarik selimut Nathang.


"Dikit lagi deh Cikh, aku masih pengen rebahan dulu,aku malas bangun " ucap Nathang sambil menarik selimutnya lagi.


"Bangun enggak, kalau kamu ngak mau bangun aku ngak mau bicara sama kamu." ancam Cikha.


"I,iya deh, bawel banget sih kamu " ucap Nathang sementara di hati Nathan berkata.


"Baru juga sehari nikah udah bawel kaya gini, gimana seminggu, sebulan, bahkan setahun,iiihh, aku ngak bisa bayangkang bisa cepat botak aku," ucap Nathan ngeri dalam hati.


"Kenapa kamu?," ucap Cikha datar.


"Tidak apa nyonya." ucap Nathang ngeledek sambil berlari masuk ke kamar mandi. Cikha tersenyum sendiri mendengar ucapan Nathang yang mengatainya bawel.

__ADS_1


"Dasar" ucap Cikha.


Selesai mandi Nathan dan Cikha keluar dari kamar,mereka berdua berjalan ke dapur untuk mengisi perut mereka yang dari tadi sudah mengomel minta di isi oleh tuannya.


"Sudah bangun nak?" ucap Mama Cikha.


"Iya mah,Cikha lapar ni." ucap Cikha sambil mengelus perutnya.


Sementara Nathan hanya tersenyum mendengar istrinya berbicara manja ke pada Mamanya.


"Pengen juga dengar ucapan manja Cikha sama aku," ucap Nathan dalam hati.


"Kenapa kamu,melamun terus?" ucap Cikha ke Nathan.


"Ya sudah, Cikh, ambikan makan buat suami kamu." ucap Mama Cikha sambil tersenyum.


" Baik ma," ucap Cikha sambil mengambil piring Nathan dan mengisinya dengan makanan.


" Cikh, Mulai dari sekarang tugas kamu itu melayani suami kamu dengan baik, jangan pernah membantah apalagi melawan kepada suami entar kualat jadi istri," ucap Mama Cikha.


"Dengerin tuh apa yang di kata mama." ucap Nathan sambil makan.

__ADS_1


"Iya,,Cikha pasti dengerin" ucap Cikha pelan. Selesai makan Nathan berjalan ke arah ruang tamu di sana Nathan sedang melihat ada ayah mertuanya duduk sendiri.


"Ayah." ucap Nathan.


"Eh,nak Nathan duduk sini nak." ucap Ayah Cikha.


Nathan duduk di samping ayah mertuanya dan di susul oleh Cikha.


"Rencana nak Nathan sekarang apa?," ucap Ayah Cikha.


" Kalau bapak mengisinkan besok saya akan membawa Cikha ke kota, ke rumah orang tua saya," ucap Nathan pelan.


" Kalau itu sudah menjadi keputusan kalian bapak hanya bisa berkata, tolong jaga putriku dengan sangat baik dan janga pernah membuatnya bersedih apalagi membuatnya menangis." ucap tegas ayah Cikha.


"Tentu saya akan menjaga Istri saya dengan sepenuh hatih dan tidak akan pernah membuatnya menangis," ucap Nathang langtang, sementara Cikha hanya memeluk ayahnya sambil menangis.


"Kamu kenapa menangis nak?" ucap Ayah Cikha.


"Cikha hanya terharu Yah"ucap Cikha sambil memeluk erat ayahnya.


Ada perasaan sakit yang menyebar di hati Nathang ketika melihat Cikha menangis di pelukan ayahnya, entah perasaan apa itu, bahkan Nathan belum pernah merasakan ini sebelumnya.

__ADS_1


" Cikha kalau kamu belum siap ikut denganku tidak masalah" ucap Nathan tenang padahal di hati Nathan, Nathan ingin selalu bersama dengan Cikha.


__ADS_2